Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Stifar Yaphar Semarang Intip Dapur Industri Obat Herbal, Begini Prosesnya!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa Stifar Yaphar Semarang Intip Dapur Industri Obat Herbal, Begini Prosesnya!

T. Budianto
Last updated: November 6, 2026 8:07 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KUNJUNGAN INDUSTRI: Mahasiswa Prodi S1 Farmasi Stifar Yayasan Pharmasi Semarang berfoto bersama di dalam area pabrik saat mengikuti kunjungan industri ke PT Borobudur Extraction Center (BEC) Semarang, Rabu, (4/11/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Meracik bahan alam menjadi produk obat herbal ternyata bukan perkara sekadar merebus daun, mengeringkan rimpang, lalu mengemasnya. Ada teknologi canggih, pengujian berlapis, hingga standar mutu ketat yang harus dilewati.

Pengalaman itulah yang ingin dibawa pulang 163 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (Stifar) Yayasan Pharmasi (Yaphar) Semarang setelah mengintip langsung proses produksi di pabrik.

Mereka mengikuti kunjungan akademik ke PT Borobudur Extraction Center (BEC) untuk melihat bagaimana industri mengolah bahan alam menjadi bahan baku obat tradisional dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

“Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membandingkan teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah dengan praktik manufaktur di dunia industri,” kata Sekretaris Prodi S1 Farmasi Stifar Yaphar Semarang, Dr apt Bekti Nugraheni, M.Sc.

Baca juga: Mahasiswa Stifar Yayasan Pharmasi Intip “Dapur” Produksi Spirulina

Karena jumlah peserta cukup banyak dan kapasitas pabrik terbatas, kunjungan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung Kamis, (29/10/2026) dengan 84 mahasiswa.

Sementara gelombang kedua pada Rabu, (4/11/2026) dengan melibatkan 79 mahasiswa didampingi tim dosen diantaranya apt Dewi Ramonah, MFarm, dan apt Wulandari, MSc.

Dikatakan Bekti, kunjungan dirancang untuk mendukung capaian pembelajaran, khususnya mata kuliah Isolasi Bahan Alam (IBA) serta Standardisasi dan Teknologi Bahan Alam (STBA).

Melihat Langsung

Di PT BEC, mahasiswa tidak hanya mendapat penjelasan teori. Mereka diajak melihat langsung perjalanan bahan alam sebelum diolah menjadi ekstrak berkualitas. Prosesnya dimulai dari penerimaan simplisia atau bahan alam kering, pengujian mutu awal (quality control), sortasi, pencucian, hingga pengeringan.

Menariknya, mahasiswa juga berkesempatan mengamati penggunaan teknologi manufaktur skala industri. Mulai dari mesin ekstraksi dan evaporasi berkapasitas besar untuk menyari sekaligus memekatkan bahan aktif, teknologi sterilisasi untuk menjaga keamanan bahan dari kontaminasi mikroba, hingga vacuum belt dryer untuk menghasilkan ekstrak kering dalam bentuk granul maupun serbuk halus.

“Pengalaman ini penting agar mahasiswa memahami bahwa proses produksi obat berbahan alam membutuhkan ketelitian dan standar yang tidak bisa ditawar,” jelas Bekti.

Baca juga: Apocil Ajak Siswa Melek Obat

Melalui kunjungan ini, pihaknya ingin mahasiswa melihat secara nyata perbedaan antara skala laboratorium di kampus dengan produksi skala industri. Tumbuh kesadaran bahwa menghasilkan sediaan obat bahan alam yang aman dan konsisten membutuhkan dokumentasi ketat, pengawasan mutu (quality assurance), serta penerapan CPOTB secara disiplin.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama observasi dan sesi diskusi bersama tim ahli PT BEC. Selain memahami teknologi produksi, mereka juga mendapat gambaran tentang etika profesional, keselamatan kerja, serta standar kualitas yang diterapkan di industri farmasi.

Singkatnya, jangan sampai mahasiswa hafal semua nama senyawa aktif, tetapi begitu masuk pabrik justru bingung melihat tombol mesin ekstraksi. Teori tetap penting, tetapi pengalaman lapangan bisa menjadi pembeda antara sekadar punya ijazah dan benar-benar siap bekerja. (tebe)

You Might Also Like

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

Anak Semarang Udah Nggak Takut Sekolah!

Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila

SCU Luncurkan SPIL Research Center: Model Ristek dan Pembelajaran Berbasis Industri

Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur

TAGGED:farmasi semarangkopertis wilayah VIstifar yaphar semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gus Baha: Agama Hidup karena Orang Tak Kehilangan Harapan
Next Article MASSA AKSI: Abjat menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jateng, massa aksi membentangkan spanduk yang berisi tuntutan aksi, Kamis (5/11/2026). (dul) UMP Jateng 2026 Rp2,3 Juta, Buruh Desak Upah 2027 Penuhi KHL Rp3,5 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Jateng Bisa Klaim Cashback Pajak Kendaraan Bermotor Rp50.000 di Sini

PELANTIKAN PEJABAT BARU - Mohamad Kristijadi diambil sumpah jabatan sebagai Sekda Wonosobo bersama 37 pejabat lainnya. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memimpin prosesi pelantikan yang digelar di Pendopo Bupati, pada Jumat (6/11/2026).

Bupati Afif Minta Sekda Baru Bentuk Super Tim, Bukan Jadi Superman

BB SABU: Barang bukti sabu-sabu hasil pengungkapan kasus jaringan Batang-Pekalongan oleh Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah. (ist)

Rugi Bandar! Edarkan Sabu Upah Rp100 Ribu, Ancaman Hukuman Seumur Hidup

BAYAR PKB: Warga antre membayar pajak kendaraan bermotor di salah satu kantor pelayanan Samsat di Kota Semarang, belum lama ini. (Dok Pemprov Jateng)

Hampir Separuh Pemilik Kendaraan di Jateng ‘Mogok’ Bayar Pajak

RM Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto.

Ada Nama Kakek Prabowo, 10 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Mahasiswa Diminta Ikut Bedah Data Kemiskinan dan Naikkan Kelas UMKM

Juli 16, 2026
Pendidikan

Hingga Juni, 6.000 Anak Putus Sekolah di Bogor

Juli 26, 2026
Pendidikan

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Agustus 11, 2026
Pendidikan

Santri Kuliah Sampai Luar Negeri, Kenapa Enggak?

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Stifar Yaphar Semarang Intip Dapur Industri Obat Herbal, Begini Prosesnya!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?