Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Diminta Ikut Bedah Data Kemiskinan dan Naikkan Kelas UMKM
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa Diminta Ikut Bedah Data Kemiskinan dan Naikkan Kelas UMKM

KKN kini bukan lagi sekadar program tinggal di desa selama sebulan. Di Jateng, ribuan mahasiswa justru didorong ikut menyelesaikan persoalan nyata.

T. Budianto
Last updated: Juli 16, 2026 5:02 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PELEPASAN KKN: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menghadiri Pelepasan Mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu di halaman rektorat kampus, Rabu (15/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BANYUMAS, BACAAJA– Pemprov Jateng akan mengawal berbagai program yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto. Fokusnya bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga menyentuh persoalan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi desa, hingga pendidikan.

Komitmen itu disampaikan Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Pelepasan Mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu di halaman rektorat kampus, Rabu (15/7/2026).

Sebelum melepas ribuan mahasiswa, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu berdialog langsung dengan para peserta KKN. Beragam persoalan yang akan mereka hadapi di desa menjadi bahan diskusi, mulai dari validasi data kemiskinan, pengembangan UMKM, hingga tingginya angka putus sekolah.

Menurut Gus Yasin, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bisa menjadi “mata dan telinga” pemerintah untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Baca juga: FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

“Kami dibantu mahasiswa KKN untuk pendampingan. Data-data kemiskinan ini yang perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data-data itu sudah benar atau tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan, setiap temuan mahasiswa nantinya akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa agar program penanganan kemiskinan lebih tepat sasaran.

Tak hanya soal data, mahasiswa juga diminta memetakan potensi ekonomi desa yang bisa dikembangkan. Menurutnya, banyak komoditas desa yang selama ini masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonominya belum maksimal.

Sebagai contoh, Gus Yasin menyebut desa penghasil petai yang seharusnya bisa mengolah hasil panennya menjadi produk bernilai tambah seperti keripik atau makanan olahan lainnya.

Pendampingan UMKM

Pemerintah, kata dia, siap mendampingi pelaku UMKM mulai dari pengemasan produk, pengurusan izin PIRT, sertifikasi halal, hingga memperluas akses pemasaran. “Nanti kita dampingi, termasuk packaging-nya. Setelah sudah bagus, PIRT-nya dan halalnya kita dorong juga,” katanya.

Salah satu peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi, mengaku kelompoknya akan ditempatkan di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.

Selain mendampingi UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, kelompoknya juga berkomitmen membantu menekan angka putus sekolah di desa tersebut.

“Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah dan melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Anggi, gagasan tersebut mendapat dukungan langsung dari Gus Yasin yang berjanji akan memantau perkembangan program mahasiswa selama menjalani KKN.

Baca juga: Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Tahun ini, sebanyak 2.336 mahasiswa mengikuti KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu. Sebanyak 1.790 mahasiswa ditempatkan di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Sementara 446 mahasiswa lainnya untuk pertama kalinya menjalani KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Program KKN berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026, dan melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

KKN sering dianggap sekadar tugas kuliah yang selesai setelah laporan dikumpulkan. Padahal, kalau data kemiskinan bisa lebih akurat, UMKM naik kelas, dan anak putus sekolah kembali belajar, mungkin yang paling banyak mendapat nilai bukan mahasiswanya, melainkan desanya. (tebe)

You Might Also Like

Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan

Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Huntara Disiapkan

Pemprov Serahkan 36 Hunian Tetap untuk Warga Banjarnegara

Ketua DPRD Jateng: Sayur dan Buah Jateng Harus Naik Kelas!

Menu MBG Jangan Disamakan, Luthfi: Perut Anak Solo dan Pesisir Berbeda

TAGGED:kknmahasiswapemprov jatengperguruan tinggi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kurir Dipukuli, Gudang J&T Kebumen Diserbu, Paket Pelanggan Ikut Raib
Next Article GUDANG OPERASIONAL BARU - Gudang yang tertata dengan baik jadi salah satu elemen penting dalam mendukung efektivitas distribusi material serta mempercepat pekerjaan lapangan. PLN Icon Plus Resmikan Gudang Baru, Perkuat Tata Kelola Operasional dan Layanan Pelanggan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Niat Hangatkan Kambing, Eh Malah Puluhan Kambing Ludes Terbakar

Nebulizer Murah Belum Tentu Aman Buat Anak

Bayi Pura-pura Nangis? Ternyata Itu Masih Normal

Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam

Gusi Berdarah Bisa Jadi Alarm Masalah Ginjal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sekda Jateng: Penyandang Disabilitas Bukan untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

Februari 22, 2026
Unik

2026, Pemprov Janji Naikin Insentif Guru Agama Jadi Rp300 Miliar

Agustus 21, 2025
Olahraga

Saatnya Tinju Jateng Bangkit

Juli 5, 2026
Pendidikan

Robot Rp50 Juta Bawa ITS Terbang ke Hong Kong

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Diminta Ikut Bedah Data Kemiskinan dan Naikkan Kelas UMKM
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?