BACAAJA, KEBUMEN – Aksi brutal yang terjadi di Gudang J&T Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ternyata tak hanya menimbulkan korban luka. Kericuhan itu juga membuat paket milik pelanggan ikut menjadi sasaran.
Dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) dini hari tersebut, satu karung berisi paket kiriman dilaporkan hilang. Selain itu, tiga paket lainnya rusak setelah terbakar akibat lemparan bom molotov yang memicu kobaran api di dalam gudang.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna mengatakan, hilangnya paket pelanggan menjadi salah satu dampak dari aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok pemuda.
Menurut polisi, salah seorang pelaku diduga mengambil satu karung paket saat situasi di lokasi sedang kacau. Aksi itu terjadi setelah para pelaku masuk ke area gudang.
Peristiwa bermula dari konflik dua kelompok pemuda yang sebelumnya sepakat bertemu di kawasan Jembatan Merah Putih, Desa Kaligending, untuk menyelesaikan perselisihan.
Namun, pertemuan tersebut justru berubah menjadi bentrokan. Ketika salah satu kelompok terdesak, beberapa orang berlari masuk ke Gudang J&T untuk menyelamatkan diri.
Kelompok lawan kemudian mengejar hingga ke dalam area gudang. Dalam pengejaran itu, salah satu pelaku diduga melempar bom molotov yang mengenai jaket korban hingga api merembet ke dalam bangunan.
Kebakaran membuat sejumlah paket kiriman pelanggan ikut terdampak. Tiga paket dilaporkan hangus terbakar akibat kobaran api.
Tak berhenti di situ, beberapa pelaku juga melakukan pengeroyokan terhadap orang-orang yang berada di dalam gudang. Karyawan J&T yang sedang bekerja ikut menjadi korban karena dikira bagian dari kelompok lawan.
Polisi menyebut para pegawai ekspedisi sama sekali tidak terlibat dalam konflik tersebut. Mereka menjadi korban salah sasaran saat para pelaku mengejar lawannya.
Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Kebumen langsung melakukan penyelidikan. Petugas memeriksa saksi, menggelar olah tempat kejadian perkara, serta mengamankan rekaman CCTV.
Dari hasil penyelidikan, polisi telah menangkap seorang tersangka berinisial RB. Sementara dua orang lainnya berinisial GJ dan BGS masih berstatus buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya sepeda motor yang digunakan pelaku, bambu yang diduga dipakai saat penyerangan, pecahan botol, jaket korban yang terbakar, rekaman CCTV, serta tiga paket pelanggan yang rusak akibat kebakaran.
Polisi masih terus memburu pelaku yang melarikan diri sekaligus mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan pencurian paket pelanggan yang terjadi di tengah aksi penyerangan tersebut. (*)

