Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat

Kemarau tak hanya bikin pasokan air bersih berkurang, tapi juga ancam sektor pertanian hingga memicu gangguan kesehatan.

R. Izra
Last updated: Juli 2, 2026 2:05 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau tak hanya bikin warga rawan kesulitan mengakses air bersih. Ada ancaman yang lebih besar yang bisa dianggap sepele.

Tahun ini, kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering. Dampaknya bukan cuma bikin pasokan air bersih berkurang, tapi juga mengancam sektor pertanian, meningkatkan risiko kebakaran hutan, hingga memicu gangguan kesehatan.

Karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar pemerintah maupun masyarakat tidak baru bergerak saat kekeringan sudah terjadi. Langkah antisipasi dinilai jauh lebih penting agar dampaknya bisa ditekan sejak awal.

Bacaaja: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau
Bacaaja: Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air

Kepala Kelompok Kerja Layanan Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sulistiyowati, menjelaskan suhu udara yang lebih panas selama musim kemarau akan mempercepat penguapan air di waduk, embung, dan sumber air lainnya. Kondisi ini juga membuat tanah lebih cepat kehilangan kelembapan.

“Suhu udara yang jauh lebih panas secara langsung akan meningkatkan laju evapotranspirasi. Air di danau, embung, waduk, maupun kelembapan di dalam tanah pertanian akan menguap lebih cepat. Inilah yang membuat kekeringan lahan pertanian bisa terjadi lebih cepat dari siklus biasanya,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Buat para petani, kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri. BMKG menyarankan pola tanam disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika kemarau diprediksi lebih kering, komoditas yang membutuhkan lebih sedikit air, seperti jagung atau kedelai, bisa menjadi alternatif.

Selain itu, petani juga diimbau rutin mengikuti informasi prakiraan cuaca dan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian agar waktu tanam tidak meleset.

Tak hanya sektor pertanian, pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, mulai dari waduk, bendungan, hingga embung. Informasi peringatan dini kekeringan dari BMKG juga diharapkan menjadi acuan untuk menetapkan status siaga di wilayah yang mulai terdampak.

Kemarau panjang juga membawa dampak pada kesehatan. Udara yang lebih kering dan berdebu bisa meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak dan lansia.

BMKG mengimbau masyarakat memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari jika tidak mendesak, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Yang tak kalah penting, masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Sebab saat vegetasi mengering, api akan lebih mudah menyebar dan memicu kebakaran hutan maupun lahan.

“Selain berhemat air, masyarakat juga harus menghindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Pada musim kemarau, kondisi lahan dan semak yang mengering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat,” pungkas Sulistiyowati. (dul)

You Might Also Like

Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

PLTSa Jatibarang, Impian Besar yang Tumbang Gara-Gara Gas Seret

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Dari Bayangan Luhut ke Menteri Keuangan: Purbaya Si Anak Buah Kini Jadi Bos

Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar

TAGGED:gagal panenheadlineispakekeringankemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja
Next Article Warga Pedurungan Lor dan Pengembang Pilih Musyawarah Cari Solusi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mau Jadi Guru? Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

Warga Pedurungan Lor dan Pengembang Pilih Musyawarah Cari Solusi

Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.

Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat

PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja

Eropa Lagi Membara, Rekor Suhu Pecah Hampir di Setiap Penjuru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

November 27, 2025
Sepak Bola

PSIS dan Jafri Sastra Pisah Jalan

Januari 31, 2026
Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini. (bae)
Politik

Pengurus DPC PSI Semarang Mundur Massal, Pengamat Sebut Partai Gajah Gak Laku untuk Orang Kritis

Februari 25, 2026
Daerah

Dorong Inklusi, Nawal Yasin Minta Program Difabel Masuk ke Kecamatan Berdaya

Oktober 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?