Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja

Data dari Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sebanyak 2.332 pekerja di Jawa Timur terdampak PHK selama lima bulan pertama tahun ini.

Nugroho P.
Last updated: Juli 2, 2026 12:19 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ribuan pekerja tercatat kehilangan mata pencaharian di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih cukup solid.
SHARE

BACAAJA, SURABAYA – Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK masih jadi tantangan serius di Jawa Timur. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ribuan pekerja tercatat kehilangan mata pencaharian di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih cukup solid.

Data dari Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sebanyak 2.332 pekerja di Jawa Timur terdampak PHK selama lima bulan pertama tahun ini.

Jumlah tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan angka PHK tertinggi ketiga di Indonesia. Posisi pertama ditempati Jawa Barat dengan 5.044 pekerja terdampak, disusul Banten yang mencatat 2.596 kasus.

Secara nasional, total pekerja yang mengalami PHK pada periode yang sama mencapai 23.470 orang. Angka itu menjadi perhatian karena terjadi saat pemerintah berulang kali menyebut fundamental ekonomi nasional masih dalam kondisi baik.

Di sisi lain, data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur menunjukkan jumlah yang berbeda. Hingga akhir Mei 2026, kasus PHK yang tercatat di instansi tersebut mencapai 357 orang.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Jatim, Sugeng Lestari, mengatakan angka tersebut merupakan kasus yang secara resmi masuk dan ditangani pemerintah daerah.

Menurut Sugeng, sebagian besar perusahaan yang melakukan pengurangan tenaga kerja sedang menghadapi penurunan permintaan pasar, terutama dari luar negeri.

Lesunya kondisi ekonomi global membuat sejumlah industri kehilangan pesanan sehingga harus melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk mengurangi jumlah pekerja.

Situasi itu dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya ancaman PHK di beberapa sektor usaha di Jawa Timur.

Kepala Bidang Pengawasan dan K3 Disnakertrans Jatim, Tri Widodo, menambahkan bahwa mayoritas persoalan PHK berasal dari perusahaan yang kondisi keuangannya sedang tidak sehat.

Ia menyebut perusahaan yang masih memiliki kondisi bisnis stabil relatif jarang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya.

Sebaliknya, perusahaan yang mengalami tekanan operasional dan penurunan pendapatan menjadi kelompok yang paling rentan melakukan efisiensi tenaga kerja.

Dua perusahaan yang belakangan ramai diperbincangkan ialah PT Pakerin di Mojokerto dan PT Sumber Graha Sejahtera atau SGS di Jombang.

Kasus PT Pakerin menjadi perhatian karena ancaman PHK disebut bisa berdampak terhadap sekitar 2.500 pekerja yang menggantungkan hidup di perusahaan tersebut.

Sementara itu, sekitar 1.000 pekerja di PT SGS Jombang dikabarkan telah terdampak pemutusan hubungan kerja dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah daerah kini masih terus melakukan pendampingan dan komunikasi dengan kedua perusahaan tersebut untuk mencari jalan keluar terbaik bagi pekerja maupun manajemen.

Tri Widodo menegaskan, upaya utama yang dilakukan pemerintah adalah mencegah terjadinya PHK selama masih memungkinkan untuk dilakukan.

Salah satu alternatif yang didorong ialah pengurangan jam kerja atau penyesuaian sistem pengupahan berdasarkan kesepakatan bersama antara pekerja dan perusahaan.

Langkah tersebut dinilai lebih baik dibandingkan harus langsung mengambil keputusan memutus hubungan kerja secara massal.

Namun, strategi itu tidak selalu bisa diterapkan, terutama pada perusahaan yang kondisi keuangannya sudah tidak memungkinkan untuk mempertahankan seluruh tenaga kerjanya.

Di tengah situasi tersebut, para ekonom ikut memberikan pandangan mengenai penyebab PHK yang masih terus terjadi meski indikator ekonomi makro dinilai cukup baik.

Ekonom sekaligus Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, menilai Indonesia sebenarnya memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan berkat sumber daya alam, sumber daya manusia, dan pasar domestik yang besar.

Meski demikian, Esther melihat pertumbuhan ekonomi nasional masih sangat bergantung pada konsumsi masyarakat yang sifatnya belum sepenuhnya berkelanjutan dalam jangka panjang.

Menurutnya, penguatan fundamental ekonomi juga membutuhkan stabilitas nilai tukar rupiah yang ditopang investasi, ekspor, sektor pariwisata, dan kontribusi pekerja migran Indonesia.

Selain itu, kestabilan harga pangan dan peningkatan produksi dalam negeri menjadi faktor penting agar kebutuhan impor tidak semakin membebani devisa negara.

Esther menilai independensi bank sentral serta disiplin fiskal tetap menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Pandangan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, yang menyebut fundamental ekonomi Indonesia pada dasarnya masih cukup baik.

Meski begitu, pemerintah tetap diminta mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak lebih dalam dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.

Mari menekankan bahwa menjaga kepercayaan pasar menjadi salah satu pekerjaan penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dalam jangka pendek maupun panjang.

Sementara bagi ribuan pekerja yang terdampak, harapan terbesar saat ini bukan hanya soal bantuan dan hak-hak ketenagakerjaan, tetapi juga peluang kerja baru agar roda kehidupan keluarga tetap bisa berjalan seperti semula. (*)

You Might Also Like

Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian

Jadi Saksi Sidang, Eks Pangdam Widi Pakai Loreng dan Baret Merah

Turunan Gombel Lama Ditutup April-November, Jalan Bakal Diperbaiki Total

Dipulangkan Diam-Diam, WNA Malaysia Tersandung Kasus Akhirnya Dideportasi

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

TAGGED:pekerjaPHksurabaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Eropa Lagi Membara, Rekor Suhu Pecah Hampir di Setiap Penjuru
Next Article Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen. Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Misteri Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Ardiansyah Terungkap

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoe Laporkan Babah Alun ke Polisi, Singgung Penipuan hingga ‘Bank MCK’

PEMERIKSAAN AUTOGATE: Penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggunakan autogate saat melewati pemeriksaan imigrasi, Rabu (30/9/2026). (bae)

Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Ahmad Yani Lebih Praktis, Sekarang Pakai Autogate

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

BREAKING NEWS: TPA Jatibarang Semarang Terbakar Malam Ini

Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Rektor Undip Prof. Suharnomo dan Mr. Bang Hyun Sig mewakili PT Chung Giwa Indonesia menandatangani MoU, Senin (20/4/2026). (dok Undip)
Pendidikan

Undip Gandeng PT Chung Giwa Indonesia, Dorong Mahasiswa go Global

April 21, 2026
Earnings Call Triwulan II Tahun Buku 2026 yang dihadiri investor dan analis pasar modal di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7). Foto: Dok. bjb
Ekonomi

Semester I 2026 Bank BJB Bukukan Kinerja Positif: Aset Tembus Rp228,2 Triliun, Laba Tumbuh 58,8 Persen

Juli 30, 2026
Info

Nasi Baru Matang Atau Dingin Semalaman, Mana Lebih Unggul?

Juni 9, 2026
Pasngan Sabar Karyaman/Reza Pahlevi gagal persembahkan gelar juara bagi Indonesia dalam gelaran Indonesia Open 2025.
Olahraga

Indonesia Open 2025: Indonesia Kembali Puasa Gelar

Juni 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?