Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah

Hasil sidak DPRD juga nemuin banyak kejanggalan. Mulai dari buah busuk, menu seadanya, sampai laporan warga yang katanya ditekan gara-gara protes.

Nugroho P.
Last updated: September 24, 2025 5:44 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi proses penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi proses penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyumas lagi-lagi bikin heboh. Bukan karena prestasi, tapi gara-gara menu nyeleneh yang disajikan buat anak-anak sekolah.

Publik ramai membicarakan soal menu kacang rebus dan buah busuk yang sempat beredar di media sosial. Banyak orang heran, kok bisa menu seperti itu lolos dalam program besar yang tujuannya bikin anak-anak sehat dan cerdas.

Merespons isu ini, Komisi IV DPRD Banyumas langsung gerak cepat. Mereka turun ke dapur MBG Gunung Lurah, Cilongok, untuk ngecek langsung kondisi lapangan.

“Dapur ini jauh dari standar. Lantai aja nggak pakai epoksi, ukuran ruangan juga nggak sesuai. Padahal tiap hari harus masak ribuan porsi,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Banyumas, Alfiatun Khasanah, Selasa (23/9/2025) malam.

Yang bikin tambah panas, ternyata ada menu pedas seperti telur balado buat anak TK dan PAUD. Netizen pun makin geleng-geleng.

“Masa anak kecil dikasih balado? Dan anehnya, ahli gizinya bisa meloloskan menu itu. Padahal dana Rp10 ribu per anak itu cukup banget kalau dikelola dengan baik, apalagi kalau manfaatin hasil tani lokal,” lanjut Alfiatun.

Isu kacang rebus makin jadi simbol kritik publik. Warganet sampai bertanya-tanya, ini program makan bergizi atau sekadar formalitas?

Padahal, sejak awal MBG didesain buat mencetak generasi emas, buka lapangan kerja, dan hidupin ekonomi desa. Sayangnya, realita di lapangan bikin banyak pihak kecewa.

“Programnya bagus, idenya dari Presiden ini layak diapresiasi. Tapi pelaksanaannya yang asal-asalan bikin rusak semua tujuan baiknya,” tegas Alfiatun.

Hasil sidak DPRD juga nemuin banyak kejanggalan. Mulai dari buah busuk, menu seadanya, sampai laporan warga yang katanya ditekan gara-gara protes.

Lebih parahnya lagi, saat Komisi IV sidak, ahli gizi yang harusnya tanggung jawab malah nggak nongol.

“Ini jelas ada masalah besar di dalamnya. Kalau nggak diperbaiki, dampaknya balik ke anak-anak,” kata Alfiatun.

Akhirnya, DPRD Banyumas memutuskan dapur MBG Gunung Lurah dihentikan sementara. Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan sebelum bisa jalan lagi.

“Selama catatan kami belum diperbaiki, dapur ini nggak boleh beroperasi. Kita bicara soal masa depan anak-anak, bukan soal main-main,” tegasnya lagi.

Kasus kacang rebus ini jadi pelajaran penting soal pengawasan program pemerintah. DPRD berjanji bakal kawal sampai tuntas, biar program makan bergizi balik lagi ke jalur yang benar.

Sekarang publik masih nunggu, apakah perbaikan beneran terjadi atau cuma janji manis doang. Yang jelas, anak-anak Banyumas butuh makanan sehat, bukan sekadar kenyang. (*)

You Might Also Like

Delapan Pompa Ngebut Sedot Banjir Semarang

Jateng 80 Tahun: Dari Fun Run, Konser NDX AKA, Sampai 10 Ribu Mangkok Soto!

Tukang Bangunan di Solo Wajib Terdaftar BPJS

Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi

Cuaca Mengacau, Pencarian Longsor Cilacap Sempat Terhenti Sore Ini

TAGGED:dprd banyumaskacang rebusMBG BanyumasMBG dievaluasimenu mbg kacang rebussuara dprd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi siswa sedang menyantap MBG. JPPI: Anggaran Pendidikan Dipotong Demi MBG, “Pengkhianatan Konstitusi”
Next Article Banjarnegara Pecah Rekor, Panen Padi 2025 Tembus 16.425 Hektare! Mandiraja Jadi Raja Sawah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Dari Cerpen ke Layar: Bu Wali Mau Semarang Jadi Kota Sinema

November 12, 2025
Daerah

Harhubnas 2025: Semarang Gaspol Bikin Transportasi Inklusif, Ekonomi Ikut Ngebut

September 19, 2025
Daerah

Sorotan Baru soal Tambang Liar di Lereng Slamet

Desember 7, 2025
Daerah

DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Januari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?