Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah

Hasil sidak DPRD juga nemuin banyak kejanggalan. Mulai dari buah busuk, menu seadanya, sampai laporan warga yang katanya ditekan gara-gara protes.

Nugroho P.
Last updated: September 24, 2025 5:44 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
BGN mengajukan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun. Sasaran 82,9 juta penerima. Dalam setiap bulan sebesar Rp25 triliun.
Ilustrasi MBG.
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyumas lagi-lagi bikin heboh. Bukan karena prestasi, tapi gara-gara menu nyeleneh yang disajikan buat anak-anak sekolah.

Publik ramai membicarakan soal menu kacang rebus dan buah busuk yang sempat beredar di media sosial. Banyak orang heran, kok bisa menu seperti itu lolos dalam program besar yang tujuannya bikin anak-anak sehat dan cerdas.

Merespons isu ini, Komisi IV DPRD Banyumas langsung gerak cepat. Mereka turun ke dapur MBG Gunung Lurah, Cilongok, untuk ngecek langsung kondisi lapangan.

“Dapur ini jauh dari standar. Lantai aja nggak pakai epoksi, ukuran ruangan juga nggak sesuai. Padahal tiap hari harus masak ribuan porsi,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Banyumas, Alfiatun Khasanah, Selasa (23/9/2025) malam.

Yang bikin tambah panas, ternyata ada menu pedas seperti telur balado buat anak TK dan PAUD. Netizen pun makin geleng-geleng.

“Masa anak kecil dikasih balado? Dan anehnya, ahli gizinya bisa meloloskan menu itu. Padahal dana Rp10 ribu per anak itu cukup banget kalau dikelola dengan baik, apalagi kalau manfaatin hasil tani lokal,” lanjut Alfiatun.

Isu kacang rebus makin jadi simbol kritik publik. Warganet sampai bertanya-tanya, ini program makan bergizi atau sekadar formalitas?

Padahal, sejak awal MBG didesain buat mencetak generasi emas, buka lapangan kerja, dan hidupin ekonomi desa. Sayangnya, realita di lapangan bikin banyak pihak kecewa.

“Programnya bagus, idenya dari Presiden ini layak diapresiasi. Tapi pelaksanaannya yang asal-asalan bikin rusak semua tujuan baiknya,” tegas Alfiatun.

Hasil sidak DPRD juga nemuin banyak kejanggalan. Mulai dari buah busuk, menu seadanya, sampai laporan warga yang katanya ditekan gara-gara protes.

Lebih parahnya lagi, saat Komisi IV sidak, ahli gizi yang harusnya tanggung jawab malah nggak nongol.

“Ini jelas ada masalah besar di dalamnya. Kalau nggak diperbaiki, dampaknya balik ke anak-anak,” kata Alfiatun.

Akhirnya, DPRD Banyumas memutuskan dapur MBG Gunung Lurah dihentikan sementara. Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan sebelum bisa jalan lagi.

“Selama catatan kami belum diperbaiki, dapur ini nggak boleh beroperasi. Kita bicara soal masa depan anak-anak, bukan soal main-main,” tegasnya lagi.

Kasus kacang rebus ini jadi pelajaran penting soal pengawasan program pemerintah. DPRD berjanji bakal kawal sampai tuntas, biar program makan bergizi balik lagi ke jalur yang benar.

Sekarang publik masih nunggu, apakah perbaikan beneran terjadi atau cuma janji manis doang. Yang jelas, anak-anak Banyumas butuh makanan sehat, bukan sekadar kenyang. (*)

You Might Also Like

Puan: Natalan Tetap Hangat, Rayakan Tahun Baru Jangan Berlebihan

Yos Sudarso Mau Jadi Song Wat Road-nya Solo, Arus Lalin Lagi Dirembuk

Wali Kota Agustina Serukan Doa Bersama untuk Kedamaian Kota Semarang

72.460 Siswa Miskin di Jateng Bisa Bersekolah Gratis Melalui Skema Ini

Anak Aman Digital Dijaga, Purbalingga Gaspol Perkuat Aturan Baru

TAGGED:dprd banyumaskacang rebusMBG BanyumasMBG dievaluasimenu mbg kacang rebussuara dprd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JPPI: Anggaran Pendidikan Dipotong Demi MBG, “Pengkhianatan Konstitusi”
Next Article Banjarnegara Pecah Rekor, Panen Padi 2025 Tembus 16.425 Hektare! Mandiraja Jadi Raja Sawah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

327 Desa di Jateng Pilih Jalan Antikorupsi

Januari 15, 2026
Surat Keputusan Nasdem menonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI.
Politik

Nasdem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR, Pengakuan sebagai Biang Kerok

Agustus 31, 2025
Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta.
Politik

63 Anggota DPR RI Lulusan SMA, 211 Lainnya Misterius Gak Jelas Pendidikannya Apa

September 18, 2025
Politik

Surya Paloh Ketemu Menhan, Titip Apa Nih Buat Prabowo?

Oktober 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?