BACAAJA, BOYOLALI – Lagi-lagi konvoi pesilat di Jawa Tengah (Jateng) berujung kericuhan hingga menelan korban. Sebelumnya di Karanganyar, konvoi pesilat membuat pasien terlambat di bawa ke fasilitas kesehatan (faskes) karena ambulans diadang rombongan. Akibatnya fatal, pasien akhirnya meninggal dunia.
Kali ini, kericuhan konvoi pesilat terjadi di Boyolali. Konvoi pesilat berujung kericuhan terjadi pada Senin (29/6/2026) dini hari.
Dalam insiden tersebut, empat orang terkena bacok, sementara sebuah bengkel spesialis kaki-kaki mobil di Kecamatan Teras menjadi sasaran perusakan.
Bacaaja: Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia
Bacaaja: 7 Tersangka Sudah Dikandangin, Polisi Buru Pelaku Lain Pengeroyokan Pesilat Pagar Nusa
Bengkel OJ Shock yang berada di Jalan Semarang–Solo menjadi salah satu lokasi yang terdampak. Pemilik bengkel, Ardi (53), mengatakan rombongan yang melintas tiba-tiba melempari bangunan dengan batu berukuran besar.
Akibatnya, tiga mobil milik pelanggan mengalami kerusakan. Kaca belakang pecah dan sejumlah bagian bodi penyok. Atap galvalum bengkel juga ikut rusak akibat lemparan batu.
“Bengkelnya dihujani batu besar. Sebagian mengenai mobil pelanggan, sebagian lagi menghujam atap galvalum,” kata Ardi.
Ia memperkirakan total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp40 juta.
Saat kejadian berlangsung, para pekerja yang berada di dalam bengkel langsung menyelamatkan diri ke bagian belakang bangunan.
Salah seorang karyawan, Gendhut, mengaku tidak berani bertahan di area depan karena jumlah massa yang melintas sangat banyak.
“Ya saya langsung lari ke belakang. Sangat banyak,” ujarnya.
Tak hanya aksi pelemparan batu, kericuhan juga terjadi di dua lokasi berbeda.
Konvoi pesilat diserang OTK
Menurut Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, empat orang tak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor diduga mengadang rombongan perguruan silat berjumlah 14 orang di wilayah Trosobo, Kecamatan Sambi.
Setelah menghentikan rombongan, para pelaku disebut langsung menyerang menggunakan senjata tajam.
“Di situ langsung menghadang, turun, langsung membacokkan atau menyabetkan sajam,” kata Winarsih.
Akibat serangan itu, dua orang mengalami luka serius. Sepeda motor yang mereka gunakan juga dibakar oleh pelaku.
Sekitar 30 menit kemudian, aksi serupa kembali terjadi di wilayah Banyudono. Dua anggota rombongan yang sedang berhenti di pinggir jalan diserang empat orang yang datang menggunakan sepeda motor. Setelah melukai korban, pelaku juga membakar kendaraan sebelum melarikan diri.
Polisi menduga kedua kejadian tersebut saling berkaitan karena memiliki pola serangan yang hampir sama dan terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.
“Waktu kejadian di Sambi sekitar pukul 00.30 WIB, sedangkan di Banyudono sekitar pukul 01.00 WIB. Kayaknya bersamaan waktunya karena modus kegiatannya persis sekali antara Banyudono dengan Sambi,” jelas Winarsih.
Akibat dua insiden tersebut, total empat anggota perguruan silat mengalami luka bacok dengan tingkat keparahan berbeda. Dua korban dirawat di RS Asy Syifa Sambi, sementara dua lainnya menjalani perawatan di RS Indriati Banyudono.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas pelaku serta hubungan antara rangkaian aksi kekerasan yang terjadi saat konvoi tersebut. (*)

