Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina: Kota Hebat Itu Nggak Cuma Beton dan Aspal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Agustina: Kota Hebat Itu Nggak Cuma Beton dan Aspal

Di tengah gempuran budaya digital dan hiburan serba instan, suara gamelan dan gerakan jaranan masih mampu mengumpulkan ratusan warga di Banyumanik.

T. Budianto
Last updated: Juni 15, 2026 5:46 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUTAN WALI KOTA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan sambutan saat membuka Pentas Seni Budaya Jaranan di Lapangan Parikesit, Banyumanik, Minggu, (14/6/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Lapangan Parikesit Banyumanik berubah menjadi panggung budaya, Minggu (14/6/2026). Warga dari berbagai usia berkumpul menyaksikan Pentas Seni Budaya Jaranan yang digelar Karang Taruna Kelurahan Banyumanik dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Di tengah meriahnya pertunjukan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadir dan memberikan apresiasi kepada para pemuda yang terlibat langsung dalam menjaga kelestarian budaya daerah.

Menurut Agustina, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar tradisi lokal tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, melainkan tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Kota yang maju bukan hanya kota yang membangun fisiknya, tetapi juga kota yang mampu menjaga akar budayanya. Saya bangga melihat anak-anak muda Banyumanik mau terlibat langsung untuk uri-uri budaya dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Baca juga: Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

Pentas budaya tersebut menghadirkan sejumlah kelompok seni lokal Banyumanik, di antaranya Kridho Restu Bawono, Siswa Teguh Mbangun Budoyo, dan Langen Mudo Budoyo. Penampilan mereka sukses menyedot perhatian warga yang memadati area lapangan.

Bagi Agustina, hadirnya kelompok-kelompok seni lokal menjadi bukti bahwa budaya sejatinya tumbuh dari masyarakat dan akan tetap hidup selama terus dirawat bersama.

Ia menilai kampung-kampung di Kota Semarang perlu memiliki lebih banyak ruang kebudayaan. Sebab, dari ruang-ruang sederhana itulah lahir nilai gotong royong, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, Agustina juga menyoroti pentingnya melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan budaya. Menurutnya, mereka adalah generasi penerus yang nantinya akan menjaga keberlangsungan tradisi yang ada saat ini.

“Anak-anak yang hari ini melihat, belajar, dan ikut terlibat dalam kegiatan budaya nantinya akan menjadi generasi yang melanjutkan tradisi ini. Karena itu ruang-ruang budaya seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.

Pencairan BOP

Di sela kegiatan budaya tersebut, Agustina juga membawa kabar yang cukup ditunggu warga. Ia mengumumkan bahwa Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun mulai dapat dicairkan pada Juni 2026.

Menurutnya, dana tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat untuk menentukan sendiri kebutuhan lingkungan melalui musyawarah bersama.

Menariknya, penggunaan BOP tidak hanya terbatas untuk program lingkungan atau ketahanan pangan. Warga juga bisa memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan sosial, budaya, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Kalau warga sepakat untuk kegiatan budaya, pentas seni, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya, silakan. Yang penting direncanakan bersama dan manfaatnya dirasakan bersama,” tegas Agustina.

Baca juga: Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

Ia menambahkan, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah semata. Menurutnya, Semarang akan berkembang lebih cepat jika masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan merawat kebudayaan yang menjadi identitas daerah.

Menurutnya, ruang publik yang hidup akan melahirkan interaksi sosial yang sehat dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.

“Semarang akan menjadi kota yang semakin hebat jika ruang-ruang publiknya hidup, budayanya tumbuh, dan warganya terus bergerak bersama membangun lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Mungkin memang begini cara budaya bertahan: tidak bersaing dengan algoritma, tetapi tetap hidup karena ada warga yang mau menjaga, dan ada pemimpin yang sadar bahwa kota tidak dibangun dari semen saja, melainkan juga dari ingatan dan kebersamaan. (tebe)

You Might Also Like

Gandeng PWNU, Pemprov Jateng Akselerasi Pembangunan Umat

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

Minyak Dunia Memanas, Istana Gercep Panggil Menteri ESDM

Enam Hari Berlalu, Misteri Pembunuhan Bocah Cilegon Belum Terjawab

Agustina Angkat 2.354 PPPK: Paruh Waktu, Tapi Komitmennya Full Time!

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangpentas seni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nawal Ajak Kaum Perempuan Rawat Lingkungan
Next Article Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

RINGANKAN BEBAN - Warga Temanggung ngobrol santai dengan Bupati Agus Gondrong di Rumah Singgah milik Pemkab Temanggung. Rumah Singgah Pemkab Temanggung di Semarang dan Jogja jadi jujugan warga yang sedang berobat di dua kota tersebut.
Info

Setahun Rumah Singgah Temanggung, Jadi Andalan Pasien saat Berobat ke Semarang dan Jogja

Juli 9, 2026
Olahraga

Cetak Sejarah di Yonex Ladies Golf Tournament 2025, Aiki Takano Jadi Juara Termuda Sepanjang Gelaran

Juni 12, 2025
Hukum

Upaya Dosen “Kakao” Lolos dari Jerat Hukum Gagal

November 13, 2025
Info

HUT ke-81 RI di Lapas Purwodadi: Ada Darah yang Dibagi dan Lingkungan yang Dibersihkan

Agustus 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina: Kota Hebat Itu Nggak Cuma Beton dan Aspal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?