BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi melantik ratusan pejabat struktural Pemkot Solo, di Balai Tawangarum, Selasa (3/2/2026). Jumlahnya nggak main-main, ada 209 orang, mulai dari Eselon II sampai IV.
Langkah ini disebut sebagai strategi buat ngegas kinerja birokrasi sekaligus jadi ajang penyegaran di tubuh pemerintahan Kota Solo.
Tapi Respati langsung kasih warning keras dan garis tegas: jabatan itu bukan hadiah, tapi responsibility.
Bacaaja: Respati Hadiri Localfest: Bikin Solo Makin Hype, Industri Kreatif Siap Ngebut!
Bacaaja: Respati Ajak Anak Disabilitas Liburan ke Solo Safari: Bukan Cuma Fun, tapi Inklusif
“Ini bagian untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional. Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menuntut para pejabat baru buat pegang teguh integritas dan nggak main-main soal pelayanan publik. Targetnya jelas, masyarakat harus ngerasain dampaknya, bukan cuma lihat seremoninya.
Pelantikan ini, kata Respati, jadi bukti komitmen Pemkot buat memperkuat sinergi dalam menangani berbagai masalah warga. Soalnya, birokrasi yang solid dianggap kunci biar program pemerintah nggak cuma bagus di atas kertas.
Menariknya, Respati sampai perlu menegaskan bahwa rotasi ini murni bagian dari sistem pemerintahan, bukan bagi-bagi kursi.
Respati juga mendorong para pejabat baru supaya nggak kelamaan adaptasi. Harapannya, kolaborasi antar lini bisa makin kuat demi kemajuan Kota Solo.
Ia bahkan membawa konsep “Berseri” birokrasi bersih, kota sehat, rapi, komunikatif, dan enak dipandang masyarakat.
Sementara itu, Sekda Solo Budi Murtono menjelaskan bahwa rotasi sudah lewat berbagai tahapan. Tujuannya biar pejabat bisa saling memahami tugas birokrasi dan memperkuat kerja bareng demi mencapai target pembangunan daerah.
Namun pertanyaannya sekarang, apakah rotasi besar ini bakal benar-benar bikin pelayanan publik makin sat-set, atau cuma jadi rutinitas birokrasi tiap periode?
Warga tentu nggak butuh janji manis, yang ditunggu adalah bukti nyata. (*)

