Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lampion Ngejreng Bikin Purbalingga Glow Up Saat Ramadan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Lampion Ngejreng Bikin Purbalingga Glow Up Saat Ramadan

Di kawasan Alun-alun Purbalingga, cahaya lampion berderet cantik, bikin area yang biasanya jadi titik kumpul warga makin hidup. Begitu adzan Maghrib lewat dan langit makin gelap, warna-warni lampion langsung jadi pusat perhatian

Nugroho P.
Last updated: Februari 20, 2026 4:00 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Lampion-lampion tematik yang cantik menghiasi kawasan Alun-alun Purbalingga serta sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pierre Tendean.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Ramadan di Purbalingga tahun ini terasa beda. Bukan cuma soal ibadah dan ngabuburit, tapi juga soal suasana kota yang mendadak glowing karena ratusan lampion tematik menyala tiap malam.

Di kawasan Alun-alun Purbalingga, cahaya lampion berderet cantik, bikin area yang biasanya jadi titik kumpul warga makin hidup. Begitu adzan Maghrib lewat dan langit makin gelap, warna-warni lampion langsung jadi pusat perhatian.

Nggak cuma di alun-alun, beberapa ruas jalan utama juga ikut disulap jadi lorong cahaya. Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga, Jalan MT Haryono Purbalingga, dan Jalan Pierre Tendean Purbalingga tampil lebih semarak sepanjang Ramadan.

Festival cahaya ini resmi dibuka langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, bareng Wakil Bupati Dimas Prasetyahani dan jajaran Forkopimda. Penekanan tombol simbolis di tengah alun-alun jadi tanda dimulainya Ramadan Light Festival 2026.

Begitu lampion menyala serempak, suasana langsung berubah. Ramadan bukan cuma terasa di masjid dan mushola, tapi juga di ruang-ruang publik yang kini dipenuhi cahaya dan kebersamaan.

Fahmi menyebut, festival ini jadi bagian dari rangkaian kegiatan selama Ramadan 1447 Hijriah. Harapannya sederhana tapi dalam, kota dan warganya bisa sama-sama “bercahaya” saat menjalani puasa.

Event ini digelar mulai 19 Februari sampai 28 Maret 2026, bahkan berlanjut hingga H+7 Lebaran. Artinya, sepanjang Ramadan hingga arus balik, suasana kota tetap semarak.

Selain bikin suasana makin syahdu, festival ini juga diharapkan ngasih efek positif buat ekonomi lokal. Warga yang datang buat ngabuburit, buka bersama, atau sekadar jalan santai, otomatis ikut menggerakkan roda usaha kecil di sekitar lokasi.

Kepala Dinporapar Purbalingga, Sadono, menjelaskan peserta festival dibagi dua kategori: lomba dan partisipan. Konsepnya kolaboratif, jadi banyak elemen ikut terlibat.

Untuk kategori lomba, tiap lima desa di satu kecamatan bikin satu lampion. Sekolah-sekolah dari jenjang SMP/MTs sampai SMA/SMK/MA juga turut ambil bagian dengan kreasi terbaik mereka.

Sedangkan kategori partisipan melibatkan Forkopimda, OPD, instansi vertikal, perguruan tinggi, puskesmas, BUMD, hingga pelaku usaha dan pertokoan. Jadi suasananya benar-benar gotong royong satu kota.

Warga pun menikmati vibe Ramadan yang beda ini. Windi, warga Babakan, bilang festival lampion bikin ngabuburit makin asyik.

Menurutnya, lampion-lampion unik itu jadi spot foto favorit bareng keluarga dan teman. “Sambil nunggu buka, bisa foto-foto dulu. Jadi Ramadan terasa lebih seru dan estetik,” ujarnya.

Di tengah rutinitas puasa dan aktivitas harian, cahaya lampion ini seperti jadi pengingat kecil bahwa Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus. Tapi juga soal merawat kebersamaan, menghidupkan kota, dan menikmati momen dengan cara yang sederhana tapi berkesan. (*)

You Might Also Like

BI Jateng Gelar Jasirah Race 2025: Dorong Wisata Sejarah dan Digitalisasi Ekonomi

Gubernur Jateng Ajukan Rp73 Triliun, Fokus Tangani Rob dan Banjir

Lelaki Misterius Jeruklegi Terseret Pasundan, Warga Gempar

Enggan Nunggu Akhir Tahun, Pemprov Jateng Gaspol Serapan APBD 2025

Dokter Speling, Jemput Warga Sampai Depan Rumah

TAGGED:lampionlight festivalpuasaramadhan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 53 Pohon Tumbang dalam Sehari, Semarang Lagi Nggak Baik-Baik Aja
Next Article Senja, Jajan, dan Jalan Santai: Ngabuburit Seru Purwokerto

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Bandara Ahmad Yani Kini Dilengkapi Penunjuk Digital

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

Masalah Bangsa Sering Berawal dari Rumah yang Rapuh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Duel Dua Wartawan Senior Berebut Kursi PWI 1 Jateng 2025-2030

September 30, 2025
Daerah

Lima Hari yang Nggak Boleh Cuma Jadi Seremoni

Oktober 16, 2025
Daerah

Nasib Ribuan PPPK Gunungkidul Masih Menggantung, Harapan Belum Ikut Padam

Juni 29, 2026
Warga Sragen bergotong royong bangun rumah sasaran program RTLH. Foto: dok.
Daerah

Puluhan Rumah di Sragen Mulai Dibedah, Bupati Turun Langsung Pantau Proyek Desa Bebas RTLH

September 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lampion Ngejreng Bikin Purbalingga Glow Up Saat Ramadan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?