Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dokter Speling, Jemput Warga Sampai Depan Rumah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Dokter Speling, Jemput Warga Sampai Depan Rumah

Dulu, ketemu dokter spesialis buat warga desa itu rasanya kayak nunggu hajatan besar: jarang, mahal, dan ribet. Apalagi jika lokasi desanya kayak lirik serial anime populer tahun 90’an, Ninja Hattori: Mendaki gunung, lewati lembah… Tapi 2025, Pemprov Jateng bikin cerita beda. Di provinsi ini dokter justru yang naik mobil, nyusur desa, dan nyamperin warga. Gratis pula. Namanya Speling, singkatan dari Dokter Spesialis Keliling, program yang bikin kata “akses kesehatan” nggak cuma jadi jargon.

T. Budianto
Last updated: Desember 27, 2025 5:28 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
DOKTER SPELING: Salah seorang petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang lansia saat pelaksanaan Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di salah satu desa di Jateng. Program ini menghadirkan layanan kesehatan gratis langsung ke tengah masyarakat, terutama warga desa dan kelompok rentan, sebagai upaya deteksi dini dan pemerataan akses layanan kesehatan. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Buat sebagian warga desa di Jawa Tengah, memeriksakan diri ke dokter spesialis dulu sering jadi pilihan terakhir. Jarak jauh, ongkos besar, dan fasilitas terbatas bikin banyak keluhan kesehatan dipendam sampai benar-benar parah.

Situasi itu pelan-pelan berubah sejak hadirnya Program Speling di era kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Polanya dibalik. Bukan lagi warga yang harus datang ke rumah sakit, tapi negara yang datang langsung ke desa-desa.

Prinsipnya sederhana: layanan kesehatan harus dekat, gampang, dan gratis. Diluncurkan Maret 2025, Speling sudah menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, mencatat hingga Desember 2025 program ini telah berjalan lebih dari 876 kegiatan. “Speling sudah menjangkau 748 desa di 388 kecamatan dengan total sasaran 83.137 orang. Program ini akan terus bergerak karena masyarakat sangat berharap bisa berlanjut sampai semua terlayani,” ujar Yunita, Selasa (23/12/2025).

Baca juga: Speling Jateng Deteksi Ribuan Warga Alami Gangguan Jiwa

Di balik angka-angka itu, ada cerita kecil yang dampaknya besar. Lansia yang baru pertama kali ngobrol langsung dengan dokter spesialis. Warga yang akhirnya berani cek kesehatan tanpa takut mikir biaya. Keluarga yang mulai paham pentingnya deteksi dini, bukan nunggu sakit dulu baru panik.

Speling juga nggak cuma soal berobat. Setiap kunjungan dibarengi edukasi kesehatan. Warga diajak kenal risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, sekaligus diingatkan soal pola hidup sehat. “Makan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan jangan stres. Pencegahan itu penting,” kata Yunita.

Awalnya, Speling memang difokuskan ke desa-desa miskin dengan akses layanan kesehatan terbatas. Tapi respons masyarakat di luar dugaan. Banyak desa lain ikut angkat tangan minta disambangi.

Skema Lanjutan

Pemprov Jateng pun menyiapkan skema lanjutan. Desa miskin dituntaskan lebih dulu, lalu program diperluas ke seluruh 8.559 desa dan kelurahan di Jawa Tengah. “Setelah desa miskin selesai, program ini akan kami lanjutkan supaya manfaatnya makin luas,” jelas Yunita.

Keberhasilan Speling, kata dia, nggak lepas dari kerja bareng banyak pihak. Pemprov, pemkab/pemkot, puskesmas, rumah sakit, DPRD, perguruan tinggi, sampai media ikut ambil peran. “Tanpa kolaborasi, program ini nggak akan efektif,” tegasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menilai Speling sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya soal menghadirkan layanan kesehatan sampai level desa. Menurutnya, fondasi kesehatan harus dibangun dari unit terkecil masyarakat.

“Di desa itu masyarakat jarang tersentuh dokter, apalagi dokter spesialis. Lewat Speling, targetnya jelas: masyarakat desa harus sehat,” ujar Luthfi. Ia meyakini efek berantainya kuat. Desa sehat akan bikin kecamatan sehat, kabupaten sehat, sampai akhirnya provinsi ikut sehat. Semua berawal dari bawah.

Bagi Luthfi, Speling bukan sekadar program tambal sulam. Harus ada gotong royong agar warga bukan cuma diobati, tapi juga sadar menjaga kesehatan sendiri.

Baca juga: 4,6 Juta Warga Jateng Akses Program Cek Kesehatan Gratis, Terintegrasi dengan Speling

“Sandang, pangan, papan itu penting. Tapi kalau tidak sehat, semuanya jadi tidak ada gunanya,” tandasnya. Kini, Speling bukan cuma layanan kesehatan keliling. Ia jadi simbol negara yang nggak nunggu warganya datang mengeluh.

Di banyak desa Jawa Tengah, dokter spesialis yang datang gratis bukan lagi cerita langka, tapi bukti kalau kesehatan seharusnya memang hak, bukan kemewahan.

Kalau dulu warga desa harus kuat-kuatan nahan sakit, sekarang gantian penyakit yang harus siap-siap ketemu dokter. Negara akhirnya paham: bukan rakyat yang mesti ngejar sehat, tapi sehat yang harus dijemput. (tebe)

You Might Also Like

Tengah Malam Mencekam! Massa Jarah dan Bakar Gedung DPRD Solo

Sri Mulyani: Pajak Itu Kayak Zakat, Guru Itu Beban? Publik: Lah, Serius Bu?

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

Gus Yazid Ngamuk di Pengadilan Tipikor, Seret Panglima TNI hingga Menhan

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

TAGGED:ahmad luthfidokter spelinggubernur jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh
Next Article Upah Naik, Buruh dan Pengusaha Jateng Sama-sama Kecewa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng

April 13, 2026
Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.
Politik

Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

September 29, 2025
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
Info

Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang

April 26, 2026
Daerah

Usai Demo Rusuh, Gubernur Jateng Minta Bupati & Wali Kota Kebut Perbaikan

September 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dokter Speling, Jemput Warga Sampai Depan Rumah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?