Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Akademisi SCU: Subsidi BBM Lebih Tepat untuk Transportasi Umum
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Akademisi SCU: Subsidi BBM Lebih Tepat untuk Transportasi Umum

Sektor transportasi memang menjadi penyumbang konsumsi BBM terbesar dengan porsi sekitar 40 persen dari total penggunaan nasional.

R. Izra
Last updated: Juni 14, 2026 9:42 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
TRANSPORTASI UMUM - Pengguna angkutan umum menaiki bus di halte. (ist)
TRANSPORTASI UMUM - Pengguna angkutan umum menaiki bus di halte. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai akan memberi manfaat lebih besar jika diarahkan untuk membangun transportasi umum dibanding terus menopang konsumsi kendaraan pribadi.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai pola subsidi energi saat ini belum tepat sasaran.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa 93% dari konsumsi BBM subsidi tersebut justru dinikmati oleh kalangan mampu pemilik kendaraan pribadi (roda dua dan roda empat).

Bacaaja: BBM Naik, Pakar Ingatkan Melambungnya Harga Barang
Bacaaja: Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM

Sementara itu, sisanya hanya dinikmati oleh transportasi barang sebesar 4% dan transportasi umum penumpang sebesar 3%.”

Menurut Djoko, sektor transportasi memang menjadi penyumbang konsumsi BBM terbesar dengan porsi sekitar 40 persen dari total penggunaan nasional. Karena itu, pembenahan transportasi publik bisa menjadi solusi jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap subsidi BBM.

Ia mengatakan Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar di sektor transportasi umum. Dari 514 pemerintah daerah di seluruh Indonesia, baru sekitar 45 daerah atau 9 persen yang berhasil membangun sistem transportasi publik yang lebih modern.

“Solusi strategis yang diperlukan adalah percepatan Program Transportasi Umum di tingkat daerah. Langkah ini krusial, mengingat visi Presiden yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju keempat di dunia pada tahun 2045,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Djoko menilai waktu menuju 2045 tinggal 19 tahun sehingga pemerintah perlu segera mendorong pembenahan transportasi umum di daerah. Pengalaman Transjakarta yang telah berjalan selama dua dekade bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain.

Ia juga menyinggung rencana subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta. Menurutnya, anggaran tersebut akan lebih terasa manfaatnya jika digunakan untuk membantu pemerintah daerah memperbaiki layanan angkutan umum.

“Daripada mengalokasikan subsidi Rp 5 juta untuk pembelian motor listrik secara umum, anggaran tersebut akan jauh lebih berdampak jika dialihkan untuk menstimulus pemda dalam membenahi transportasi publik,” imbuhnya.

Meski begitu, Djoko menilai insentif kendaraan listrik tetap bisa diberikan dengan sasaran yang lebih spesifik, yakni masyarakat di pulau-pulau kecil serta kawasan 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan) yang masih mengalami keterbatasan pasokan BBM.

Menurutnya, konsep tersebut sudah terbukti berjalan di Kabupaten Asmat sejak 2007. Penggunaan motor listrik mampu menjadi solusi transportasi di wilayah yang sulit mendapatkan bahan bakar.

Djoko menambahkan, jika layanan transportasi umum semakin baik, pemerintah bisa memberikan tarif murah bahkan gratis bagi pelajar, mahasiswa, buruh, guru, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat kurang mampu.

Pada akhirnya, transportasi umum bukan sekadar alat mobilisasi, melainkan jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat.

Selain juga mampu menciptakan efisiensi fiskal dan anggaran negara, sistem transportasi yang baik juga berfungsi sebagai mitigasi risiko sosial dan unjuk rasa. (bae)

You Might Also Like

Luthfi Minta Ulama Jadi Pendingin Suasana

Kemkop Gandeng Kementan Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Pangan

Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI

Tingkah Pelajar Semarang Beli Celurit 1,5 Meter, Berujung Nangis Diciduk Polisi

Dukungan Deras, Sujarwanto Calon Tunggal Ketum KONI Jateng?

TAGGED:BBMdjoko setijowarnoharga bbmheadlineSCU Semarangsubsidi bbmtransportasi umum
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PAD Naik, Kepala Daerah Dapat Bonus? Usulan Tito Bikin Publik Garuk Kepala
Next Article Digitalisasi Pembayaran: Kemudahan Transaksional dan Ujian Sosial

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK (tengah). (dul)

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Anomali! Cerita Perwira Polisi Pegawai KPK Peras Tersangka Korupsi Bupati Pemalang

Guys.. Nyamuk Jantan Baik, yang Hisap Darah Nyamuk Betina

Prabowo Bidik Indonesia Bebas Gunung Sampah

Isu Santet Berujung Maut, Lansia Tewas Dipukul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Hujan Deras Picu Longsor di Karonsih Selatan

Mei 17, 2026
TERDAKWA TPPU--Terkdakwa kasus pencucian uang hasil korupsi, Gus Yazid, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya usai sidang. (bae)
Hukum

Gus Yazid Kembali Koar-koar di Pengadilan Tipikor: Eks-Pangdam Diponegoro Sudah Ditahan

Mei 20, 2026
Sepak Bola

Widodo Buka Jalan Talenta Lokal Masuk PSIS

Juni 30, 2026
Kuasa hukum terpidan kasus penggelapan, Rayhan Abdillah dan tim menunjukkan pendaftaran PK di PN Semarang, Selasa (21/4/2026). (bae)
Hukum

Kisah Pilu Bella, Audit Janggal Antarkan Dia ke Penjara dan Dipaksa Pisah dari Bayinya

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Akademisi SCU: Subsidi BBM Lebih Tepat untuk Transportasi Umum
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?