BACAAJA, SEMARANG- Kebakaran hebat melanda Metro Sport Center di kawasan Peterongan, Kota Semarang, Senin (4/5/2026) malam. Insiden ini bikin kerugian materi ditaksir tembus Rp5 miliar.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono menyebut, laporan pertama masuk sekitar pukul 19.00 WIB. Nggak butuh waktu lama, petugas langsung meluncur dan tiba lima menit kemudian.
Api awalnya muncul di pojok lantai 1, tepatnya di area aula. Tapi dalam waktu singkat, kobaran langsung membesar dan merambat ke lantai atas. “Api cepat membesar sampai ke lantai 2,” jelas Tantri.
Baca juga: Ratusan Kios Ludes dalam Semalam, Polisi Selidiki Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang
Sebanyak 47 personel damkar diterjunkan buat menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam, api baru betul-betul terkendali sekitar pukul 20.00 WIB dan benar-benar padam sekitar pukul 21.00 WIB.
Meski nggak ada korban jiwa, insiden ini tetap menyisakan korban luka. Sedikitnya lima orang mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan karena sempat terjebak di dalam gedung, termasuk di lantai tiga. Area yang terbakar pun nggak kecil, sekitar 1.500 meter persegi dari total luas bangunan 3.300 meter persegi.
Penyebab Kebakaran
Di sisi lain, Kapolrestabes Semarang Kombes Heri Wahyudi mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran. Api diduga muncul saat ada perbaikan videotron di salah satu ruangan gereja yang berada dalam kompleks tersebut.
“Ada perbaikan elektronik videotron, dan itu diduga jadi pemicu kebakaran,” ujarnya. Salah satu teknisi dilaporkan mengalami luka bakar, sementara dua orang lainnya sempat terjebak di lantai tiga sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas.
Baca juga: Tragedi Kebakaran Warung Kelontong di Semarang, Tewaskan Lansia 94 Tahun
Proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi berencana melakukan olah TKP lebih lanjut bersama tim Inafis untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Satu hal yang sempat jadi kendala di lapangan: banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi, sehingga sedikit menghambat proses penanganan. (tebe)

