Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tragedi Kebakaran Warung Kelontong di Semarang, Tewaskan Lansia 94 Tahun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Tragedi Kebakaran Warung Kelontong di Semarang, Tewaskan Lansia 94 Tahun

R. Izra
Last updated: Maret 1, 2026 8:15 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Kebakaran tragis terjadi di kawasan Jatingaleh, Candisari, Semarang, Minggu pagi (1/3/2026).

Sebuah rumah yang juga dipakai sebagai warung kelontong tiba-tiba dilalap api. Dalam insiden ini, pemilik rumah bernama Wahyono (94) meninggal dunia.

Kapolsek Candisari Iptu Rudi membenarkan kejadian tersebut. Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Bacaaja: Kebakaran Sering Terjadi di Cilacap, 109 Kejadian Setahun
Bacaaja: Kebakaran Terra Drone Disebut Terkait Mafia Sawit, Kita Pantas Curiga Gak Sih?

“Benar ada kebakaran dan satu orang meninggal dunia. Penyebabnya masih dalam penyelidikan,” kata Rudi.

Menurut Ketua RT 4 RW 1 Jatingaleh, Rizal, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ia tiba di lokasi, api sudah membesar di bagian depan rumah yang dijadikan warung.

Korban saat itu sempat ditarik keluar oleh menantunya dari area belakang toko yang diduga menjadi sumber api.

“Saya datang api sudah besar. Pak Wahyono sudah ditarik keluar oleh menantunya,” ujarnya.

Rizal menduga api pertama kali muncul dari kamar kecil yang berada di dekat warung. Saat kejadian, plafon rumah bahkan sudah mulai runtuh karena kobaran api.

Diduga berawal dari puntung rokok

Di dalam rumah saat kejadian ada korban bersama anak dan menantunya. Namun keduanya berhasil selamat.

Berdasarkan informasi awal dari keluarga, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala.

Korban yang sudah lanjut usia dan mengalami kepikunan diduga tidak menyadari rokok tersebut hingga akhirnya memicu kebakaran.

“Korban sudah sepuh dan pikun. Dugaan sementara karena rokok,” kata Rizal.

Korban sebenarnya sempat dievakuasi dalam kondisi masih hidup. Ia kemudian dibawa ke teras rumah tetangga.

Namun tak lama kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Dari keterangan medis, sekitar 80–90 persen tubuh korban mengalami luka bakar akibat kebakaran tersebut.

Akibat kejadian ini, sekitar 90 persen bangunan rumah dan warung kelontong hangus terbakar. Seluruh barang dagangan juga tidak sempat diselamatkan.

Warga sempat berusaha memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.

Seorang warga juga menyebut korban memang masih sering merokok meski sudah sering diingatkan oleh keluarganya.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Yoni, menyampaikan duka atas kejadian tersebut. Menurutnya, korban dikenal sebagai sosok yang tetap semangat berjualan meski usianya sudah sangat lanjut.

“Beliau memang sudah sepuh, tapi masih semangat menjaga warung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri,” katanya. (*)

You Might Also Like

Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pelajar Digelar Mulai Agustus, Ini Cara Ikutnya

Bazar Keramik Sango Diserbu Pengunjung, Jastip Ikut Ngeborong Buat Dijual Lagi

Viral Rusak, Dibilang Cuma Lumut, Drama Panggung Sanggabuwana Bikin Netizen Bingung

Banjir Parah Terjang Kawasan Industri Candi Semarang: Mobil Terendam, Motor Terseret Arus

Elite PDIP Hadir di Sidang Hasto Kristiyanto, Ganjar: Semangat!

TAGGED:headlinekebakaranlansiaSemarangtewastoko kelontong
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Operasi Ketupat 2026 Sasar Lima Titik Rawan
Next Article Ilustrasi proses pengamatan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan. Sidang Isbat 19 Maret Jadi Penentu 1 Syawal 1447 H

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mengapa Kita Bicara Semakin Cepat dan Nyaring?

IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Cek, Napas Masih Panjang atau Mulai Pendek? Paru-Paru Punya Jawaban

2 Juni Dompet Mulai Senyum, Gaji Ke-13 Cair Bawa Kabar Lega

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dikabarkan Menghilang dari Rutan Jelang Lebaran, Simak Fakta Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Maret 22, 2026
Unik

Tugu Titik Nol Kota Lama, Wajah Baru Cilacap

Januari 1, 2026
Kaprodi PPDS Undip, Taufik Eko Nugroho keluar ruang kejaksaan dengan kondisi tangan terborgol dan memakai rompi tahanan, Kamis (15/5/2025).
Unik

Kaprodi PPDS Anestesi Undip Ditahan Kejaksaan, Tersangka Kasus Bullying

Mei 15, 2025
Ekonomi

PKB Didiskon 5 Persen Sampai Akhir 2026

Februari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tragedi Kebakaran Warung Kelontong di Semarang, Tewaskan Lansia 94 Tahun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?