Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

Weekend ini bukan cuma soal nongkrong atau healing tipis-tipis. Di Semarang, jalanan bakal berubah jadi panggung budaya. Tapi ya… konsekuensinya, siap-siap juga ketemu rekayasa lalu lintas. Jadi, mau ikut rame atau malah kejebak macet? Simak dulu biar nggak salah langkah.

T. Budianto
Last updated: April 25, 2026 12:43 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Informasi pengalihan arus lalu lintas dalam rangka Karnaval Seni Budaya Lintas Agama 2026. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Event Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar Minggu (26/4/2026) dipastikan bakal jadi magnet ribuan warga. Karnaval Seni Budaya Lintas Agama ini bakal melintasi rute strategis, dari Balai Kota sampai Simpang Lima, alias jantungnya Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang, kalau skema rekayasa lalu lintas bakal mulai diberlakukan bertahap sejak pukul 13.00 WIB. Bukan tanpa alasan, karena iring-iringan peserta pawai cukup panjang, mulai dari perwakilan etnis sampai kelompok Beleganjur lintas daerah.

Baca juga: Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

“Karena rutenya lewat pusat kota, jalur protokol harus disterilkan. Tapi tenang, sudah kami siapkan titik penyekatan supaya arus tetap jalan,” jelasnya.

Beberapa titik bakal jadi area pengalihan arus. Dari arah utara, kendaraan bakal dibelokkan mulai Simpang Eka Karya dan Bundaran Hotel Siliwangi buat menghindari kepadatan di Tugu Muda. Sementara dari arah Jalan Thamrin (dekat KFC) dan Fatima Zahra, pengendara bakal diarahkan ke jalur alternatif supaya nggak numpuk di Jalan Pandanaran.

Spot Rawan

Spot paling rawan? Jelas di Simpang Pandanaran 1 dan akses masuk Simpang Lima. Buat yang datang dari arah selatan (Polda Jateng), di Bundaran Air Mancur Pahlawan bakal diminta putar balik demi menjaga area Lapangan Pancasila tetap steril selama acara berlangsung.

Nah, buat yang niat nonton langsung, jangan asal parkir. Pemkot sudah wanti-wanti biar nggak parkir di bahu jalan sepanjang rute pawai. “Kantong parkir sudah kami siapkan. Di area start bisa di DP Mall, Gedung Parkir Balai Kota, SMA 3, atau Museum Mandala Bhakti. Untuk finish, bisa di eks Gama Plaza atau belakang Masjid Baiturrahman,” tambah Agustina.

Baca juga: Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

Tahun ini, pawai mengusung tema “Memayu Hayuning Bhawono, Memayu Hayuning Sesami, dan Memayu Hayuning Diri”, yang intinya ngajak semua orang buat hidup rukun, damai, dan saling menghargai.

Yang tampil juga nggak main-main. Mulai dari PHDI Jepara, PHDI Kendal, sampai kelompok Beleganjur dari Jogja bakal tampil bareng kesenian lokal seperti rebana, angklung, barongsai, sampai ikon khas Semarang, Warak Ngendog. Sebagai penutup, bakal ada pementasan spesial Sendratari Legenda Rawa Pening di Simpang Lima, siap jadi klimaks acara yang penuh warna.

Jadi, Minggu ini Semarang bukan cuma soal jalanan, tapi soal pilihan: mau nikmatin budaya penuh warna atau jadi bagian dari “drama” macet kota. Yang jelas, kalau mau dua-duanya… ya itu skill level beda. (tebe)

You Might Also Like

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Bukan Sekadar Kompetisi, Christopherus Music School Cari Musisi Berkelas

Viral Sampah Tumpah di Sultan Agung, DLH Semarang Gercep Beresin: Nggak Sampai 1 Jam!

KPK Boyong 12 Pejabat Tulungagung ke Surabaya, Kasus OTT Bupati Gatut Masih Gelap

Jualan Bahan Petasan di TikTok, Pelaku Dibekuk di Jatim

TAGGED:headlinepawai ogoh-ogohpemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ganjar Pranowo menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda. Trump Minta Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026, Ganjar Sampaikan Respons Menohok
Next Article Sepuluh Bus Baru Trans Semarang Siap Mengaspal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.

Lagi-lagi Keracunan MBG! 137 Siswa di Blora Tumbang, SPPG Sukorejo 2 Diusulkan Tutup

Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota

Groundbreaking PSEL Semarang Raya Ditarget Desember

Imigrasi Sidak Kawasan Industri Kendal, Dua WNA Dideportasi

Stok Beras di Jateng Melimpah Tapi Harga Naik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kebijakan dan komentarnya bikin gaduh negeri ini. Terutama komentar soal guru yang menjadi beban negara. Foto: dok./humas Kemenkeu
Unik

Sri Mulyani: Pajak Itu Kayak Zakat, Guru Itu Beban? Publik: Lah, Serius Bu?

Agustus 19, 2025
Pendidikan

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Maret 28, 2026
Info

12 Pejabat Kejaksaan di Jateng Berganti

Agustus 15, 2026
Info

Pengobatan Gratis di Panti Marhaen Kembali Diserbu Warga

Mei 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?