Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sri Mulyani: Pajak Itu Kayak Zakat, Guru Itu Beban? Publik: Lah, Serius Bu?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sri Mulyani: Pajak Itu Kayak Zakat, Guru Itu Beban? Publik: Lah, Serius Bu?

MENTERI Keungan Sri Mulyani makin sering bikin publik geleng-geleng: pajak disamakan dengan zakat, guru disebut beban negara, dan orang dengan pengeluaran 3 juta per bulan diklaim sudah kaya. Sementara di negara lain guru dihormati, di Indonesia justru disepelekan. Kritik publik pun menguat: bukan guru yang bikin negara miskin, tapi kebijakan ngawur yang bikin rakyat sengsara.

baniabbasy
Last updated: Agustus 20, 2025 3:59 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kebijakan dan komentarnya bikin gaduh negeri ini. Terutama komentar soal guru yang menjadi beban negara. Foto: dok./humas Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kebijakan dan komentarnya bikin gaduh negeri ini. Terutama komentar soal guru yang menjadi beban negara. Foto: dok./humas Kemenkeu
SHARE

KALAU zakat dan wakaf itu ibadah yang datang dari hati, maka pajak itu kewajiban yang datang bersama ancaman sanksi. Tapi entah kenapa, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyamakan keduanya. Publik pun garuk-garuk kepala: kok ya bisa dibandingkan? Bedanya setipis lembaran slip gaji ASN yang langsung terpotong tiap bulan.

Belum reda, datang lagi PMK Nomor 37 Tahun 2025. PPh 22 sebesar 0,5 persen dari omzet bruto, ditambah PPN yang naik jadi 12 persen. Para pelaku usaha kecil sampai geleng-geleng: katanya UMKM didukung, kok malah diperas? Kalau gini, yang maju bukan usahanya, tapi hutangnya.

Dan yang paling bikin nyesek, Bu Ani—sapaan akrabnya— menyinggung soal gaji guru dan dosen dalam pidatonya di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri di ITB. Kata dia, rendahnya gaji guru dan dosen adalah tantangan keuangan negara, sehingga apakah seluruh pembiayaan hidup guru dan dosen harus ditanggung oleh negara, atau melibatkan masyarakat.

Pidato yang kemudian membuat netizen mengubahnya menjadi kalimat satir, bahwa guru dan dosen beban negara. Ya memang sih. pidato Bu Ani itu, kalau disimpulkan ya bisa jadi, guru dan dosen membebani negara. Kalau guru dianggap beban, siapa yang kelak mendidik generasi penerus? Atau jangan-jangan kita diminta belajar ekonomi langsung dari YouTube? Atau sesuai harapan ibu, gaji guru dan dosen dimintakan sumbangan ke masyarakat?

Soal guru dan dosen di Indonesia, memang cukup ironis. Sebab di banyak negara, guru dihormati dengan gaji tinggi, fasilitas oke, dan status sosial yang terhormat.

Di Indonesia? Gaji rendah, beban kerja tinggi, penghargaan minim. Jangan heran kalau anak muda lebih pengen jadi selebgram ketimbang guru. Soalnya, di sini profesi pendidik bukan pintu kesejahteraan, tapi pintu kesabaran.

Kontroversi ini memberi satu pesan jelas: pejabat publik seharusnya berhati-hati dalam memilih kata. Retorika tanpa empati hanya bikin publik merasa dilecehkan.

Masyarakat berharap pemerintah menghemat anggaran dari pos-pos yang tidak produktif, bukan dari pendidikan. Karena guru itu pilar peradaban. Kalau kesejahteraan mereka diabaikan, jangan salahkan masa depan bangsa yang ambruk.

Oh ya, satu lagi. Bu Ani juga bilang orang dengan pengeluaran 3 juta per bulan sudah dianggap kaya. Wah, kalau gitu kita semua boleh panggil diri sendiri Sultan Kaget. Masalahnya, di Jakarta, 3 juta itu habis buat bayar kontrakan sama ongkos. Jadi “kaya” versi siapa dulu nih, bu?

Pertanyaan besar pun muncul: kenapa Sri Mulyani yang dulu dielu-elukan sebagai ekonom jenius, sekarang lebih sering melontarkan komentar yang bikin gaduh publik? Apakah beliau sudah lelah, atau memang rakyatnya yang diminta pura-pura bahagia di tengah beban hidup yang makin berat?

Yang jelas, bukan guru yang bikin negara ini miskin, tapi kebijakan ngawur yang bikin rakyat makin sengsara.

Baca Aja.co – Baca yang penting! Yang penting Baca Aja.

You Might Also Like

Visa Haji Furoda Tak Kunjung Terbit, Bagaimanakah Nasib Jemaahnya? Ini Kata Menteri Agama

Pria Tendang Kucing hingga Mati di Blora, Polda Jateng Kantongi Identitas Pelaku

Artificial Intelligence Insights: Unveiling the Power of Machine Learning

Respons Istana soal Teror kepada Ketua BEM UGM: Enggak Tahu Siapa

Ngeri! Istri Eks-Pangdam Widi Ungkap Aliran Duit Korupsi Rp18,5 M Buat Kampanye Prabowo

TAGGED:Guru beban negaraheadlineKata Menkeu Sri MulyaniMenteri Keuangan Sri Mulyanisri mulyani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Felix Iryantomo-- Peneliti Senior INSTRAN (Inisiatif Strategis Transportasi) JEMBATAN TIMBANG DIBUBARKAN, BAGAIMANA PENGAWASAN ANGKUTAN BARANG SELANJUTNYA…?
Next Article Ketua DPR RI Puan Maharani. Pidato Puan: Negara Konoha, One Piece, dan Ironi Demokrasi Kita

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Soekarno-Fatmawati.

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Pesantren Nggak Jalan Sendiri Lagi, Pemkot Semarang Ikut Turun Tangan

Desember 30, 2025
Ekonomi

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

Agustus 24, 2026
Unik

Operasi Sindoor: Serangan Udara India yang Dipertanyakan Efektivitasnya

Mei 10, 2025
JALAN RUSAK--Petugas memperbaiki kerusakan ruas Jalan Candi Penataran Raya, Kalipancur, Kota Semarang. (ist)
Info

Pemkot Semarang Tuding Truk Galian C Jadi Biang Kerok Jalan Kalipancur Cepat Rusak

Juli 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sri Mulyani: Pajak Itu Kayak Zakat, Guru Itu Beban? Publik: Lah, Serius Bu?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?