Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah

R. Izra
Last updated: Februari 9, 2026 9:38 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Wali Kota Solo, Respati Ardi, turun langsung memimpin kerja bakti massal di kawasan Pasar Gedhe hingga bantaran Sungai Kalipepe, Senin (9/2/2026).
Wali Kota Solo, Respati Ardi, turun langsung memimpin kerja bakti massal di kawasan Pasar Gedhe hingga bantaran Sungai Kalipepe, Senin (9/2/2026).
SHARE

BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo, Respati Ardi, turun langsung memimpin kerja bakti massal di kawasan Pasar Gedhe hingga bantaran Sungai Kalipepe, Senin (9/2/2026).

Ratusan personel gabungan TNI-Polri dan jajaran OPD dikerahkan. Namun di balik aksi bersih-bersih itu, Respati justru menemukan persoalan klasik: manajemen sampah yang amburadul.

Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik pasar. Pengangkutan yang lambat membuat bau menyengat tak terhindarkan. Kondisi tersebut dinilai menciptakan lingkungan kumuh dan tidak sehat, jauh dari citra kota wisata.

Bacaaja: Respati Siapkan Saingan Wisata Jalanan Thailand di Yos Sudarso Solo
Bacaaja: Solo Punya Logo Baru di Usia ke-281, Respati Gandeng ISI: Biar Nggak Ada Unsur Subjektif

Respati pun meminta dinas terkait tidak lagi setengah hati dalam menangani persoalan kebersihan pasar. Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan sekadar urusan estetika, tetapi juga menentukan kenyamanan aktivitas jual beli.

“Tahun 1988 sudah dicanangkan Surakarta sebagai kota berseri—bersih, sehat, rapi, dan indah. Kita lakukan ini dengan niat baik agar kota tetap layak dinikmati seluruh masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya menyasar pemerintah, Respati juga memberi peringatan keras kepada pedagang. Ia menegaskan aturan kebersihan bukan formalitas yang boleh diabaikan.

“Kami akan buat komitmen dengan pedagang. Jika ada yang bertahun-tahun berjualan tapi tidak mengindahkan kebersihan, kami akan tindak tegas. SHP bisa kami cabut, karena masih banyak masyarakat lain yang ingin menggunakan kios,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting, terlebih Solo bersiap menghadapi lonjakan kunjungan saat Ramadan. Pemerintah kota tidak ingin wisatawan disambut wajah pasar yang kotor.

Respati menambahkan, kebersihan juga akan terus diperkuat di kawasan wisata. Baginya, sektor pariwisata bukan pelengkap, melainkan denyut ekonomi Kota Bengawan.

“Kita bersiap di Ramadan, bersiap mendatangkan banyak wisatawan. Kebersihan menjadi hal utama agar orang nyaman berkunjung,” katanya.

Ia menegaskan, menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Sebab, ketika kota gagal merawat kebersihan, yang dipertaruhkan bukan hanya citra daerah, tetapi juga sumber pendapatan.

“Kita komitmen menjaga iklim pariwisata, karena kota ini hidup dari pariwisata,” tandas Respati. (*)

You Might Also Like

Kasus Air Keras Diserahkan TNI, Publik Jadi Makin Bingung

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

Viral Gerakan ‘Setop Bayar Pajak’ di Jateng, Warga: Ekonomi sedang Tidak Baik-baik Saja

Solo Punya Logo Baru di Usia ke-281, Respati Gandeng ISI: Biar Nggak Ada Unsur Subjektif

Last Call Mudik Gratis! 640 Orang Berangkat dari Pasar Senen

TAGGED:headlinekurveipasar gedheresik-resikrespati ardiSolowali kota solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh. Ribuan Hektare Sawah di Jateng Kebanjiran, DPRD: Petani Jangan Sampai Ditinggal Sendiri
Next Article Bupati Temanggung, Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Gondrong, berhasil meraih Tropi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kompleks Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026). Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Februari 16, 2026
Ilustrasi koruptor.
Hukum

Dana Desa Dipakai Bayar Pinjol, Bendahara Bundesma Kini Tersangka

April 1, 2026
Unik

Menjelang Kongres PWI, Suasana Dibikin Guyub: Integritas Jadi Janji Bareng

Agustus 30, 2025
Politisi PDI Perjuangan yang juga Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta industri semen jadi pelopor terwujudnya target Net Zero Emissions 2060.
Sirkular

DPR Minta Industri Semen Pelopori Gerakan Energi Hijau

Juli 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?