Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Solo Punya Logo Baru di Usia ke-281, Respati Gandeng ISI: Biar Nggak Ada Unsur Subjektif
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Solo Punya Logo Baru di Usia ke-281, Respati Gandeng ISI: Biar Nggak Ada Unsur Subjektif

R. Izra
Last updated: Februari 9, 2026 10:05 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Wali Kota Solo, Respati Ardi, memukul gong sebagai penanda resminya peluncuran logo sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) digelar di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu malam (8/2/2026).
Wali Kota Solo, Respati Ardi, memukul gong sebagai penanda resminya peluncuran logo sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) digelar di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu malam (8/2/2026).
SHARE

BACAAJA, SOLO – Kota Solo resmi punya logo Hari Jadi ke-281. Mengusung makna “Berbudaya, Pradaya, Sejahtera,” logo ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Peluncuran logo sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) digelar di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu malam (8/2/2026).

Acara dibuka dengan tari Perang Kembang dari mahasiswa ISI, lalu dilanjutkan penampilan tari yang memperkenalkan identitas visual logo. Para penari tampil dengan busana biru-kuning—warna yang dimaknai sebagai simbol kepercayaan dan harapan.

Bacaaja: Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid
Bacaaja: Respati Komitmen Jaga MBG di Solo Zero Accident: Dicek dari Saus sampai Armada

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan logo ini bukan sekadar gambar, tapi representasi semangat dan identitas Kota Bengawan. Menurutnya, Solo ingin tetap dikenal sebagai kota budaya, namun juga terus bergerak dinamis, inovatif, dan maju.

“Launching logo ini jadi momentum awal komitmen kerja sama antara Pemkot Surakarta dan ISI Surakarta. Filosofi dan desainnya sepenuhnya diproduksi oleh teman-teman ISI,” ujar Respati.

Ia juga menegaskan, menggandeng kampus seni dilakukan bukan tanpa alasan. Salah satunya untuk meminimalkan unsur subjektivitas, baik kepentingan politik maupun selera pribadi pemimpin.

“Dalam pembuatan logo seperti ini pasti ada unsur subjektivitas. Jadi fokusnya adalah menghindarkan subjektivitas politik dan subjektivitas pemimpin. Kita saling menghormati antar institusi,” jelasnya.

Lebih dari sekadar proyek desain, Respati menilai kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kebudayaan di Solo.

“MoU ini bukan cuma soal logo, tapi juga pengembangan budaya di dunia pendidikan. Terima kasih kepada ISI Surakarta yang sudah menjadi mitra strategis,” katanya.

Respati berharap peringatan Hari Jadi ke-281 bisa jadi energi baru bagi warga, memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan optimisme agar Solo semakin maju, kompetitif, tanpa kehilangan karakter budayanya.

Sementara itu, Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Pemkot Solo kepada pihaknya.

Menurut Bondet, logo “Berbudaya, Pradaya, Sejahtera” dirancang dengan filosofi yang saling terhubung. Berbudaya mencerminkan identitas Solo, Pradaya berarti aksi dan keberdayaan, sedangkan Sejahtera menjadi tujuan akhirnya.

“Kami mencoba meramu identitas, aksinya dalam bentuk pradaya, lalu goals-nya seperti apa, semua terangkum dalam logo ini. Warnanya dibuat cerah dan happy, tapi tetap punya akar tradisi yang kuat,” terangnya.

Secara visual, logo ini memadukan berbagai simbol khas, seperti corak Rojomolo, Batik Parang, Batik Kawung, hingga keris—semuanya dikemas dengan sentuhan lebih kekinian.

Menariknya, ada juga elemen Batik Kawung digital yang merepresentasikan teknologi. Filosofinya jelas: kemajuan teknologi bukan untuk menghapus budaya, tapi justru meramu tradisi jadi sesuatu yang lebih relevan di masa depan.

Dengan logo baru ini, Solo seolah ingin bilang satu hal, tradisi tetap dijaga, tapi langkah ke depan juga harus makin berani. (*)

You Might Also Like

Aniaya Anak Sambil Rekam, Ayah Kandung Bejat Diciduk Polisi

IEU-CEPA Jadi Pintu Masuk Produk Hijau RI ke Pasar Eropa

Bupati Kepahiang Rela Terbang Jauh ke Temanggung, Mau Bongkar Rahasia Kopi!

Penanganan Longsor Ungaran Ditarget Rampung Seminggu

Tujuh BPR Tutup Sepanjang 2025, Nasib Tabungan Aman Gak Ya?

TAGGED:hut ke-281hut kota soloisi solologorespati ardiwali kota solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mahasiswa KKN Upgris mengajak ibu-ibu Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Ibu-ibu PKK Pedurungan Lor Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick
Next Article Pengendara motor berhenti di depan pintu masuk wisata air hangat Nglimut, Rabu (14/22026). (dul) Menengok Nglimut di Kendal, Tempat Favorit Warga Rehat Sejenak dari Penatnya Aktivitas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

ILUSTRASI IKN - Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi kota hantu. (grafis/wahyu)

MK Tegaskan Ibu Kota Negara Masih Jakarta, Pembangunan IKN Sia-sia?

IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.

Total 24 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci, Terbaru Calhaj dari Medan

LAYANI PELANGGAN - Pegiat sosial-budaya sekaligus pemilik Angkringan West, Udin Larahan sedang melayani pelanggan warungnya. (dul)

“Ndes” Mulai Jarang Kedengeran, Dialek Semarangan Pelan-pelan Hilang dari Tongkrongan

MUSEUM - Museum Ranggawarsita, Kota Semarang. (ist)

Nasib Pilu Pengunjung Museum Ranggawarsita Semarang, Bocah SD Tewas Tertimpa Patung

Rapat Belum Kelar, Asap Rokok dan Game Keburu Viral Dulu, Nah Loh…

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Rentetan Bom Guncang Thailand Selatan, SPBU Jadi Sasaran

Januari 12, 2026
Daerah

Banyak Isu Sensitif, Forkopimda Purbalingga Kumpul di Polres Bahas Ini

Agustus 20, 2025
Ekonomi

Bansos Dipercepat Cair, PKH dan BPNT Mulai April

April 7, 2026
Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Polisi, Dosen Muda, dan Misteri Kematian di Semarang

November 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Solo Punya Logo Baru di Usia ke-281, Respati Gandeng ISI: Biar Nggak Ada Unsur Subjektif
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?