BACAAJA, SEMARANG – Kasus pengeroyokan yang bikin pesilat Pagar Nusa tewas terus diusut. Hingga hari ini Polres Demak menetapkan 7 orang sebagai tersangka.
Korban malam itu pulang usai kegiatan perguruan. Di jalan, ia justru jadi sasaran pengeroyokan. Aksi kekerasan itu berujung maut.
Dari tujuh tersangka, tiga orang sudah dewasa berinisial WS, MBS, REA. Empat lainnya masih anak-anak usia 16–17 tahun. Polisi memastikan semuanya tetap diproses.
Bacaaja: Emosi Bapak Anaknya Dikeroyok hingga Meninggal, Nadirin: Nyawa Balas Nyawa
Bacaaja: Pesan Ketua Pagar Nusa Jateng, Gak Boleh Balas Dendam atas Kematian Bimo
Kasatreskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, bilang penyidikan masih jalan terus. Polisi masih membedah peran masing-masing pelaku.
Polisi bilang ada yang keliru dalam narasi yang beredar. Polisi pengin meluruskan isu soal geng. Para tersangka disebut bukan anggota geng tertentu.
“Dari para tersangka yang kami tetapkan, tidak ada yang tergabung dalam geng tertentu. Mereka merupakan masyarakat biasa, sebagian hanya nongkrong di pinggir jalan,” jelasnya.
Kasus pengeroyokan ini terhadi Jumat dini hari (26/12/2025). Warga melapor ada keributan di depan Ganefo, Mranggen. Saat polisi datang, korban sudah tergeletak.
Korban sempat dibawa ke RS Pelita Anugerah Mranggen. Nyawanya masih sempat ditangani tim medis. Tapi akhirnya tak tertolong.
Para tersangka berinisial WS, MBS, REA, serta empat ABH berusia 16–17 tahun. Mereka berasal dari Demak, Grobogan, dan Semarang. (bae)

