BACAAJA, SEMARANG – Ini yang ditunggu-tunggu. Akhirnya AKBP Basuki dipecat.
Karirnya hancur karena dia nekat main perempuan. Yang dia mainin Dwinanda Linchia Levi, seorang dosen Untag.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, bilang pemecatan AKBP Basuki hasil putusan sidang etik.
Sidangnya digelar kemarin, Rabu siang sampai sore.
Bacaaja: Mahasiswa Untag Kenang Dosen Levi Ceria dan Friendly, Desak Polisi Usut Tuntas
Bacaaja: Kasus Kematian Dosen Untag Banyak Kejanggalan, Ini Kata Petir
Prosesnya panjang. Tujuh saksi turun tangan. Mereka ngomong langsung di depan majelis.
Dari keterangan itu, AKBP Basuki disebut nyenggol delapan pasal kode etik. Lumayan banyak buat satu orang.
Bagian yang bikin heboh itu ini. Dia disebut dekat banget dengan seorang perempuan, Levi.
Sampai masukin nama Levi ke Kartu Keluarga tanpa bilang istri. Anehnya lagi, ini kejadian lama, tapi meletusnya sekarang.
Kata Artanto, puncaknya ada di Minggu malam, 16 November. Mereka nginep bareng di sebuah kostel Semarang.
Besoknya, Senin pagi, Levi ditemukan meninggal. Nah, dari sinilah semua jadi riuh.
“Peristiwa ini memicu pemberitaan luas dan merusak citra positif institusi Polri,” ucap Artanto, Kamis (4/10/2025).
Menurut majelis, AKBP Basuki terbukti melakukan perbuatan tercela yang berdampak pada menurunnya citra positif polri di masyarakat.
Hasil sidang pun tegas. Majelis sepakat: perbuatannya tercela. Sanksi etika dijatuhkan. Plus sanksi administratif patsus 30 hari. Dan yang paling berat PTDH.
Tapi AKBP B bilang mau banding. Masih ada babak lanjutannya.
Polda Jateng bilang tegas. Siapapun yang melanggar, kami tindak tanpa pandang bulu. Institusi harus dijaga. (bae)

