Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Miris, Ratusan Perempuan dan Anak di Jateng Alami Kekerasan pada 2025
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Miris, Ratusan Perempuan dan Anak di Jateng Alami Kekerasan pada 2025

Kekerasan pada perempuan dan anak di Jawa Tengah belum juga turun. Sepanjang 2025, ratusan kasus kembali terlapor, menandakan ruang aman masih jadi barang mahal.

T. Budianto
Last updated: Desember 20, 2025 4:23 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
LBH Apik Semarang menggelar laporan catatan tahunan (Catahu) 2025 secara daring via zoom. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Miris, ya. Perempuan dan anak-anak masih belum dapat ruang aman. Tahun lalu saja Jawa Tengah masih di peringkat kedua nasional dengan angka kekerasan tertinggi.

Parahnya, angka kekerasan di Jateng terus meningkat. LBH Apik Semarang mencatat, sepanjang 2025 menerima 218 pengaduan kekerasan berbasis gender.

“Itu kekerasan berbasis gender yang diadukan ke kantor, kami” ujar Direktur LBH Apik Semarang, Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko saat merilis Catatan Tahunan (Catahu), Kamis (18/12/2025).

Baca juga: Begini Perkembangan Kasus Eks Kapolres Ngada Terkait Kekerasan Seksual Anak 

Kasus yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Bentuknya beragam, dari fisik hingga penelantaran ekonomi. Banyak korban memilih bertahan karena tekanan sosial soal keutuhan keluarga.

Kekerasan seksual berbasis elektronik juga jadi sorotan tahun ini. Ada 29 perempuan dan anak yang menjadi korban. Modusnya mulai dari sebar konten intim hingga pemerasan dan pelecehan daring. Jumlah kasus kekerasan digital ini naik tajam. Teknologi makin sering dipakai untuk menyakiti korban. Padahal aturannya sudah ada dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Keberpihakan Aparat

Raden Rara Ayu menyebut praktik di lapangan masih bermasalah. Beberapa kasus kekerasan seksual, termasuk pada anak, diselesaikan lewat mediasi. Bahkan ada korban yang justru dinikahkan dengan pelaku. Kondisi ini menunjukkan aparat belum sepenuhnya berpihak pada korban. Banyak korban juga masih disalahkan dan distigma. Tak sedikit yang mengalami reviktimisasi saat melapor.

Baca juga: Menag Angkat Suara Soal Gus Elham, Kerap Cium Anak-anak Perempuan di Atas Panggung

Situasi tersebut membuat korban enggan mencari keadilan. Banyak kasus akhirnya tak terungkap. Pelaku pun kerap lolos dari hukuman setimpal. LBH Apik mendorong layanan hukum yang lebih setara dan inklusif. Korban perlu merasa aman saat melapor. Negara bilang melindungi, masyarakat bilang sabar, aparat bilang damai. Tapi korban tetap sendirian. (bae)

You Might Also Like

Kartu Zilenial Lagi Ramai, 25 Ribu Anak Muda Jateng Ikut Naik Kelas

PSIS Pulang Bawa Satu Poin

KPU ‘Lock’ 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres Untuk Dipublish

Lantik Pejabat Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi: No Titipan, Ngebut Layani Warga

Ketika “Seragam” Ikut Terseret Kasus Pabrik Narkoba

TAGGED:headlinekekerasan perempuan dan anaklbh apikpemprov jatengpolri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Adu Tarik UMK Kota Semarang: Buruh di 3,72 Juta, Pengusaha Ngerem di 3,64 Juta
Next Article Layar Pendek, Mimpi Panjang dari Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

NU Jateng Sebut Ashari Bukan Kiai, Izin Pesatren Dipertanyakan: Dia Itu Dukun!

Mei 9, 2026
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf a;ias Gus Ipul.
Unik

Mensos Saipul Usul Korban Bencana Sumatera Dikasih Jaminan Hidup Rp10.000 Sehari

Desember 18, 2025
Saksi-saksi sidang korupsi BUMD Cilacap diambil sumpah.
Hukum

Kolonel TNI Akui Terima Uang dari Terdakwa Korupsi BUMD Cilacap

Oktober 23, 2025
DEMO BURUH: Ratusan buruh Sritex demo di depan kantor Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu.(bae)
Info

Buruh Sritex Meradang, Nasibnya Kayak Roller Coaster Gak Jelas Arahnya

September 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Miris, Ratusan Perempuan dan Anak di Jateng Alami Kekerasan pada 2025
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?