Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jekuti Butuh Trans Jateng! MTI: Ekonomi Terus Tumbuh, Jangan Tunggu Macet Makin Parah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jekuti Butuh Trans Jateng! MTI: Ekonomi Terus Tumbuh, Jangan Tunggu Macet Makin Parah

R. Izra
Last updated: Agustus 20, 2026 7:24 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
NAIK TRANS JATENG - Penumpang hendak naik armada Trans Jateng di bekas Terboyo, Semarang. (dul)
NAIK TRANS JATENG - Penumpang hendak naik armada Trans Jateng di bekas Terboyo, Semarang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kawasan Jepara-Kudus-Pati (Jekuti) merupakan salah satu pusat ekonomi di Jateng. Namun, hingga saat ini kawasan Jekuti belum tersentuh layanan transportasi publik aglomerasi yang memadai.

Karena itu, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menghadirkan layanan Trans Jateng di koridor Jekuti.

Sekretaris MTI Wilayah Jawa Tengah, Anastasia Yulianti, mengatakan aktivitas ekonomi di kawasan Jekuti terus tumbuh.

Bacaaja: Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung
Bacaaja: Dukung Bus Listrik Trans Jateng, Saleh: Transportasi Publik Nyaman dan Ramah Lingkungan

Kudus menjadi pusat industri pengolahan, Jepara dikenal sebagai sentra mebel dan garmen, sedangkan Pati menopang sektor pertanian, perikanan, hingga agroindustri.

Sayangnya, tingginya aktivitas tersebut belum diimbangi dengan layanan angkutan massal yang layak.

“Output ekonomi yang besar belum diimbangi penyediaan angkutan massal yang modern dan memadai,” ujar Anastasia, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, Kudus menjadi tujuan utama perjalanan masyarakat dari wilayah sekitarnya. Sekitar 72 persen perjalanan keluar dari Jepara mengarah ke Kudus, sementara dari Pati mencapai 73 persen.

Di sisi lain, angkutan umum di kawasan itu justru terus menyusut. Armada semakin berkurang, jadwal operasional tidak menentu, hingga membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi.

“Sebanyak 74 hingga 89 persen perjalanan harian kini menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor,” katanya.

Kondisi tersebut berdampak pada semakin padatnya arus lalu lintas, terutama di jalur Pantura Timur. Bahkan, tingkat kejenuhan lalu lintas di ruas Batas Demak–Jepara hingga Margoyoso tercatat mencapai 1,16, sedangkan Jalan Lingkar Juwana mencapai 1,83, yang berarti volume kendaraan sudah melampaui kapasitas jalan.

Tak hanya itu, dalam lima tahun terakhir jumlah armada angkutan umum di kawasan Jekuti juga terus menurun. Bahkan di Kudus, jumlah armada disebut berkurang hingga 30 persen.

“Sebagian angkot dan angkudes kini lebih banyak dimanfaatkan sebagai angkutan carter dibanding melayani penumpang reguler,” ungkapnya.

MTI menilai kehadiran Trans Jateng di koridor Jekuti bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.

Selain mempermudah mobilitas warga, layanan tersebut juga dinilai penting untuk mendukung perjalanan para pekerja menuju kawasan industri seperti Mayong, Kalinyamatan, Jekulo, hingga Margorejo.

“Realisasi Trans Jateng di koridor Jekuti sudah tidak bisa ditunda lagi. Layanan ini penting untuk menjamin mobilitas pekerja dan menjaga produktivitas ekonomi kawasan,” tegas Anastasia. (*)

You Might Also Like

Limbah Batu Bara Bakal Dipakai Bangun Giant Sea Wall di Kendal, Ini Alasannya

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

Baru Dilantik, Lima Kepala Daerah Tumbang di Tahun Sama

Saat Tubuh Berbalik Arah, Autoimun Makin Dekat

Curang UTBK di Undip, Ada Peserta Bawa Alat Bantu Dengar

TAGGED:headlinejekutijeparakudusmasyrakat transportasi indonesiamti jatengpati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Musyawarah di Media Sosial Hanya Ilusi Belaka?
Next Article Febrie Ardiansyah Dikabarkan Kabur ke Tanah Suci, Kejagung: Masih di Indonesia, Dipantau

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rudal Houthi Mengancam, WNI di Saudi Diminta Waspada

Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.

MA Ultimatum Hakim Nakal: Dagang Perkara, Siap Dipecat!

Murid Tak Naik Kelas pada 2027, DPR Minta Dikaji Ulang

PINDAH LAPAS: Puluhan napi Lapas Semarang menuruni kapal saat proses pemindahan ke Nusakambangan. (ist)

36 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan

Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji

November 24, 2025
Daerah

Tarling Jadi Ajang “Chemistry Check” Forkopimda Semarang

Maret 18, 2026
Kemacetan kendaraan terjadi di flyover Jatingaleh, Semarang, setelah penutupan Jalan Gombel Lama. (dul)
Info

Macet Panjang di Jalan Gombel, Antrean Kendaraan Mengular dari Arah Bawah

April 21, 2026
Ketua Golkar Jateng M Saleh meraih gelar doktor bidang hukum dari Universitas Islam Sultan Agung, Sabtu (14/2/2026). Disertasinya terkait keadilan ekologis PSN menuai apresiasi.
Pendidikan

Disertasi Saleh Terkait Keadlian Ekologis PSN Tuai Apresiasi Akademisi

Februari 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jekuti Butuh Trans Jateng! MTI: Ekonomi Terus Tumbuh, Jangan Tunggu Macet Makin Parah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?