BACAAJA, GROBOGAN– Tembok lapas bukan berarti membatasi kesempatan untuk produktif. Di Lapas Kelas IIB Purwodadi, budidaya ikan lele mutiara menjadi salah satu jalan bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan sekaligus belajar menghasilkan uang.
Buktinya, panen terbaru mencapai 130 kilogram dan hasilnya langsung dijual kepada pembeli. Panen yang dilaksanakan baru-baru ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang perikanan. Kegiatan tersebut juga mendukung upaya ketahanan pangan melalui budidaya yang menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Bagi warga binaan, prosesnya bukan sekadar memberi pakan lalu menunggu ikan besar. Mereka terlibat dalam sejumlah tahapan, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, hingga panen.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Purwodadi Diajak Jauhi Narkoba
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan praktis yang bisa dikembangkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana. Apalagi, budidaya ikan merupakan salah satu bidang usaha yang dapat dipelajari secara bertahap sesuai kemampuan dan ketersediaan modal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Prayogo Utomo mengatakan, panen 130 kilogram lele mutiara merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Panen lele mutiara sebanyak 130 kilogram ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Hasil panen yang kemudian dijual kepada pembeli menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Jadi Bekal
Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Program budidaya lele mutiara ini memperlihatkan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tak cukup hanya berbicara soal kedisiplinan dan perubahan perilaku. Keterampilan kerja juga perlu disiapkan agar warga binaan memiliki pilihan ketika kembali menjalani kehidupan di luar lapas.
Penjualan hasil panen menjadi salah satu tahapan penting karena memperlihatkan bahwa kegiatan budidaya tidak berhenti sebagai latihan, tetapi mampu menghasilkan produk yang dapat dipasarkan.
Baca juga: Lapas Purwodadi Sosialisasi Pembebasan dan Cuti Bersyarat
Lapas Purwodadi pun berupaya mengembangkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kemandirian. Keberhasilan panen ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan pengelolaan budidaya sekaligus memperluas kesempatan warga binaan mengembangkan potensi diri.
Sebab, keberhasilan pembinaan bukan hanya soal bagaimana seseorang menjalani masa pidana, tetapi juga apa yang bisa ia lakukan setelah kembali ke masyarakat. Lele boleh dipanen hari ini, tetapi harapannya, keterampilan dan semangat mandiri yang tumbuh di kolam itu bisa ikut dibawa pulang nanti. (tebe)

