BACAAJA, SEMARANG- Nama Andhi Nur Huda jadi pusat perhatian dalam sidang lanjutan korupsi tanah BUMD Cilacap, Senin (5/1/2026). Mantan Direktur PT Rumpun Sari Antan ini dituntut paling berat dibanding terdakwa lain. Alasannya simpel tapi pedas: dia dinilai paling dominan menguasai aliran duit negara.
Jaksa menuntut Andhi dengan pidana pokok 18 tahun penjara, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani. Tapi jangan buru-buru lega, karena itu baru pembuka.
Masih ada denda Rp750 juta. Kalau ogah bayar, hukumannya nambah lima bulan kurungan. Kedengarannya kecil, tapi cerita besarnya belum dimulai. Bagian paling bikin kening berkerut ada di uang pengganti.
Baca juga: Top Korupsi di Jateng, Kasus Sritex dan BUMD Cilacap Masih Bertakhta
Jaksa menuntut Andhi mengembalikan Rp152,1 miliar ke negara. Kalau uang itu tak dibayar, ancamannya diganti penjara 9 tahun 6 bulan. Kalau dijumlah-jumlah, Andhi bisa mendekam hampir 28 tahun di balik jeruji. Rinciannya: 18 tahun pidana pokok plus hampir 10 tahun dari hukuman pengganti. Paket lengkap, tanpa diskon.
Jaksa menegaskan, posisi Andhi dalam perkara ini bukan figuran. Ia disebut sebagai aktor paling dominan dalam penguasaan dan pembagian uang hasil korupsi.
Lebih Ringan
Sementara dua terdakwa lain mendapat tuntutan lebih ringan. Awaluddin Muuri, mantan Sekda sekaligus Pj Bupati Cilacap, dituntut 10 tahun penjara. Lalu Iskandar Zulkarnain, eks Komisaris PT Cilacap Segara Artha, dituntut 14 tahun.
Kasus ini bermula dari transaksi jumbo pembelian lahan seluas 716 hektare oleh BUMD PT Cilacap Segara Artha. Lahan dibeli dari PT Rumpun Sari Antan dengan nilai Rp237 miliar. Masalahnya, duit lunas, tanah nihil.
Belakangan terungkap, lahan tersebut masih bersengketa dengan Kodam IV Diponegoro sebagai pemilik asal. Negara keburu keluar duit, tapi asetnya nggak pernah benar-benar dikuasai. Lebih pahit lagi, uangnya disebut sudah keburu dibagi-bagi.
Baca juga: TPPU Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Keseret Kasus Pencucian Uang Rp20 Miliar
Saat ini, penyidik tak berhenti di perkara korupsi saja. Dugaan pencucian uang juga ikut diusut. Artinya, ancaman hukuman Andhi bisa saja belum mentok di angka 28 tahun.
Duit ratusan miliar bisa hilang cepat, tapi hitungan tahun di penjara terasa lama. Sekali pegang uang negara terlalu rakus, sisanya tinggal nunggu palu hakim yang jatuh pelan….., tapi berat. (bae)

