Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 2.500 Pelari Ikuti Susurun 2026
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

2.500 Pelari Ikuti Susurun 2026

T. Budianto
Last updated: Oktober 18, 2026 10:42 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PELEPASAN PESERTA: Sekda Jateng, Sumarno membunyikan terompet didampingi Bupati Boyolali Agus Irawan (kanan) saat melepas ribuan pelari kategori 10K ajang Susurun 2026 di Alun-Alun Kidul Boyolali, Minggu (18/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BOYOLALI– Ada yang datang buat mengejar personal best, ada yang ingin menikmati suasana, ada pula yang sekalian berburu kuliner. Di Susurun 2026, lari bukan cuma soal seberapa cepat kaki melangkah, tetapi juga bagaimana mengenalkan Boyolali kepada lebih banyak orang.

Digelar di Alun-Alun Kidul Boyolali, Minggu (18/10/2026), ajang lari ini diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai daerah. Jumlahnya melonjak sekitar 56 persen dibandingkan penyelenggaraan perdana tahun lalu yang diikuti 1.600 pelari.

Bagi Pemprov Jateng, keramaian tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan sport tourism alias pariwisata olahraga. Ribuan peserta yang datang bukan sekadar memenuhi garis start dan finis, tetapi juga berpotensi menjadi wisatawan yang mengenal destinasi, mencicipi kuliner, hingga menggerakkan usaha lokal.

Baca juga: AHY Run Panaskan Mesin Sport Tourism Jateng

Sekda Jateng, Sumarno yang mewakili Gubernur melepas peserta kategori 10 kilometer (10K) mengatakan, Boyolali memiliki potensi alam yang layak diperkenalkan lebih luas. “Boyolali punya kekayaan alam luar biasa, sehingga wisata Boyolali perlu kita kembangkan,” ujar Sumarno.

Ia berharap Susurun bisa menarik lebih banyak pengunjung, termasuk dari luar Jateng. Menurutnya, setiap kabupaten/kota juga perlu mengembangkan acara olahraga sesuai karakter alam dan keunggulan daerah masing-masing.

Tak melulu lari di jalan raya, Pemprov Jateng turut mendorong pengembangan trail run yang memanfaatkan bentang alam sebagai daya tarik. Dengan begitu, olahraga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi yang selama ini belum banyak dilirik.

Agenda Tahunan

Bupati Boyolali, Agus Irawan pun berharap, Susurun berkembang menjadi agenda tahunan. Selain mendorong kebiasaan hidup sehat, acara ini diharapkan memberi efek ekonomi bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM, penginapan, hingga restoran.

Digelar melalui kolaborasi Kraft Kreativindo dan Pemkab Boyolali, Susurun 2026 menghadirkan kategori 5K dan 10K. Sepanjang rute, pelari mendapat sambutan dari warga, anak-anak sekolah, serta kelompok seni dan budaya setempat.

Suasana tersebut membuat peserta tak hanya terpaku pada catatan waktu. Mereka juga mendapat pengalaman berlari dengan sentuhan lokal yang menjadi bagian dari daya tarik Boyolali.

Identitas Boyolali sebagai Kota Susu pun ikut dibawa ke lintasan. Panitia menyediakan susu asli daerah sebagai penyegar bagi para pelari. Promosi produk lokal jadi terasa lebih dekat: bukan sekadar dipajang di stan, tetapi hadir langsung dalam pengalaman peserta.

Baca juga: Menpora-Menpar Dukung Sport Tourism

Fety (28), peserta asal Solo yang kembali mengikuti Susurun setelah berpartisipasi tahun lalu, mengaku merasakan dukungan warga yang semakin meriah. Ia berharap penyelenggaraan berikutnya bisa lebih ramai.

Sementara itu, Revan (24) dari Semarang tampil mencuri perhatian dengan kostum Bujang Ganong, karakter dalam kesenian Reog Ponorogo. Ia berharap bisa kembali tahun depan dengan kostum yang lebih menarik sekaligus ikut mempromosikan susu Boyolali. “Tahun depan semoga bisa ikut lagi, memakai kostum lain yang lebih keren, dan ikut mempromosikan susu Boyolali, susunya segar,” pungkasnya.

Tantangannya, jangan sampai yang naik cuma jumlah pelari dan unggahan media sosial. Kalau ribuan orang sudah datang, tetapi warung tetap sepi, produk lokal tak terbeli, dan wisatawan tak punya alasan untuk kembali, berarti promosi baru berhasil sampai garis finis, dampak ekonominya masih tertinggal di belakang. (tebe)

You Might Also Like

WFH ASN Jateng Mulai “Diungkit”, yang Masih Rebahan Jumat Bisa Jadi Tinggal Kenangan

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Napi Blok Drupada Hancurkan Blok Gatotkaca di Final Futsal Lapas Semarang

Mees Hilgers Kembali Gabung Timnas

PLTS Gajah Mungkur Mulai Dibangun

TAGGED:pemkab boyolalipemprov jatengsport tourism jatengsusurun 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Warga Binaan Lapas Purwodadi Panen Ratusan Kilogram Lele Mutiara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

2.500 Pelari Ikuti Susurun 2026

Warga Binaan Lapas Purwodadi Panen Ratusan Kilogram Lele Mutiara

Anak Susah Bangun? Trik Umpan Makanan Favorit Ada Syaratnya

Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya

Anak Mendadak Takut Pipis? Jangan-Jangan Trauma Dibentak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Gubernur: Jangan Biasakan yang Biasa, ASN Harus Berani Berinovasi

Juli 23, 2025
Info

Pembangunan Tanggul Dikebut, Grobogan Balapan Sama Debit Air

Februari 21, 2026
Ekonomi

Apindo Dorong Jateng Jadi Pusat Investasi Baru

Juni 20, 2026
Info

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

Agustus 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 2.500 Pelari Ikuti Susurun 2026
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?