BACAAJA, GROBOGAN– Narkoba bukan cuma bisa menyeret seseorang berurusan dengan hukum. Dampaknya bisa merembet ke kesehatan, hubungan keluarga, kehidupan sosial, bahkan masa depan. Karena itu, menjauhi narkoba bukan sekadar soal takut dihukum, tetapi juga tentang keberanian memberi diri sendiri kesempatan untuk hidup lebih baik.
Pesan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi bahaya narkoba yang digelar DPC Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Kabupaten Grobogan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran warga binaan mengenai risiko penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun komitmen untuk menjauhi barang terlarang tersebut.
Dalam sosialisasi itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai dampak negatif narkoba, cara mengenali risiko penyalahgunaan zat terlarang, hingga langkah menghindari lingkungan dan pergaulan yang berpotensi menjerumuskan pada penyalahgunaan narkotika.
Baca juga: Lapas Purwodadi Sosialisasi Pembebasan dan Cuti Bersyarat
Materi yang diberikan tak hanya menekankan konsekuensi hukum. Warga binaan juga diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan, memperbaiki diri, serta membangun pola hidup yang lebih positif selama menjalani pembinaan.
Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Sebab, meninggalkan masa lalu bukan hanya soal menyelesaikan masa hukuman, tetapi juga menyiapkan langkah agar tidak kembali terjerumus dalam persoalan serupa.
Perwakilan DPC Geram Kabupaten Grobogan mengatakan, pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum.
Tumbuhkan Kesadaran
Pendekatan edukatif dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri setiap individu, sehingga keputusan menjauhi narkoba muncul dari pemahaman, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, warga binaan semakin memahami bahaya narkoba dan memiliki tekad kuat untuk menjauhinya. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menentukan masa depan yang lebih baik, sehingga jangan sampai narkoba menjadi penghalang untuk menjalani kehidupan yang sehat dan produktif,” ungkap perwakilan Geram.
Geram berharap pesan antinarkoba tak berhenti setelah sosialisasi selesai. Pemahaman tersebut perlu diterapkan dalam keseharian, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan lembaga terkait juga dibutuhkan agar warga binaan memiliki ruang untuk membangun kehidupan yang lebih sehat dan produktif.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista
Melalui kegiatan ini, DOC Geram Kabupaten Grobogan ingin memperkuat pesan bahwa pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Kesempatan memperbaiki diri harus dibarengi dengan lingkungan yang mendukung dan keputusan untuk menjauhi risiko penyalahgunaan narkotika.
Pada akhirnya, masa lalu memang tak bisa diputar ulang, tetapi masa depan masih bisa diperjuangkan. Jangan sampai pintu keluar dari lapas justru menjadi pintu masuk ke masalah yang sama. Sebab, bebas yang sesungguhnya bukan cuma soal keluar dari balik jeruji, melainkan juga mampu berkata tidak ketika narkoba kembali mengetuk pintu kehidupan. (tebe)

