BACAAJA, GROBOGAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus mengembangkan program pembinaan warga binaan melalui pendidikan. Salah satunya lewat kolaborasi dengan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Grobogan.
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung Senin (7/9/2026) tersebut memberikan materi Bahasa Inggris dan Ekonomi. Dua bidang ini dipilih untuk menambah pengetahuan sekaligus kemampuan praktis yang bisa digunakan warga binaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, warga binaan diajak mengenal kosakata, membuat kalimat sederhana, melakukan percakapan, hingga mempraktikkan komunikasi dasar. Materi diberikan secara bertahap agar lebih mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan.
Baca juga: Lapas Purwodadi Bantu Bedah Rumah Warga
Sementara materi Ekonomi membahas hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan, pengelolaan keuangan, produksi, distribusi dan konsumsi, hingga mengenali peluang usaha.
Pengetahuan tersebut diharapkan membantu warga binaan lebih bijak mengelola sumber daya sekaligus melihat peluang ekonomi yang bisa dikembangkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. “Kami terus mendorong agar warga binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya. Pembelajaran Bahasa Inggris dan Ekonomi melalui sinergi bersama SPNF SKB Kabupaten Grobogan,” kata Erik.
Bekal Bermanfaat
Tidak hanya menambah pengetahuan, lanjutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka untuk menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dengan SPNF SKB Kabupaten Grobogan menjadi langkah positif untuk memperluas akses pendidikan nonformal bagi warga binaan.
Pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk kembali beraktivitas secara positif di masyarakat.
Baca juga: Lapas Purwodadi Serius Bersih-Bersih
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang tidak berhenti pada aktivitas di dalam lapas. Pendidikan diarahkan agar warga binaan punya bekal nyata ketika waktunya kembali ke lingkungan masing-masing.
Lapas Purwodadi pun berkomitmen mengembangkan program pembinaan yang edukatif, produktif, dan berkelanjutan bersama berbagai pihak.
Sebab, masa pidana boleh menjadi bagian dari perjalanan hidup, tetapi masa depan tetap harus punya ruang untuk ditulis ulang. Dan kali ini, modalnya bukan cuma niat baik, tapi juga kosakata baru dan ilmu mengatur uang. (tebe)

