Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral! Siswa di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai ke Sekolah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Viral! Siswa di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai ke Sekolah

Siswa SD-SMP di Pandeglang, Banten, harus bertaruh nyawa menyebrangi arus sungai yang deras saat berangkat dan pulang sekolah.

R. Izra
Last updated: Oktober 27, 2025 8:57 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Siswa menyeberang arus sungai yang deras.
Siswa menyeberang arus sungai yang deras.
SHARE

BACAAJA, BANTEN – Sebuah video lagi rame banget di medsos. Isinya? Puluhan murid SD dan SMP di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, terpaksa berenang buat nyebrang sungai demi bisa sekolah. Nggak ada jembatan? Yup — jembatan penghubung udah putus sejak tahun lalu.

Di video berdurasi 37 detik itu, kelihatan anak-anak nyebrang sungai yang berlumpur dengan arus lumayan kencang. Untungnya ada satu guru yang berjaga supaya murid-muridnya nggak keseret arus. Aksi nekat yang bikin warganet geleng-geleng plus miris.

Warga setempat, Firdaus, bilang kalau jembatan gantung itu hanyut gara-gara banjir besar pada awal Oktober 2024.

“Waktu itu banjirnya gede banget sampai ngangkut jembatan gantung di Kampung Cegog,” katanya, Jumat (24/10/2025).

Pasca kejadian, warga udah sering banget ngajuin permohonan pembangunan jembatan baru ke pemerintah daerah. Tapi? Sampai sekarang masih zonk.

“Pemkab Pandeglang sempet janji mau bangun lagi, tapi nggak ada follow-up. Padahal ini vital banget buat anak sekolah,” lanjut Firdaus.

Alhasil, hampir setiap hari para pelajar literally bertaruh nyawa cuma buat pergi dan pulang sekolah. Kalau arus sedang kencang, anak-anak mesti dituntun satu-satu biar nggak hanyut. Bayangin stresnya.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Pandeglang, M. Dadi Rajadi, mendesak pemerintah buat gercep: bangun jembatan baru atau bikin jalur alternatif yang aman.

“Keselamatan pelajar nggak boleh ditunda-tunda. Minimal kasih solusi sementara,” tegasnya.

Dadi juga ngingetin, infrastruktur dasar di daerah pedalaman Pandeglang butuh perhatian serius, apalagi daerah rawan bencana.

Karena, masa iya 2025, anak sekolah masih harus berenang cuma buat belajar? Bagaimana menurut Sobat Bacaaja? (*)

You Might Also Like

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

Polisi Tes Urine Sopir Bus Maut Po Cahaya Trans, Kapolda Jateng Bilang Begini

Camat Margorejo Kelabakan Dicecar KPK soal Mahar Perangkat Desa

Barcelona Anggap Rashford Prospek Bagus, Deco: tapi . . .

Cerita Gus Amin soal Rapat Bahas Mahar Seleksi Perangkat Desa di Pati

TAGGED:bantenbertaruh nyawaheadlinesebrangi sungaisiswa pandeglang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya mengatasi banjir di Semarang dan Grobogan. BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan
Next Article Saat Kata Menari, Anak Muda Banyumas Bangun Semangat Literasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Jatidiri Deg-degan: Pemain Pilar Absen, Asing Nunggu Lampu Hijau

Januari 16, 2026
Info

IDI Usul Gaji Dokter, Spesialis Tembus Rp110 Juta

Agustus 30, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi dampingi Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon serahkan SK Keraton Solo, Minggu (18/1/2026).
Daerah

Respati Dampingi Menbud Serahkan SK Keraton Solo, Babak Baru Penataan Kasunanan

Januari 18, 2026
LATIHAN PENANGANAN KARHUTLA - Kodim 0728/Wonogiri menggelar latihan gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Alas Kethu.
Info

Kebakaran Hutan dan Lahan di Jateng Meledak 700 Persen

Agustus 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral! Siswa di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai ke Sekolah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?