BACAAJA, SEMARANG- Di tengah situasi global yang makin nggak jelas arahnya, DPD Partai Golkar Jawa Tengah ikut angkat suara. Ketua DPD Golkar Jateng, Mohammad Saleh bilang pihaknya full support langkah pemerintah buat jaga stabilitas energi nasional.
Menurut dia, gerak cepat Presiden Prabowo Subianto bareng Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bukan sekadar formalitas. Ini jadi sinyal kalau pemerintah lagi serius banget nge-handle potensi krisis energi yang bisa datang kapan aja.
Baca juga: Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Siapkan Peta Jalan Konsolidasi
“Golkar di daerah siap dukung kebijakan strategis pemerintah, apalagi yang berkaitan dengan keamanan pasokan energi. Sekalian juga kami dorong transisi ke energi baru terbarukan, biar nggak terus-terusan bergantung sama impor,” kata Saleh di Semarang, Rabu, (15/4/2026).
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga udah sounding hal serupa. Menurutnya, kondisi global sekarang lagi nggak ramah, konflik geopolitik, terutama di Timur Tengah, bikin pasar energi dunia ikut goyang.
Tetap Aman
Dalam situasi kayak gini, kata Sarmuji, Prabowo dan Bahlil bisa dibilang lagi “banting tulang” buat jaga Indonesia tetap aman dari krisis energi. Apalagi setelah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad nggak nemu titik terang.
Kondisi ini makin bikin banyak negara saling sikut buat dapetin pasokan energi. Di tengah persaingan itu, Bahlil disebut harus keliling “diplomasi energi”, dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika, sampai Afrika, bahkan Rusia, buat cari alternatif pasokan.
Baca juga: Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD
“Dalam kondisi normal aja nyari sumber energi alternatif itu susah. Apalagi sekarang, semua negara lagi rebutan. Jadi langkah cepat pemerintah itu penting banget,” jelas Sarmuji.
Golkar pun memastikan bakal terus pasang badan buat dukung kebijakan pemerintah, termasuk dorong diversifikasi energi biar Indonesia bisa lebih mandiri ke depan. (tebe)

