Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Kalau masih ada BUMD yang “hidup segan mati tak mau”, mungkin ini saatnya digeber serius. DPRD Jateng mulai angkat suara: jangan cuma jadi pelengkap struktur, tapi harus jadi mesin duit daerah yang beneran jalan.

T. Budianto
Last updated: Maret 28, 2026 3:55 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PIMPINAN DEWAN - Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.
PIMPINAN DEWAN - Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh ngasih sinyal tegas ke seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah Pemprov Jateng: waktunya upgrade diri. Bukan cuma eksis di atas kertas, tapi harus benar-benar nyumbang ke pendapatan daerah alias PAD.

Targetnya juga nggak main-main. Di tahun 2026, pendapatan daerah Jateng dipatok naik 3,04 persen jadi Rp23,74 triliun. Di sisi lain, belanja daerah malah ditekan turun 2,79 persen. Artinya? Daerah harus makin kreatif cari pemasukan, dan BUMD jadi salah satu kunci utamanya.

Baca juga: Saleh Dampingi Bahlil ke Sragen, Serius Ngobrolin Potensi Energi dan Sinergi Pusat-Daerah

Sementara itu, pembiayaan daerah tercatat Rp414,5 miliar, dengan rincian penerimaan Rp484,5 miliar dan pengeluaran Rp70 miliar. Angka-angka ini jadi pengingat kalau ruang fiskal nggak bisa terus bergantung pada sumber lama.

Menurut Saleh, BUMD harus naik level jadi “mesin uang” yang adaptif dan kompetitif. Nggak bisa lagi pakai cara lama kalau mau bersaing dan untung. “BUMD itu harus punya model bisnis yang berkelas, fleksibel, dan bisa ngikutin zaman. Kalau nggak, ya bakal kalah duluan,” kira-kira begitu pesannya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (Foto: Ist)

Mulai Terlihat

Beberapa contoh mulai kelihatan. Misalnya, rest area Tol Solo-Semarang KM 445B di Tuntang, Salatiga yang dikelola PT Jateng Agro Berdikari. Ada juga pabrik garam industri milik PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) di Pati yang sudah jalan sejak Juni 2025.

Selain itu, BUMD juga mulai merambah ke bisnis greenhouse, perdagangan komoditas pangan, sampai penyediaan air minum untuk kawasan industri. Lumayan, mulai ada tanda-tanda “bangun dari tidur panjang”.

Baca juga: Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Tapi Saleh ngingetin, nggak cukup cuma jalan, harus dikelola dengan serius. Profesional, transparan, dan punya target yang jelas. Evaluasi rutin juga wajib, biar nggak ada lagi BUMD yang jalan di tempat.

Di sisi lain, harapannya nggak cuma soal cuan. Kalau BUMD bisa optimal, dampaknya bisa kemana-mana: buka lapangan kerja, dorong ekonomi lokal, sampai bikin struktur fiskal daerah makin kuat.

Jadi, kalau masih ada BUMD yang kerjanya cuma “rapat, laporan, lalu hilang”, mungkin sekarang waktunya berubah. Karena di era target triliunan, yang dibutuhin bukan sekadar papan nama, tapi benar-benar mesin penghasil, bukan mesin alasan. (tebe)

You Might Also Like

Pemkot Fokus Benahi BUMD Biar Setoran ke PAD Makin Nendang

Luthfi: Bank Jateng Jangan Cuma Simpan Uang, UMKM Harus Dibikin Naik Kelas

Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung

KPK Kasih Jempol, Urusan Izin Tambang di Jateng Jadi Contoh Nasional

Program Speling Jateng Sudah Layani 102 Ribu Warga

TAGGED:bumddprd jatengfraksi golkar dprd jatengheadlinemohammad salehpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi
Next Article Ajak Pejabat Intip Lapas, Gubernur Kasih Peringatan Halus

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Stop Naik Gajah! Semarang Zoo Bilang: Cukup Difoto, Jangan Ditunggangi

Februari 6, 2026
Kondisi perkampungan di wilayah pesisir Senmarang, di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Semarang Utara. Tambak yang tidak lagi produktif, dan ancaman genangan rob yang menghantui sehari-hari. Foto: BAE
Sirkular

Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob

Juli 20, 2025
ENGLISH CASTER--Talitha Shahiza menjadi English caster pada grand final Surge Valkyrie Clash, turnamen kualifikasi menuju Esports World Cup. (ist)
Olahraga

Suara Caster Cantik asal Indonesia Menggema di Final Esports Eropa

Juli 17, 2026
Kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.
Unik

Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara

November 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?