Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 177 Posbankum Lahir, Warga Semarang Nggak Perlu Drama Polisi-Pengadilan Buat Nyelesaiin Urusan Hukum
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

177 Posbankum Lahir, Warga Semarang Nggak Perlu Drama Polisi-Pengadilan Buat Nyelesaiin Urusan Hukum

Di era ketika ribut batas tanah bisa viral sebelum selesai dimediasi, langkah Pemerintah Kota Semarang bikin 177 Posbankum di tiap kelurahan ini rasanya kayak upgrade fitur hidup sehari-hari. Urusan hukum yang biasanya ribet, kini bisa diselesaikan dekat rumah, tanpa harus menunggu “episode selanjutnya” di pengadilan.

T. Budianto
Last updated: November 19, 2025 3:18 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KUNJUNGI POSBANKUM: Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas didampingi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Duta Posbankum, Sherly Tjoanda Laos melakukan kunjungan ke Posbankum Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang, Selasa (18/11). (Foto: Humas Pemkot)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas melakukan kunjungan ke Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan Kramas, Tembalang, Selasa (18/11). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional jelang peresmian Posbankum Desa/Kelurahan se-Jawa Tengah, Rabu (19/11).

Turut hadir Gubernur Maluku Utara sekaligus Duta Posbankum, Sherly Tjoanda Laos, jajaran Kemenkumham, Kanwil Kemenkumham Jateng, dan pemerintahan Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut kedatangan Menkumham bukan hanya kehormatan, tapi momen penting untuk menunjukkan praktik terbaik layanan hukum berbasis masyarakat. Posbankum sendiri merupakan program nasional yang diluncurkan 5 Juni 2025, bagian dari Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo.

Agustina menjelaskan, Kota Semarang kini sudah punya Posbankum di 177 kelurahan, semuanya beroperasi dekat dan cepat untuk warga. Kelurahan Kramas dipilih jadi lokasi kunjungan nasional karena dinilai paling siap, baik sarana kerja, paralegal, hingga budaya penyelesaian sengketa lokalnya.

Posbankum Kramas yang sudah jalan sejak Maret 2025 juga terbilang efektif. Selama Januari-November, hanya ada tujuh kasus masuk, termasuk dua sengketa batas tanah-dan semuanya tuntas di kelurahan tanpa naik level ke pengadilan. “Ini bukti literasi hukum warga sudah tinggi dan layanan Posbankum bekerja,” kata Agustina.

Pilot Project

Setelah berdialog dengan warga dan pelajar, Menteri Supratman meninjau langsung ruang layanan. Ia memberikan penilaian positif. “Kantornya representatif, sumber dayanya paham tujuan Posbankum, dan kasusnya selesai diterima kedua pihak. Ini keren,” ujarnya. Ia juga menilai Kramas layak dijadikan pilot project nasional, dengan catatan dokumentasi proses terus ditingkatkan.

Menkumham menekankan bahwa reformasi hukum yang segera berlaku, termasuk KUHP dan hukum acara pidana baru, memberi ruang besar bagi penyelesaian sengketa lewat pendekatan restorative justice. Posbankum dinilai sebagai contoh nyata bagaimana persoalan warga tidak harus berakhir di meja hijau.

Agustina melihat penyelesaian cepat dan manusiawi seperti di Kramas punya dampak besar untuk stabilitas kota. “Ketenangan sosial terjaga, dan ini penting untuk ekosistem kota perdagangan dan jasa yang aman dan nyaman bagi warga maupun investor,” jelasnya.

Duta Posbankum Sherly Tjoanda Laos juga mengingatkan pentingnya layanan hukum bagi generasi muda. Saat berdialog dengan pelajar SMA, ia menyoroti isu bullying, pencemaran nama baik di media sosial, hingga konflik keluarga. Ia menilai literasi hukum sejak dini penting agar anak muda paham hak dan kewajiban mereka.

Kunjungan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat akses keadilan berbasis masyarakat. Agustina menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan terus meningkatkan kapasitas paralegal, memperluas edukasi hukum, dan menjadikan Posbankum sebagai pusat literasi hukum yang inklusif.

Dengan adanya 177 Posbankum ini, urusan hukum warga Semarang nggak perlu lagi dimulai dari “lapor polisi dulu, bingung nanti”, tapi cukup datang ke kelurahan sambil bawa keberanian buat mediasi. (tebe)

You Might Also Like

Pasar Modern BSB City Semarang Terbakar, 50 Kios Terdampak

436,9 Ribu Pekerja di Jateng Sudah Kantongi BSU

Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan

Rayakan Anniversary Perdana, BacaAja Pilih Villa Inessya Jadi Titik Kumpul

Polisi Tukang Intip Polwan Mandi akan Dipecat? Polda Jateng: Pekan Depan Penentuan

TAGGED:headlinepemkot semarangposbankum semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketika Rival Jadi Penyelamat, Istri Bos Persela Nakhodai PSIS
Next Article Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Opini

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

September 20, 2025
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)
Info

MBG TV Viral Duluan, BGN Kaget Belakangan: “Itu Bukan Program Kami”

Februari 28, 2026
Info

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Juni 26, 2026
Sepak Bola

Gol Sabda Bikin PSIS Raih Tiga Poin di Laga Perdana

September 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 177 Posbankum Lahir, Warga Semarang Nggak Perlu Drama Polisi-Pengadilan Buat Nyelesaiin Urusan Hukum
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?