BACAAJA, SEMARANG– Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang memperkuat komitmen melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika melalui Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar).
Komitmen itu digaungkan dalam kegiatan Jalan Sehat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 bertajuk “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar” yang digelar di halaman Kantor BNNP Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026).
Ribuan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian. Mulai dari pelajar, kader PKK, relawan antinarkoba, organisasi masyarakat, Forkopimda, instansi pemerintah, hingga warga Kota Semarang memadati lokasi kegiatan yang juga diisi senam bersama, hiburan, dan kampanye hidup sehat tanpa narkoba.
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Agus Rohmat menegaskan, peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, ancaman narkotika terhadap anak dan remaja harus dicegah sejak dini sebelum mereka menjadi korban.
Baca juga: Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan
“Kalau seorang anak sudah terjerumus narkoba, yang hilang bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, bahkan masa depannya ikut terancam. Karena itu pencegahan harus dimulai jauh sebelum semuanya terlambat,” tegas Agus.
Ia menjelaskan, Ananda Bersinar dibangun dengan keyakinan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, sekolah, dan komunitas tempat anak bertumbuh.
Anak-anak, kata Agus, tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Mereka juga harus dibekali kemampuan mengenali risiko, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, hingga berani menolak ketika ada ajakan mencoba narkoba. “Yang ingin kita bangun adalah keberanian anak untuk berkata ‘tidak’,” ujarnya.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan 10 Sobat Bersinar, yang berasal dari pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang. BNNP ingin mengubah cara pandang bahwa generasi muda bukan hanya kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun pergaulan mereka.
Garda Terdepan
Agus berharap para Sobat Bersinar bisa menjadi contoh positif sekaligus menyebarkan gaya hidup sehat tanpa narkoba kepada teman-teman seusianya. “Hari ini mereka bukan hanya diajak menjauhi narkoba, tetapi berdiri di depan sebagai bagian dari gerakan pencegahan,” katanya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Semarang terhadap Gerakan Ananda Bersinar. Menurutnya, membangun kota tidak cukup hanya lewat infrastruktur. Kualitas generasi muda juga harus dijaga agar tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter kuat, dan berada di lingkungan yang mampu melindungi mereka dari narkoba,” ujar Agustina.
Ia juga mengapresiasi lahirnya 10 Sobat Bersinar yang dinilai mampu menjadi teladan bagi teman-teman sebayanya. “Saya ingin Sobat Bersinar menjadi contoh bahwa anak muda Kota Semarang bisa menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan jangan pernah takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.
Baca juga: Alumni Paskibraka Diajak Perangi Narkoba
Agustina menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi mudanya sehat, produktif, dan memiliki daya saing.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang unggul. Ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.
Melalui sinergi BNNP Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Gerakan Ananda Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai slogan semata, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang hidup di lingkungan sekitar.
Narkoba sering datang dengan janji “sekali coba nggak apa-apa”. Padahal yang hilang bisa seumur hidup. Karena itu, mungkin pahlawan masa depan bukan cuma mereka yang berani melawan kejahatan, tapi juga anak-anak muda yang berani bilang, “Nggak, makasih.” (tebe)

