BACAAJA, SEMARANG- Kawasan Taman Industri Bumi Semarang Baru alias BSB City mulai memberlakukan sistem portal sejak 10 April 2026. Kebijakan ini langsung kerasa efeknya, terutama buat kendaraan berat yang biasa hilir mudik lewat jalur Ngaliyan, khususnya turunan Silayur yang dikenal rawan.
Portal ini bukan asal pasang. Pengelola, yakni PT Karyadeka Alam Lestari menerapkan aturan ini berdasarkan instruksi Dinas Perhubungan Kota Semarang terkait pembatasan kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton.
Baca juga: Wali Kota Semarang Akui Jalur Silayur Tak Layak Dilintasi Truk Besar
General Manager Operasional, Eddy Purnama, menjelaskan kalau portal dipasang di dua titik krusial: pintu keluar utara dekat pos keamanan dan pintu selatan depan Uptown Mall.
“Portal mulai berlaku sejak 10 April 2026 pukul 12.00 WIB, dan cuma dibuka dari jam 23.00 sampai 04.00 WIB,” jelasnya. Dengan tinggi maksimal 3,5 meter, portal ini otomatis “nyaring” kendaraan besar di jam-jam sibuk. Artinya? Sopir truk nggak bisa lagi asal lewat siang hari. Pilihannya cuma dua: nunggu malam atau muter jalur lain.
Efek Domino
Efek dominonya langsung terasa di dunia logistik. Jadwal pengiriman mulai diacak ulang, sopir harus siap standby lebih lama, dan perusahaan ekspedisi ikut putar otak biar distribusi tetap jalan.
Di sisi lain, pengelola BSB menilai langkah ini bukan sekadar pembatasan, tapi upaya serius buat menekan risiko kecelakaan di turunan Silayur yang selama ini dikenal “nggak ramah” buat kendaraan berat.
Baca juga: Silayur Rawan Kecelakaan, Warga Hidupkan Lagi Tradisi Ruwatan
Nggak cuma soal jam lewat, kondisi kendaraan juga jadi sorotan. Pengelola mengingatkan pentingnya cek armada secara rutin karena rem blong di turunan bukan sekadar cerita, tapi ancaman nyata.
Sosialisasi pun sudah digencarkan ke para sopir dan pelaku logistik dari berbagai daerah. Harapannya, semua bisa mulai adaptasi pelan-pelan dengan pola baru yang lebih aman.
Dulu yang penting kuat nanjak, sekarang harus pinter ngatur jam. Di Silayur, ternyata bukan cuma rem yang diuji, tapi juga kesabaran nunggu portal buka. (dul)

