BACAAJA, SEMARANG- Ramainya wisatawan yang datang ke Pantai Tirang ternyata ikut membawa dampak positif bagi warga sekitar. Banyak pelaku UMKM di kawasan Tambakharjo yang kini mulai merasakan manfaat dari berkembangnya wisata pantai tersebut.
Berbagai olahan hasil laut kini menjadi andalan warga untuk dijual kepada pengunjung. Mulai dari bandeng, otak-otak bandeng, seafood, hingga hasil tangkapan laut lainnya banyak dijajakan di sekitar kawasan wisata.
Baca juga: Pantainya Cakep, Jalannya Bikin Niat Healing Tenggelam
Ketua Pokdarwis Pantai Tirang, Dio Hermansyah mengatakan, sebagian besar produk yang dijual memang berasal langsung dari warga sekitar. “Di sini yang diutamakan memang produk warga sendiri. Banyak yang jual hasil laut, olahan bandeng, kepiting, udang, dan lainnya,” katanya, Kamis (28/5/2026).
Menurut Dio, perkembangan UMKM di Pantai Tirang tidak lepas dari dukungan Pemkot Semarang melalui Dinas Koperasi dan Dinas Pariwisata. Ia menyebut saat ini semakin banyak warga yang mulai terlibat dalam sektor wisata, baik lewat usaha kuliner, jualan makanan, hingga ikut mengelola kawasan wisata bersama Pokdarwis.
Ekonomi Warga
“Sekarang warga mulai banyak yang ikut bergerak. Ada yang jualan, ada yang ikut di wisata, jadi perlahan ekonomi warga juga ikut jalan,” ujarnya. Selain itu, Pantai Tirang juga beberapa kali menjadi lokasi kegiatan lingkungan dan wisata yang melibatkan mahasiswa, komunitas, hingga lembaga swadaya masyarakat. Kondisi itu ikut membantu mengenalkan Pantai Tirang lebih luas ke masyarakat luar daerah.
Baca juga: Pariwisata Kota Semarang: Mau Dibawa ke Mana?
Meski perkembangan wisata mulai terasa, Dio berharap masih ada perhatian lebih untuk perbaikan fasilitas, terutama akses jalan menuju pantai yang hingga sekarang masih sering terdampak rob.
“Kalau akses jalannya nanti lebih bagus, wisatawan pasti lebih nyaman datang ke sini. Harapannya tentu UMKM warga juga ikut semakin berkembang,” pungkasnya.
Kadang yang bikin ekonomi warga susah maju bukan karena nggak mau usaha, tapi karena jalan menuju tempat usahanya masih sering berubah jadi kolam dadakan. (dul)

