BACAAJA, SEMARANG- Pantai Tirang di kawasan Tambakharjo masih menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Semarang. Pantai yang dikenal sebagai satu-satunya pantai berpasir di Semarang itu kini semakin ramai dikunjungi wisatawan, apalagi saat akhir pekan dan musim liburan.
Di balik ramainya pengunjung, ternyata masih ada beberapa persoalan yang jadi pekerjaan rumah, terutama soal akses jalan menuju lokasi wisata yang sering terdampak rob.
Ketua Pokdarwis Pantai Tirang, Dio Hermansyah Bakri, mengatakan sejauh ini pengelolaan wisata di Pantai Tirang dilakukan bersama banyak pihak. Mulai dari tim SAR, Basarnas, Dinas Pariwisata, hingga aparat keamanan ikut dilibatkan demi menjaga keamanan pengunjung.
Baca juga: Jelang Nataru, Pantai Tirang Perkuat Keamanan dan Penataan Area
“Kalau untuk pengamanan wisatawan sudah ada tim SAR sendiri dan sudah bekerja sama juga dengan Basarnas. Jadi memang keselamatan pengunjung jadi prioritas,” kata Dio, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, Pantai Tirang juga terus didorong menjadi bagian dari pengembangan wisata Kota Semarang. Namun akses jalan menuju pantai masih sering menjadi kendala, terutama saat air rob naik. “Kalau rob tinggi, jalan masuk itu tergenang. Kadang motor sama mobil susah masuk karena airnya lumayan tinggi,” jelasnya.
Banyak Kegiatan
Meski begitu, berbagai kegiatan terus digelar di Pantai Tirang. Mulai dari aksi bersih pantai, penanaman mangrove, sampai kegiatan komunitas dan mahasiswa dari berbagai daerah juga pernah dilakukan di kawasan tersebut.
Selain menikmati suasana pantai, banyak pengunjung datang untuk melihat sunrise dan sunset yang jadi daya tarik utama Pantai Tirang. Kawasan itu juga sering dipakai untuk lomba mancing yang melibatkan warga hingga instansi pemerintahan.
Baca juga: Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata
“Biasanya kalau Agustusan ada event lagi. Salah satunya lomba mancing yang memang cukup ramai peminatnya,” ujarnya. Dio berharap ke depan perhatian pemerintah terhadap Pantai Tirang bisa terus berlanjut, terutama untuk pembenahan fasilitas dan akses jalan agar wisatawan semakin nyaman saat berkunjung.
Kadang yang bikin capek bukan perjalanan hidup, tapi perjalanan menuju tempat healing yang jalannya malah ngajak berenang duluan. (dul)

