BACAAJA, INDRAMAYU – Pagi yang biasanya jadi momen santai berubah jadi kejadian yang bikin panik di Indramayu. Tiga santriwati harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertabrak mobil pikap saat berjalan kaki bersama rombongan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan MT Haryono, Kecamatan Sindang, saat para santriwati dari Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo tengah melakukan kegiatan olahraga pagi menuju alun-alun.
Kronologi kejadian bermula ketika rombongan santriwati berjalan beriringan di bahu jalan dengan kondisi lalu lintas yang relatif sepi di pagi hari.
Dari arah belakang, sebuah mobil pikap operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba-tiba melaju mendekat tanpa tanda-tanda mengurangi kecepatan secara signifikan.
Mobil tersebut kemudian langsung menyeruduk rombongan, membuat tiga santriwati tersungkur dan mengalami luka.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergegas memberikan pertolongan dan membantu mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Ketiga korban kemudian dibawa ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Hingga kini, kondisi mereka masih dalam pemantauan tim dokter, termasuk pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada cedera serius.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui pengemudi mobil tersebut adalah Purnama, pria berusia 51 tahun.
Dalam keterangannya kepada polisi, Purnama mengakui bahwa dirinya dalam kondisi mengantuk saat mengemudi.
Ia mengatakan berangkat dari Jakarta sekitar pukul 01.00 WIB dan menempuh perjalanan jauh seorang diri tanpa istirahat yang cukup.
Selain faktor kelelahan, Purnama juga mengaku sempat salah mengambil jalur saat melintas di kawasan tersebut.
Seharusnya, ia berbelok di pertigaan Terminal Sindang menuju arah Bundaran Mangga, namun justru melaju lurus karena kehilangan fokus.
Tidak lama setelah itu, tepat di sekitar lokasi kejadian, ia tidak menyadari keberadaan rombongan santriwati di depannya.
Meski kendaraan disebut melaju dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam, kondisi pengemudi yang tidak fokus membuat kecelakaan tetap tidak bisa dihindari.
Benturan yang terjadi memang tidak membuat kendaraan rusak parah, namun cukup untuk menyebabkan korban mengalami luka.
Setelah kejadian, pihak kepolisian langsung mengamankan kendaraan beserta pengemudi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak pesantren menyampaikan bahwa kondisi para korban masih dalam perawatan dan menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan.
Salah satu korban bahkan dilaporkan sempat mengalami muntah setelah sadar, sehingga membutuhkan pengawasan lebih ketat dari tim medis.
Pengemudi juga menyatakan telah melaporkan kejadian ini kepada pihak perusahaan tempatnya bekerja.
Ia menyebut bahwa pihak manajemen berencana datang langsung ke Indramayu sebagai bentuk tanggung jawab kepada korban.
Peristiwa ini jadi pengingat bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk bisa sangat berbahaya, bahkan di kecepatan rendah sekalipun.
Kurangnya istirahat dapat membuat konsentrasi menurun drastis dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Apalagi di pagi hari, saat aktivitas masyarakat mulai ramai, kewaspadaan pengemudi menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Kini, kasus ini masih ditangani oleh pihak berwenang untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
Di sisi lain, keluarga korban berharap ketiga santriwati bisa segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Kronologi kejadian ini pun jadi pelajaran penting bahwa satu kelalaian kecil di jalan bisa berdampak besar bagi banyak orang. (*)

