Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tekan Sampah MBG, Pemprov Gandeng Perguruan Tinggi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tekan Sampah MBG, Pemprov Gandeng Perguruan Tinggi

Program makan gratis udah jalan, tapi masalah klasik muncul: makanan bersisa di mana-mana. Nah, biar nggak jadi “drama nasi sisa tiap hari”, Pemprov Jateng ngajak mahasiswa turun tangan, bikin kampanye yang nggak ngebosenin buat anak-anak SD.

T. Budianto
Last updated: April 13, 2026 8:09 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari memberikan sambutan, Senin (13/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng bareng Badan Gizi Nasional mulai putar otak buat ngurangin sampah pangan di program Makan Bergizi Gratis (MBG). Caranya? Nggak setengah-setengah, mereka langsung gandeng mahasiswa dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Kolaborasi ini diwujudkan lewat kampanye “Stop Boros Pangan” berbasis video dan animasi yang menyasar siswa SD di 23 sekolah di Kota Semarang, atau yang sering disebut “Kota Lunpia”.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari bilang langkah ini jadi lanjutan kerja sama antara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dengan kampus-kampus di Jateng. Dari situ, Udinus, khususnya anak-anak Ilmu Komunikasi, ikut turun gelanggang.

Baca juga: Program MBG Jateng Dipuji, Jadi Barometer Nasional

Masalahnya ternyata simpel tapi krusial: banyak makanan di program MBG yang nggak habis. Alasannya? Mulai dari rasa yang kurang cocok sampai anak-anak yang “anti sayur club”.

Makanya, mahasiswa diminta bikin materi kampanye yang relate banget sama anak SD. Nggak pakai ceramah panjang, tapi lewat konten seru, video, animasi, sampai pesan visual yang gampang dicerna. “Mereka bantu dari sisi komunikasi dan IT, kita dari substansi. Harapannya program ini makin efektif,” kata Dyah.

Sambut Positif

Dari pihak kampus, Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus, Dr Pujiono menyambut positif kolaborasi ini. Nggak tanggung-tanggung, sekitar 230 mahasiswa bakal terlibat langsung.

Menurutnya, ini bukan cuma soal tugas kampus, tapi juga pengalaman nyata di lapangan, gimana cara menyampaikan pesan biar nyampe ke audiens yang super spesifik: anak SD.

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Riyan Eko Prasetyo melihat program ini sebagai langkah cerdas buat evaluasi MBG ke depan. Data dari kampanye ini nantinya bisa jadi bahan buat memperbaiki sistem distribusi dan menu makanan. “Harapannya sih nggak ada lagi pemborosan pangan, dan programnya makin tepat sasaran,” jelasnya.

Baca juga: Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!

Salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi Udinus, Widya Wardani mengaku excited dengan tantangan ini. Dia berencana bikin video pendek yang fun tapi tetap ngena buat anak-anak. Menurut Widya, isu stop boros pangan ini bukan cuma soal makanan, tapi juga soal masa depan lingkungan.

Soalnya percuma makan gratis kalau ujung-ujungnya masuk tempat sampah. Antara “nggak doyan sayur” atau “kebanyakan gaya”, yang rugi tetap sama, piring kosong nggak pernah benar-benar kosong, cuma pindah tempat aja. (tebe)

You Might Also Like

Setelah Viral Ditanami Pohon Pisang, Jalan Randublatung–Cepu Akhirnya Diperbaiki

PLN Icon Plus Dorong Efisiensi Energi RS Mardi Rahayu Kudus melalui PLTS Atap 416 kWp

Setahun Rumah Singgah Temanggung, Jadi Andalan Pasien saat Berobat ke Semarang dan Jogja

Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata

Sama Sama Nyeri Sendi, Asam Urat dan Rematik Beda

TAGGED:bgnheadlineMBGpemprov jatengudinus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kronologi Pikap Ngantuk Seruduk Santriwati Jalan Pagi Indramayu
Next Article Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

November Mulai Basah, Musim Hujan Jateng Bisa 8 Bulan

Demi Challenge Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Lecehkan Al Quran

Jejak Karier Nanang Haryono, Kapolresta Seumur Jagung

Belum Genap 24 Jam Pimpin Sleman, Nanang Langsung Dimutasi

COD Emas Batangan Rp250 Juta Berujung Perampokan di Kediri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jelang Libur Iduladha, 109 Ribu Orang Pilih Kereta

Mei 25, 2026
Sirkular

Semarang Wegah Nyampah: Agustina Salut Warga Kreatif Ubah Sampah Jadi Cuan

September 13, 2025
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Mei 5, 2026
Info

Kurban Sendiri Atau Patungan, Mana Lebih Mantap Buat Iduladha

Mei 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tekan Sampah MBG, Pemprov Gandeng Perguruan Tinggi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?