BACAAJA, SEMARANG – Nadirin dan keluarganya masih berduka. Anaknya yang merupakan pesilat Pagar Nusa Semarang, tewas. Tragisnya, sang anak tewas karena dikeroyok rame-rame di jalanan.
Di rumah duka, suasananya berat. Ayah korban, Nadirin, bicara pelan tapi jelas penuh emosi.
“Ya tentu keluarga kami harus mendapat keadilan. Nyawa anak saya harus diganti nyawa juga,” ucapnya, Senin (29/12/2025) malam.
Bacaaja: Anggota Pagar Nusa Dihajar Brutal Geng Balap Liar hingga Meninggal di Semarang
Bacaaja: Tiga Kreak Ditangkap setelah Keroyok Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak
Sepintas pikirannya kriminal, tapi sepertinya itu cara ayah korban meluapkan emosi kehilangan.
Nadirin minta polisi serius usut kasus pengeroyokan anaknya di jalanan Semarang–Demak pada Jumat (26/12/2025) dini hari.
Korban malam itu baru pulang dari kopdar Pagar Nusa lintas daerah. Harusnya perjalanan biasa. Tapi di jalan, situasinya berubah jadi mimpi buruk.
Pelakunya diduga rombongan tukang balap liar pegiat skateboard. Nadirin nyebut ada pelaku yang mukul pakai papan skateboard dan hustru itu yang paling fatal.
“Jangan hanya memburu geng motor. Buru juga geng skateboard,” katanya.
Peristiwa pengeroyokan ini terekam kamera. Videonya cepat menyebar. Media sosial langsung penuh potongan adegan pengeroyokan.
Di salah satu video, terlihat puluhan orang berkerumun. Korban sudah babak belur. Bibirnya jontor, pelipis memar, darah mengalir di wajah.
Meski begitu, korban masih sadar. Ia terlihat jongkok sambil memohon belas kasihan. Tapi permintaan itu tak banyak berarti.
Video lain memperlihatkan pukulan dan tendangan datang bertubi-tubi. Korban tak diberi kesempatan berdiri. Begitu jatuh, kekerasan justru makin brutal.
Tubuhnya diinjak. Ada juga yang menghantam dengan benda keras. Amukan terjadi di tengah kerumunan.
Dari puluhan orang di lokasi, hanya satu-dua yang mencoba melerai. Tapi usaha itu tenggelam. Wajah-wajah beringas lebih mendominasi.
Yang paling menyayat, ada rekaman korban sudah lemas dan tengkurap di pedestrian. Namun teriakan dan intimidasi belum berhenti.
Polisi akhirnya datang dan mengevakuasi korban. Ia dibawa ke RS Pelita Anugerah Mranggen, Demak. Tapi nyawanya tak tertolong. (bae)


