Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Garam, Jetis Punya “Harta” dari Bibir Pantai Purworejo
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Bukan Cuma Garam, Jetis Punya “Harta” dari Bibir Pantai Purworejo

Di bibir Pantai Jetis, Purworejo, ada garam yang tidak sekadar dipakai buat masak. Namanya Garam Terapi Jetis. Produk khas pesisir ini punya tiga varian pemanfaatan, mulai dari terapi, konsumsi, hingga air bittern atau ekstrak garam.

T. Budianto
Last updated: September 4, 2026 3:10 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GARAM TERAPI: Petani garam di Jetis, Purworejo menunjukkan garam terapi saat kunjungan Tim Kanwil Kemenkum Jateng, kemarin. (Foto: Kanwil Kemenkum)
SHARE

BACAAJA, PURWOREJO- Potensi Garam Terapi Jetis di Kabupaten Purworejo mulai mendapat perhatian serius dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah.

Tim Kanwil Kemenkum Jateng turun langsung ke Pantai Jetis untuk memantau perkembangan produk unggulan pesisir tersebut sekaligus melihat peluang perlindungan Kekayaan Intelektual (KI).

Tim yang dipimpin Ketua Pokja Humas, RB, dan TI Kanwil Kemenkum Jateng, Hazmi Saefi, bersama Analis Kekayaan Intelektual dan tim humas menemukan sedikitnya tiga produk unggulan dari Garam Jetis.

Ketiganya yakni garam olahan untuk terapi, garam konsumsi, serta air bittern atau ekstrak garam yang dimanfaatkan untuk pengobatan. Hazmi mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan langsung pemerintah agar produk khas daerah tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki perlindungan hukum.

“Kami hadir untuk memonitor langsung sekaligus mendorong agar potensi unggulan seperti Garam Terapi Jetis ini dapat segera memperoleh pelindungan Indikasi Geografis,” katanya. Menurut dia, perlindungan tersebut penting untuk menjaga kualitas, keaslian, sekaligus meningkatkan nilai jual produk ketika dipasarkan lebih luas.

Baca juga: Dua Raperda Boyolali Masuk Meja Kemenkum

Keunikan Garam Jetis juga tidak lepas dari sumber bahan bakunya. Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Jetis, Marsinom, menjelaskan air yang digunakan bukan berasal dari air permukaan.

Air garam diperoleh melalui sumur resapan khusus di bibir pantai. Menurut Marsinom, sumber tersebut merupakan perpaduan mineral laut dalam Samudera Hindia dengan mineral terestrial dari aliran dua sungai besar.

Testimoni Positif

Garam hasil olahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk terapi. Masyarakat dari berbagai daerah juga disebut telah datang untuk mencoba terapi garam dan memberikan beragam testimoni positif.

Namun bagi pelaku usaha, persoalannya bukan cuma soal produk yang unik. Legalitas juga menjadi bagian penting agar Garam Jetis punya posisi yang lebih kuat.

“Bagi kami, Sertifikat Indikasi Geografis bukan sekadar pengakuan formal. Ini merupakan bentuk perlindungan hukum sekaligus langkah menuju peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Marsinom.

Baca juga: Kemenkum Jateng: Regulasi Harus Dibutuhkan Bukan Cuma Diinginkan

Sebelum menuju Pantai Jetis, tim Kanwil Kemenkum Jateng terlebih dahulu mendatangi Kantor Bapperida Kabupaten Purworejo. Kedatangan tim diterima Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida, Sri Palupi. Pertemuan tersebut membahas inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang dimiliki Kabupaten Purworejo.

Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana kerja sama bidang Kekayaan Intelektual melalui Nota Kesepakatan (PKS). Langkah tersebut diharapkan dapat membuat potensi lokal Purworejo semakin terlindungi dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Sebab, di era ketika produk lokal bisa viral dalam hitungan hari, garam pun ternyata butuh “payung hukum” agar nilai dan identitasnya tidak ikut menguap bersama air laut.  (tebe)

You Might Also Like

Bejat! Oknum Anggota LSM di Semarang Diduga Hamili Gadis Autis Tetangganya

BNPT Masukkan Perlindungan Saksi dan Korban dalam RAN PE 2025-2029

Berkas Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Masuk Tipikor Semarang

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

Rekorat Unsoed ‘Bedol Deso’, KPK Konfirmasi Identitas 3 Pimpinan Kampus Terjaring OTT

TAGGED:HAKIkanwil kemenkum jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Telur, Susu, dan Website: Jurus Mahasiswa Undip Bantu ABK Belajar Mandiri
Next Article Dunia Hiburan Semarang, Lampu Masih Nyala, Tapi Bisnis Mulai Redup

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.

Pohon Tumbang 2 Nyawa Pengguna Jalan di Semarang, MTI: Bukan Sekadar Musibah

10 Perda Surakarta Dicek, Ada yang Harus “Dipensiunkan”

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Polisi Ungkap Identitas Korban Tertimpa Pohon Tumbang di Pandanaran

Semarang Mau Tangguh sampai 2045, Tapi Sampah Masih Suka Nyangkut

Dunia Hiburan Semarang, Lampu Masih Nyala, Tapi Bisnis Mulai Redup

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK).
Hukum

JK Emoh Diam Diusik Rismon, Ini Langkahnya

April 6, 2026
Ilustrasi pajak.
Hukum

Sandera Pajak di Semarang Akhirnya Bebas, Tunggakan Rp25 Miliar Dilunasi

Januari 16, 2026
Hukum

Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel

Juni 17, 2026
Hukum

Pegawai Honorer Nyolong Mobil DPRD, Aksi Panik Berujung Apes

Januari 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Garam, Jetis Punya “Harta” dari Bibir Pantai Purworejo
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?