BACAAJA, JAKARTA – Akal Imitasi atau Artificial intelligence (AI) emang sekarang kayak minum air putih: penting untuk sehari-hari.
Duit buat AI lagi deras-derasnya. Google, Microsoft, Meta, dan geng teknologi lain jor-joran investasi. Tapi menurut CEO Alphabet, Sundar Pichai, euforia investasi AI sekarang ini udah kebangetan dan agak irasional.
Pichai cerita hal itu di wawancara eksklusif bareng BBC. Dia nyebut lonjakan dana ke AI ini sebagai “momen luar biasa”, tapi ngingetin: ini bukan pertama kalinya dunia tech kejebak mode “kebablasan antusias”.
Bacaaja: BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?
Bacaaja: Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan
Ia nge-compare hype AI sekarang kayak bubble dot-com akhir 90-an: startup tanpa model bisnis jelas, cuma modal website dan janji “internet bakal mengubah segalanya”, kebanjiran duit — terus satu per satu ambruk.
Bedanya, kata Pichai, meski dulu investasinya lebay, nggak ada yang sekarang nanya: “emang internet penting?”
Internet tetap ngubah hidup manusia. Dan dia yakin AI bakal jadi game-changer yang sama besarnya.
Makanya, menurut Pichai: investasi ke AI hari ini ada unsur irasional, tapi secara big picture tetap “masuk akal”.
AI: Bikin Takut Kehilangan Kerja, Tapi Juga Buka Pintu Baru
Pichai nggak nutup mata kalau AI bisa nyaplok banyak jenis pekerjaan. Tapi di saat yang sama, dia bilang bakal muncul banyak profesi baru.
Dan dia ngasih warning halus: bukan soal “AI bakal ganti manusia”, tapi “manusia yang pakai AI bakal ngalahin yang nggak pakai”.
Entah kamu guru, dokter, kreator konten, atau pekerja kantoran, kata Pichai: yang bakal survive adalah mereka yang mau belajar pakai tools AI.
Bubble AI? Sundar & Sam Altman: “Iya, Ini Gelembung — tapi Isinya Nyata”
Pandangan Pichai ini sejalan sama Sam Altman, CEO OpenAI. Altman sebelumnya juga bilang AI generatif bisa jadi “bubble” kayak dot-com.
Investor lagi terlalu semangat, tapi di balik euforia itu ada “inti kebenaran”: AI emang salah satu teknologi paling penting dalam sejarah.
Sambil ngaku investasi di beberapa sisi udah lebay, Pichai tetap ngegas: Google masih all-in di AI, termasuk investasi 5 miliar poundsterling (sekitar Rp 109 triliun) di Inggris buat riset, infrastruktur, dan proyek DeepMind. (*)


