Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah

Nikah itu bukan cuma soal pelaminan, foto estetik, dan caption panjang di Instagram. Setelah akad, realitanya baru mulai. Dari urusan komunikasi, ekonomi, sampai konflik kecil yang bisa jadi besar. Nah, biar calon pengantin nggak “shock therapy” setelah sah, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen punya ide baru: kelas konsultasi calon pengantin.

T. Budianto
Last updated: Februari 9, 2026 7:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AUDIENSI BP4: Wagub Jateng, Taj Yasin Maemoen menerima audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jateng, di kantornya, Senin, (9/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menggagas program kelas konsultasi bagi calon pengantin sebagai upaya membangun keluarga harmonis di Jawa Tengah. Gagasan ini disampaikan saat menerima audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah di kantornya, Senin, (9/2/2026).

Menurut Taj Yasin, meski di tengah keterbatasan anggaran, program ini penting untuk menjawab kompleksitas persoalan rumah tangga yang kerap muncul setelah pernikahan. “Saya ingin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah punya program kelas calon pengantin. Ini penting, karena persoalan rumah tangga sekarang semakin kompleks,” ujar Taj Yasin.

Baca juga: Sudah Berlaku! Seks di Luar Nikah dan Living Together Bisa Bikin Masuk Penjara

Ia berharap, kelas tersebut bisa menjadi langkah pencegahan sejak dini terhadap berbagai masalah rumah tangga, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Taj Yasin juga mendorong BP4 untuk berkolaborasi dengan program Kecamatan Berdaya, yang telah memiliki layanan paralegal bagi masyarakat terdampak KDRT.

Ketua BP4 Jawa Tengah, Eman Sulaeman, menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, peran BP4 sangat sejalan dengan tugas pemerintah dalam mempersiapkan pasangan untuk membangun keluarga sakinah.

Fungsi Mitigasi

“Tugas BP4 bukan hanya pendampingan sebelum menikah, tapi juga mediasi dan advokasi keluarga yang berkonflik, termasuk mitigasi dampak perceraian, terutama bagi anak-anak,” jelas Eman. Ia menambahkan, BP4 memiliki konsultan dan fasilitator yang telah tersertifikasi.

Eman menilai kelas calon pengantin akan memberi manfaat besar jika dijalankan secara kolaboratif. Ia berharap kerja sama dengan Pemprov Jateng bisa segera diwujudkan demi memperkuat harmonisasi keluarga di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Ema Rachmawati, menyampaikan bahwa Pemprov sebenarnya sudah memiliki sejumlah program penunjang ketahanan keluarga, seperti program generasi reproduksi dan ketahanan keluarga.

Baca juga: Berharap Keajaiban, Keluarga Tetap Siapin Nikahan Meski Dera-Munif Masih Ditahan

Terkait kelas calon pengantin, Ema menyebut wacana tersebut sudah lama dibahas dan rencananya akan dilaksanakan secara daring. “Kami berencana membuka kelas calon pengantin lewat Zoom. Ini jadi ruang belajar dan konsultasi bagi pasangan yang akan menikah, supaya paham bahwa berkeluarga itu bukan cuma soal bahagia,” ujar Ema.

Ia menambahkan, materi kelas nantinya bisa menggunakan modul dari Kementerian Agama dan melibatkan konsultan serta fasilitator tersertifikasi, termasuk dari BP4 Jawa Tengah.

Karena menikah itu bukan cuma siap undangan dan katering. Yang lebih penting: siap ngobrol saat beda pendapat, siap sabar saat masalah datang, dan siap belajar bahwa cinta saja kadang nggak cukup tanpa ilmu. (tebe)

You Might Also Like

Ketua DPRD Jateng: Musrenbang Jangan Cuma Rapi di Kertas

Mau Haji Gratis Tapi Nggak Mau Kerja? 13 Petugas Dicoret

Mami Uthe Muncikari Karaoke Striptis Dituntut 18 Bulan Penjara

BBM di Malaysia Lebih Murah tapi Keuntungan Petronas Lebih Gede dari Pertamina, Kok Bisa?

Perintah Respati: APBD 2026 Solo Fokus ke Pelayanan Publik, Pendidikan, dan Kesehatan

TAGGED:headlinepemprov jatengpra nikah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Scroll Boleh, Asal Aman: Kemenkum Ingatkan Bahaya Dunia Digital
Next Article Ketua DPRD Jateng: Musrenbang Jangan Cuma Rapi di Kertas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.

Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Siswa SMAN 6 Semarang, Khansareta Prayunita menjelaskan kesannya ikut Meet & Greet Densus di sekolahnya, Selasa (10/2/2026). (bae)

Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus

Mantan Bupati Purworejo, Agus Bastian (batik hijau) dan tiga orang lain bersaksi di sidang korupsi BPR Purworejo, Selasa (10/2/2026). (bae)

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

COO bacaaja.co, Puji Utami, menyebut media punya kewajib mengedukasi pelajar agar tak terpapar radikalisme.

COO Bacaaja: Media Berperan Edukasi Pelajar, Cegah Mereka Tak Terpapar Terorisme

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum di Gedung DPR Kompleks Senayan Jakarta
Pendidikan

RUU Sisdiknas, Wajib Belajar Jadi 13 Tahun

Juli 25, 2025
Polisi dan pihak terkait meninjau korban tewas laka bus Krapyak Semarang.
Info

Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak

Desember 22, 2025
Info

Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS

Desember 16, 2025
Aktivis perempuan Laras Faizati.
Hukum

Laras Faizati Divonis Bersalah, Dihukum 6 Bulan Penjara dengan Masa Percobaan 1 Tahun

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?