BACAAJA, SEMARANG- Aksi solidaritas yang digelar mahasiswa dan masyarakat Ngaliyan tak hanya menyuarakan tuntutan soal keselamatan jalan, tetapi juga diwarnai kekecewaan.
Pasalnya, tidak satu pun pejabat yang diundang hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka. Padahal, undangan telah dikirim kepada sejumlah pihak, mulai dari Wali Kota Semarang, Ketua DPRD, hingga jajaran kepolisian.
Harapannya, aksi tersebut bisa menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah. Koordinator lapangan aksi, M Yusrul Rizanul Muna menyebut, ketidakhadiran itu menjadi pukulan tersendiri bagi mahasiswa dan warga yang hadir.
Baca juga: Rentetan Kecelakaan di Silayur Bikin Mahasiswa Gerah: Jalan Ngaliyan Darurat Penanganan
“Yang datang kebetulan tidak ada sama sekali, dan itu menjadi kekecewaan kami, mahasiswa dan masyarakat yang hadir dalam aksi solidaritas ini,” ujarnya, Selasa (14/4/2026). Aksi ini sendiri merupakan gabungan dari berbagai elemen, seperti Aliansi Mahasiswa Walisongo, mahasiswa PGSD Unnes, serta masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Ngaliyan.
Mereka membawa keresahan yang sama terkait kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan. Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama. Mulai dari keterbukaan dugaan praktik “upeti” terkait truk besar, solusi jangka pendek berupa pembangunan portal pembatas, hingga pembangunan jalan lingkar sebagai solusi jangka panjang.
Langkah Lanjutan
Namun, tanpa kehadiran pihak yang berwenang, semua tuntutan itu belum mendapatkan jawaban. Kondisi ini membuat mahasiswa mulai mempertimbangkan langkah lanjutan. “Kalau mereka tidak datang ke kita, kita yang akan datangi mereka,” tegas Yusrul.
Mahasiswa pun memberi batas waktu kepada pemerintah untuk merespons tuntutan tersebut. Jika tidak ada kejelasan, aksi lanjutan dipastikan akan dilakukan. “Kita kasih waktu tiga kali 24 jam. Kalau belum ada solusi atau jawaban, kita akan terus bersuara dan mengawal ini,” tambahnya.
Bagi mereka, ini bukan sekadar aksi sesaat, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memperjuangkan keselamatan masyarakat Ngaliyan. Tekanan akan terus dilakukan hingga ada langkah nyata dari pihak terkait.
Baca juga: Portal BSB Bikin Truk Nggak Lagi Bebas Lewati Silayur
Aksi ini dipicu kejadian kecelakaan yang kerap terjadi di ruas jalan Prof Hamka, terutama di jalur Silayur. Terakhir, kecelakaan terjadi pada Jumat (10/4/2026) yang melibatkan tiga kendaraan yakni truk kontainer mobil dan sepeda motor.
Ketika warga sudah turun ke jalan tapi pejabat tak kunjung turun tangan, mungkin yang salah bukan suaranya yang kurang keras, tapi telinganya yang lagi memilih diam. (dul)

