Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Timsel Pilih 15 Terbaik Calon Komisioner Informasi Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Timsel Pilih 15 Terbaik Calon Komisioner Informasi Jateng

T. Budianto
Last updated: Oktober 30, 2026 8:27 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
WAWANCARA PESERTA: Tim Seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Jateng tengah mewawancarai salah satu peserta di Kantor Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (29/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Paham aturan keterbukaan informasi saja ternyata belum cukup untuk menjadi komisioner Komisi Informasi (KI). Integritas, komitmen antikorupsi, dan kemampuan bekerja dalam tim juga ikut diuji.

Dari 35 peserta yang telah menjalani wawancara, hanya 15 orang yang bakal melaju ke tahap berikutnya untuk memperebutkan lima kursi komisioner KI Jawa Tengah periode 2027-2031.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) calon anggota KI Jateng, Dhoni Widianto mengatakan, wawancara berlangsung selama dua hari, 28-29 Oktober 2026. Tahapan ini digunakan untuk menggali tiga aspek utama, yakni integritas dan antikorupsi, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan.

“Ketiga aspek ini penting untuk digali dari calon komisioner. Mereka tidak hanya harus memahami wawasan kebangsaan, tetapi juga memiliki integritas, komitmen terhadap antikorupsi, dan kemampuan kepemimpinan,” ujarnya di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital Provinsi Jateng, Kamis (29/10/2026).

Baca juga: Kursi Komisi Informasi Jateng Dibanjiri Peminat

Menurut Dhoni, kepemimpinan menjadi salah satu poin penting karena KI merupakan lembaga yang bekerja secara kolektif kolegial. Artinya, komisioner tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus mampu berdiskusi, membangun kerja sama, dan mengambil keputusan bersama.

Hasil psikotes serta dinamika kelompok juga menjadi bahan pertimbangan Timsel. Berbagai indikator dari tahapan tersebut kemudian dikonfirmasi melalui jawaban peserta saat wawancara.

Setelah seluruh wawancara rampung, Timsel akan menggelar pembahasan dan sidang pleno untuk menetapkan 15 peserta yang dinilai memenuhi kriteria. Nama-nama tersebut selanjutnya direkomendasikan melalui Gubernur Jawa Tengah kepada pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti proses pemilihan lima komisioner.

Proses Seleksi

Dhoni menegaskan, seleksi dilakukan secara profesional, objektif, dan berintegritas dengan melibatkan unsur akademisi, Komisi Informasi Pusat, serta tokoh masyarakat.

Anggota Timsel, Prof Teguh Yuwono menilai, wawancara menjadi tahapan penting untuk memastikan calon komisioner memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kapasitas yang memadai.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip itu menjelaskan, KI memiliki peran strategis dalam menjamin hak masyarakat atas informasi publik. Lembaga ini juga berperan memfasilitasi penyelesaian sengketa ketika permohonan informasi tidak dipenuhi badan publik.

Baca juga: Kursi Komisioner KI Jateng Dibuka

“Pengelolaan informasi publik harus sesuai aturan dan melibatkan masyarakat. Ketika masyarakat dilibatkan sejak awal, mereka memiliki pemahaman terhadap proses pemerintahan, sehingga potensi sengketa informasi dapat diminimalkan,” ujarnya.

Meski begitu, keterbukaan bukan berarti seluruh informasi bisa diumbar begitu saja. Informasi yang wajib dibuka perlu diakses masyarakat, sementara informasi yang dikecualikan, termasuk kategori tertentu terkait keamanan dan pertahanan negara, tetap harus dilindungi sesuai aturan.

Sementara itu, anggota Timsel yang juga Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Prof Pulung Nurtantio Andono mengatakan, kemampuan peserta dalam wawancara relatif baik. Kondisi tersebut membuat Timsel perlu mencermati setiap aspek sebelum menentukan nama yang lolos.

Menurut Pulung, integritas, pemahaman tentang KI, dan kepemimpinan menjadi pertimbangan utama. Calon komisioner juga perlu mampu beradaptasi dan bekerja di bawah tekanan, mengingat lima anggota terpilih nantinya akan membawa latar belakang serta karakter yang beragam.

Sebab, mengawal hak publik atas informasi tak cukup bermodal slogan transparansi. Yang dibutuhkan adalah integritas saat semua orang ingin tahu, sekaligus ketegasan ketika ada pihak yang memilih menutup-nutupi informasi yang semestinya terbuka. (tebe)

You Might Also Like

Gubernur Jateng Gowes ke Kantor, ASN Diajak Ikut “Waras Energi”

Nyekap Intel Pas May Day, Mahasiswa Undip Kena Tuntut 2 Bulan Penjara

Korban Berjatuhan, Diklatsarmil Calon Manajer KDMP Jalan Terus? Kini 5 Peserta Meninggal Dunia

Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Bos Rokok HS VC Korban Kecelakaan: Minta Maaf dan Janji Biayai Kuliah hingga Sarjana

TAGGED:headlinekomisi informasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist) KPK Sebut Penggeledahan Kantor Djarum Terkait Dugaan Korupsi Cukai Triliunan Rupiah
Next Article Dua Tahun Tahan Nyeri, Warga Lereng Lawu Akhirnya Bisa Konsultasi Dokter Spesialis Gratis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAIH PRESTASI - Veri Saputra dan Muhamad Raffi Dimas Wahyudi, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Mahasiswa FISIP Untag Semarang Sabet Emas dan Perak Voli Pantai Porprov Jateng 2026

Penjelasan UAH Soal Malaikat dan Setan Bikin Ngakak..

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kronologi Dugaan Korupsi Pita Cukai Djarum: Berawal dari OTT DJBC hingga Penggeledahan di Kudus

UAH Jelaskan Ziarah Kubur, Bukan Sekadar Tradisi Jumat

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

7 Jam Geledah Kantor DLH Klaten, Penyidik KPK Sita 2 Koper Dokumen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG VONIS--Eks Direktur Utama PT Rumpun Sari Antan, Andhi Nur Huda, berdiri usai divonis bersalah dalam kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)
Hukum

Alirkan Uang Haram Korupsi BUMD Cilacap ke Jenderal TNI, Andhi Hanya Dihukum 1 Tahun Penjara

September 10, 2026
PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat.
Ekonomi

PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

Juli 14, 2026
Aspidsus Kejati Jateng, Lukas Alexander menjelaskan penyidikan kasus korupsi pengadaan biji kakao yang melibatkan dosen UGM. Foto: bae
Hukum

Kejati Jateng Gaspol Lacak Aset Korupsi Kakao yang Libatkan Dosen UGM

Agustus 26, 2025
Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.
Info

Prabowo Naikin Tukin TNI-Kemenhan, Giliran Gaji Guru Bilang Gak Ada Uangnya

Juli 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Timsel Pilih 15 Terbaik Calon Komisioner Informasi Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?