BACAAJA, SEMARANG – Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Keduanya berhasil membawa pulang medali emas dan perak dari cabang olahraga voli pantai nomor 2×2.
Mereka adalah Veri Saputra dan Muhamad Raffi Dimas Wahyudi. Veri meraih medali emas dengan mewakili Kabupaten Kudus, sedangkan Raffi membawa pulang medali perak bersama kontingen Kabupaten Wonogiri.
Final voli pantai putra nomor 2×2 mempertemukan pasangan Kabupaten Kudus dengan Wonogiri 1.
Prestasi yang diraih keduanya menjadi kebanggaan bagi Untag Semarang. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi melalui berbagai bidang, tidak hanya di ruang perkuliahan.
Pasangan Kudus yang terdiri atas Veri Saputra dan Vian Nugraha Yuliansyah berhasil mengamankan medali emas setelah menang dua set langsung dengan skor 21-11 dan 21-15.
Mereka mengalahkan pasangan Wonogiri 1, Muhammad Nur Ikhwan dan Muhammad Rafi Dimas Wahyudi, yang harus puas meraih medali perak. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Wonogiri 2.
Tunjukkan Potensi di Luar Akademik
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya. Cabang olahraga bola voli, termasuk nomor voli pantai, dipertandingkan di GOR Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Keberhasilan Veri dan Raffi menjadi bukti bahwa mahasiswa Untag Semarang memiliki ruang untuk mengembangkan potensi di luar kegiatan akademik. Keduanya juga turut mengharumkan nama daerah yang mereka wakili melalui kompetisi tingkat provinsi.
Capaian ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengasah kemampuan, berani berkompetisi, dan mengembangkan bakat di bidang yang diminati.
Untag Semarang juga terus mendorong mahasiswa untuk membangun karakter, mengembangkan potensi diri, serta meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Prestasi Veri dan Raffi di Porprov Jateng 2026 menjadi salah satu contoh bahwa kerja keras dan kesempatan untuk berkembang dapat membawa mahasiswa meraih pencapaian di tingkat provinsi. (*)

