BACAAJA, SEMARANG – Beda pilihan bukan alasan untuk perpecahan. Pesan itu disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam kuliah umum mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, di Aula Grha Kebangsaan.
Menurut Dyah Kartika, keberagaman bukan sekadar soal hidup berdampingan meski berbeda latar belakang. Lebih dari itu, perbedaan bisa menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan kampus yang inklusif, adil, dan terbuka.
Dalam pemaparannya, Bupati Kendal menekankan empat hal penting untuk menjaga kebhinekaan di kampus. Mulai dari toleransi, inklusivitas, keadilan, hingga dialog terbuka.
Bacaaja: Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap
Bacaaja: Kolaborasi UPGRIS-Bawaslu Demak, Ajak Guru Jadi ‘Sahabat Demokrasi’ Pemilih Pemula
“Kita harus menghormati perbedaan pendapat dan latar belakang. Inklusivitas dan keadilan itu penting, setiap orang punya kesempatan yang setara untuk berkembang,” tegas politikus PDIP itu, Senin (19/10/2026), dalam kuliah umum yang mengangkat tema ‘Kebhinekaan di Kampus’.
Dialog terbuka juga nggak kalah penting. Mahasiswa perlu membiasakan diri bertukar gagasan secara sehat tanpa harus saling menjatuhkan.
Dengan begitu, kampus bisa menjadi ruang aman untuk berdiskusi, belajar, dan berkolaborasi meski punya pandangan yang berbeda.
Dyah Kartika berharap mahasiswa nggak hanya unggul secara akademik, tetapi juga punya karakter kebangsaan dan sikap saling menghormati.
Dekan FISIP Untag Semarang, Prof. Dr. Dra. Rini Werdiningsih, MS, juga menyoroti pentingnya pengenalan kehidupan kampus yang lebih luas.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami persoalan sosial, kebangsaan, hingga pembangunan daerah. Kehadiran Bupati Kendal pun menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung perspektif pemerintah daerah.
Kuliah umum ini merupakan bagian dari kegiatan PRODIKEM atau Pengenalan Program Studi dan Kemahasiswaan bagi mahasiswa baru FISIP Untag Semarang.
Harapannya, mahasiswa semakin memahami peran ilmu sosial dan politik dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam mendukung pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan publik.
Untag dan Pemkab Kendal Siap Perkuat Kolaborasi
Nggak hanya bicara soal keberagaman, Dyah Kartika juga memperkenalkan potensi Kabupaten Kendal yang bisa dikembangkan bersama perguruan tinggi.
Kendal punya potensi di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Selain itu, industri juga menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian daerah.
Potensi tersebut membuka peluang kolaborasi dengan kampus, mulai dari penelitian, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.
Hubungan Untag Semarang dan Pemkab Kendal sendiri telah terjalin melalui kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kemitraan tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan daerah.
Lewat kegiatan ini, Untag Semarang juga menegaskan komitmennya untuk menanamkan nilai kebangsaan dan Pancasila kepada mahasiswa. (*)

