Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap

Bukan cuma name tag dan atribut ospek, mahasiswa baru UPGRIS tahun ini dibekali caping. Benda yang identik dengan petani itu dipakai sebagai simbol untuk mengingatkan mahasiswa pada konflik agraria dan persoalan lingkungan.

T. Budianto
Last updated: September 22, 2026 6:05 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
POEMA UPGRIS: Ribuan mahasiswa baru UPGRIS memenuhi gedung Balairung UPGRIS, kota Semarang, dalam acara Pekan Orientasi Mahasiswa (POEMA), Selasa (22/9/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ospek mahasiswa baru Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 tidak sekadar menjadi pintu masuk bagi mahasiswa sebelum menjalani kehidupan perkuliahan. Tahun ini, isu konflik agraria turut dibawa dalam rangkaian kegiatan mahasiswa baru.

Tema tersebut diangkat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPGRIS untuk membuka ruang kesadaran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan dan konflik agraria yang terjadi di sejumlah daerah.

Penanggung jawab teknis kegiatan, Zidan Try Kusuma mengatakan, tema konflik agraria dipilih karena isu tersebut dinilai masih relevan dengan kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jateng.

Baca juga: Bukan Cuma Gelar, Rektor UPGRIS Tekankan Makna di Balik Prestasi

Menurut dia, mahasiswa baru tidak hanya diarahkan mengenal lingkungan kampus, tetapi juga diharapkan lebih peka terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.

“Di tahun ini dari kami Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas PGRI Semarang mengangkat tema isu konflik agraria,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Sejumlah konflik agraria di Jawa Tengah, seperti yang disebut terjadi di kawasan Pegunungan Kendeng, hingga Sumberejo, Pundenrejo Pati, menjadi konteks yang turut dibawa dalam pengenalan isu tersebut kepada mahasiswa baru.

Sementara itu, Senopati Mahesa, Steering Committee 1 BEM UPGRIS, mengatakan isu tersebut tidak berhenti sebagai tema dalam kegiatan. Mahasiswa baru juga mendapat penugasan membawa caping yang nantinya digunakan sebagai atribut.

Caping itu diposisikan sebagai simbol pengingat terhadap isu agraria yang menjadi tema kegiatan tahun ini. “Caping ini gunanya sebagai simbol pengingat, di mana nanti caping ini digunakan mahasiswa baru sebagai atribut,” kata Senopati.

Pembahasan Isu

Rangkaian pembahasan isu tersebut juga akan dilanjutkan melalui pernyataan sikap bersama mahasiswa baru pada Senin, 28 September 2026. Namun, Senopati memastikan tidak ada agenda aksi lanjutan.

BEM UPGRIS bersama mahasiswa baru hanya akan menyampaikan pernyataan sikap terkait isu agraria. “Iya, dari kami hanya pernyataan sikap saja,” ujarnya.

Pada tahun akademik 2026-2027, UPGRIS menerima 3.727 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 3.042 mahasiswa baru program sarjana dan pascasarjana serta 685 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Baca juga: Kolaborasi UPGRIS-Bawaslu Demak, Ajak Guru Jadi ‘Sahabat Demokrasi’ Pemilih Pemula

Dengan mengangkat isu agraria dalam rangkaian penyambutan tersebut, kegiatan mahasiswa baru tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni awal memasuki dunia kampus. Lebih dari itu, mahasiswa juga diajak mulai mengenali berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat.

Sebab, masuk kampus ternyata tak melulu soal tahu letak gedung rektorat, kantin, atau ruang kelas. Tahun ini, mahasiswa baru UPGRIS juga diajak tahu bahwa di luar pagar kampus ada persoalan tanah dan lingkungan yang belum selesai. Caping pun akhirnya bukan cuma atribut ospek, semoga tidak berhenti jadi atribut setelah foto bersama selesai. (dul)

You Might Also Like

Piala Dunia Datang, Turis Malah Hilang

Kejati Jateng Tegaskan Tak Geledah SPPG: Cuma Pendataan Aja

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Brebes: Bayar Aplikasi Rp250.000 Per Tahun, Polisi Buru Pengembang

Pemulangan Korban Online Scam, Puan: Harus Disertai Solusi Lapangan Kerja

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

TAGGED:headlinePOEMA UPGRISupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Stunting Jateng 9,93 Persen, Demak dan Semarang Jadi Contoh
Next Article Korban Pengeroyokan di Veteran Semarang Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

AI Bikin TPS di Semarang Bisa Dipantau 24 Jam, Agustina Panen Dua Penghargaan Nasional

DHAUP AGENG - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Dhaup Ageng di Puro Mangkunegaran Solo, Sabtu (7/11/2026). (foto dipertajam dengan AI)

Jokowi, Gibran, hingga Kaesang Hadiri Dhaup Ageng Mangkunegaran

TERIMA PENGHARGAAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng (kedua dari kiri) menerima penghargaan pada Anugerah Cita Negeri 2026. (ist)

Semarang Boyong 3 Penghargaan dalam Sepekan: dari Kota Aman hingga Inovasi Sampah

SAMPAIKAN KETERANGAN - Kapolres Sukoharjo AKBP Indra Maulana Saputra menyampaikan keterangan pers di Mapolda Jateng, Sabtu (7/11/2026), terkait penangkapan buronan tersangka pembakar mi babi di Sukoharjo.

Buronan Otak Pembakar Mi Babi Ditangkap, Diduga Pemilik Ponpes Putri Hamalatul Quran Sukoharjo

PENUMPANG KERETA: Pengguna jasa kereta api berjalan menuju pintu keluar stasiun setelah kereta yang mereka tumpangi berhenti di Stasiun Semarang Poncol. (ist)

Liburan Akhir Tahun Ada Diskon 30 Persen untuk Tiket Kereta Api, Buruan Jangan Kehabisan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SUARAKAN KERESAHAN - Aktivis PMKRI Jateng-DIY, Natael Bremana, menyampaikan aspirasi dan kerasahan yang dirasakan mahasiswa dan rakyat kecil terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, saat mengikuti demonstrasi di Jakarta, pada 13 Juni 2026. (*)
Hukum

PMKRI Sorot TNI Kawal Jampidsus saat Polisi Sidik Kasus Mega Korupsi: Ada yang Janggal

Juli 9, 2026
Ekonomi

Pemprov Beri Apresiasi Kru Trans Jateng

Februari 7, 2026
Eks bos Sritex, Iwan Setiawan (kemeja putih) berjalan keluar ruang sidang usai menjalani tuntutan di pengadilan, Senin (20/4/2026). (bae)
Hukum

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

April 20, 2026
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya saat memimpin RDP dengan Kepala Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban di Senayan Jakarta, Rabu (17/9/2025)
Hukum

RUU LPSK, Komisi XIII DPR dan LPSK Sepakat Aturan Harus Lebih “Nendang” untuk Lindungi Korban dan Saksi

September 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?