BACAAJA, SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tengah menikmati fase penting dalam perjalanan panjangnya. Berdiri sejak 1981, kampus tersebut kini mencatat sejumlah capaian yang memperkuat posisi UPGRIS, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Hal itu disampaikan Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H. saat memberikan sambutan dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Balairung UPGRIS, Semarang.
Sapto mengatakan, salah satu capaian penting UPGRIS adalah diraihnya akreditasi Unggul. Selain itu, UPGRIS juga dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik se-ASEAN 2025 versi AppliedHE dan menempati peringkat ketujuh dalam kategori kesiapan kerja lulusan.
Bacaaja: Kolaborasi UPGRIS-Bawaslu Demak, Ajak Guru Jadi ‘Sahabat Demokrasi’ Pemilih Pemula
Bacaaja: Dari Cangkang Jadi Cuan, Mahasiswa Upgris Intip Cara Limbah Naik Kelas
Pengakuan internasional juga datang melalui predikat Four Stars Top World Class University dari QS Stars. UPGRIS turut meraih sejumlah penghargaan dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek (AKD) 2026, serta mengantarkan 12 program studi mengikuti akreditasi internasional ACQUIN.
Namun, bagi Sapto, capaian tersebut tidak cukup jika hanya berhenti pada penghargaan.
Ia menekankan bahwa prestasi kampus harus membawa manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. Prinsip itu sejalan dengan semangat yang terus digaungkan UPGRIS, yakni “UPGRIS memberi Makna”.
“Prestasi adalah kebanggaan, tetapi dampak adalah pertanggungjawaban,” kata Sapto, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, pendidikan di UPGRIS tidak hanya diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sapto juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak sekadar mengejar keberhasilan untuk diri sendiri.
“Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang mencetak manusia yang pintar. Pendidikan adalah tentang membentuk manusia yang mampu menggunakan kepandaiannya untuk menghadirkan kebaikan dan perubahan bagi kehidupan,” ujarnya. (dul)

