Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Penjelasan UAH Soal Malaikat dan Setan Bikin Ngakak..
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Penjelasan UAH Soal Malaikat dan Setan Bikin Ngakak..

Nugroho P.
Last updated: Oktober 30, 2026 7:07 am
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
Ustadz Adi Hidayat (UAH).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ustadz Adi Hidayat (UAH) punya cara menarik untuk menyampaikan pesan agama. Lewat candaan yang mengundang tawa, ia mengajak jamaah memahami perbedaan malaikat dan setan sekaligus mengingatkan bahwa manusia punya kekurangan yang tidak bisa dihindari.

Contents
Malaikat dan Setan Punya Sifat BerbedaJangan Menuntut Pasangan Selalu SempurnaGuyonan yang Menyimpan Pesan MendalamTerus Memperbaiki Diri dan Mendekat kepada Allah

Suasana kajian pun terasa hangat ketika pembahasan mulai masuk ke persoalan rumah tangga. UAH melontarkan guyonan soal suami dan istri yang kerap menuntut pasangannya selalu benar, seolah-olah tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun.

Di balik candaan tersebut, ada pesan yang cukup dalam. Menurut UAH, manusia perlu sadar bahwa dirinya bukan malaikat yang selalu taat, sehingga belajar menerima kekurangan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih harmonis.

Malaikat dan Setan Punya Sifat Berbeda

Dalam kajian yang ditayangkan kanal YouTube @zona_dian7682, UAH menjelaskan perbedaan karakter malaikat dan setan. Ia menggambarkan malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang senantiasa taat dan tidak melakukan maksiat.

Sementara itu, setan dikenal sebagai pihak yang menggoda manusia agar menjauh dari kebaikan dan melakukan keburukan. UAH menggunakan perbedaan tersebut untuk mengajak jamaah memahami bahwa manusia memiliki kondisi yang tidak sama dengan kedua makhluk tersebut.

Dalam penjelasannya, UAH juga menyinggung penyebutan malaikat dan setan dalam Al-Qur’an. Ia menyebut keduanya masing-masing muncul sebanyak 88 kali, sebagaimana disampaikan dalam kajian tersebut.

UAH kemudian menggambarkan setan dengan ungkapan yang mengundang perhatian jamaah.

“Setan itu tidak kenal kebaikan dan selalu salah dalam perbuatannya. Sifatnya profesional dalam berbuat kesalahan,” ujar UAH.

Penyampaian yang diselingi humor membuat pembahasan terasa lebih ringan. Namun, inti pesannya tetap mengajak umat Islam memahami perbedaan karakter makhluk ciptaan Allah SWT dan tidak menyamakan manusia dengan makhluk yang memiliki sifat berbeda.

Jangan Menuntut Pasangan Selalu Sempurna

Dari pembahasan mengenai malaikat dan setan, UAH membawa jamaah melihat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni hubungan suami istri.

Menurutnya, kesadaran bahwa manusia memiliki kekurangan bisa membantu seseorang mengurangi kebiasaan mencari-cari kesalahan pasangan. Suami maupun istri perlu memahami bahwa tidak ada manusia yang selalu benar dalam setiap keadaan.

“Jangan pernah mengharapkan kesempurnaan dalam hidup. Kita ini bukan malaikat,” tegas UAH.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kesabaran dan pengertian. Jika setiap kekurangan pasangan terus dipersoalkan, hubungan yang seharusnya dibangun dengan kasih sayang justru bisa dipenuhi pertengkaran.

UAH lalu memberikan ilustrasi percakapan yang mungkin sering terjadi di rumah. Seorang istri mengeluhkan kekurangan suaminya karena merasa orang lain bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik.

Dalam situasi seperti itu, UAH menggambarkan jawaban sederhana yang mengandung sindiran sekaligus nasihat.

“Papa, kenapa sih ini saja tidak bisa? Yang lain bisa. Mama, Papa itu bukan malaikat,” ucapnya dengan nada bercanda.

Kalimat tersebut mengundang tawa jamaah. UAH kemudian menambahkan guyonan lain yang membuat suasana kajian semakin cair.

“Dan Mama juga bukan setan, kan?” tambahnya.

Guyonan yang Menyimpan Pesan Mendalam

Candaan UAH bukan sekadar untuk mencairkan suasana pengajian. Ia mengajak jamaah melihat bahwa kekurangan pasangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus menyalahkan atau merendahkan satu sama lain.

Suami bukan manusia sempurna, begitu pula istri. Keduanya memiliki karakter, kebiasaan, dan keterbatasan masing-masing yang perlu dipahami selama menjalani kehidupan bersama.

Kesadaran ini bukan berarti seseorang harus membiarkan semua kesalahan tanpa berusaha memperbaikinya. Sebaliknya, pasangan perlu saling mengingatkan dengan cara yang baik, tanpa merasa dirinya paling benar.

Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan kecil bisa berkembang menjadi konflik ketika masing-masing pihak lebih sibuk menuntut daripada memahami. Karena itu, sikap menerima kekurangan perlu berjalan beriringan dengan kemauan untuk memperbaiki diri.

UAH mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Memahami kenyataan tersebut bisa membantu seseorang menjadi lebih rendah hati serta tidak mudah menghakimi orang lain.

Pesan ini juga berlaku di luar hubungan suami istri. Dalam pergaulan sehari-hari, manusia akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki cara berpikir dan kebiasaan berbeda.

Jika semua orang dituntut selalu sesuai dengan keinginan kita, perselisihan akan lebih mudah muncul. Sebaliknya, sikap saling memahami dapat membantu menjaga hubungan tetap baik tanpa menghilangkan kesempatan untuk saling memperbaiki.

Terus Memperbaiki Diri dan Mendekat kepada Allah

Melalui kajian tersebut, UAH mengajak jamaah agar tidak terjebak dalam keinginan menjadi manusia yang terlihat sempurna di mata orang lain. Hal yang lebih penting adalah terus berusaha memperbaiki perilaku dan meningkatkan kualitas diri.

Manusia memang memiliki keterbatasan, tetapi hal itu bukan alasan untuk berhenti belajar menjadi lebih baik. Kesalahan seharusnya menjadi bahan evaluasi agar seseorang bisa memperbaiki sikap dan tidak mengulangi kekeliruan yang sama.

Dalam kehidupan rumah tangga, upaya tersebut dapat dimulai dari hal sederhana. Misalnya, mengurangi kebiasaan menyalahkan pasangan, belajar mendengarkan, serta menyampaikan kritik tanpa menyakiti perasaan.

Sikap rendah hati juga penting agar seseorang tidak merasa dirinya selalu benar. Ketika menyadari bahwa dirinya pun memiliki kekurangan, seseorang akan lebih mudah menerima nasihat dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

UAH turut mengingatkan pentingnya menjaga hati agar tidak mudah terpengaruh godaan setan. Manusia perlu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan berbagai perbuatan baik.

Pesan yang disampaikan dengan humor itu pada akhirnya mengarah pada satu hal: manusia tidak perlu menuntut kesempurnaan dari dirinya sendiri maupun orang lain, tetapi tetap harus memiliki kemauan untuk berubah menjadi lebih baik.

Dalam rumah tangga, suami dan istri bukanlah malaikat yang selalu benar. Keduanya adalah manusia yang perlu saling mengerti, menguatkan, dan mengingatkan dalam kebaikan.

Dengan begitu, kehidupan bersama tidak hanya dipenuhi tuntutan, tetapi juga ruang untuk belajar, memaafkan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT. (*)

You Might Also Like

Lima Daun Herbal Ampuh Redakan Ambeien Secara Alami

Jeruk Nipis di Dapur Ternyata Bisa Jadi Teman Saat Nyeri Haid

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

Dokter Cantik Sebut Cara Sahur Bumil Biar Awet Kenyang saat Puasa

Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya

TAGGED:berita islamiislamMALAIKATsetanUAH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kronologi Dugaan Korupsi Pita Cukai Djarum: Berawal dari OTT DJBC hingga Penggeledahan di Kudus
Next Article RAIH PRESTASI - Veri Saputra dan Muhamad Raffi Dimas Wahyudi, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Mahasiswa FISIP Untag Semarang Sabet Emas dan Perak Voli Pantai Porprov Jateng 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Adik Prabowo Peringatkan Dolar Bisa Tembus Rp22.000: Punya Dampak Politik Luar Biasa Negatif

RAIH PRESTASI - Veri Saputra dan Muhamad Raffi Dimas Wahyudi, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Mahasiswa FISIP Untag Semarang Sabet Emas dan Perak Voli Pantai Porprov Jateng 2026

Penjelasan UAH Soal Malaikat dan Setan Bikin Ngakak..

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kronologi Dugaan Korupsi Pita Cukai Djarum: Berawal dari OTT DJBC hingga Penggeledahan di Kudus

UAH Jelaskan Ziarah Kubur, Bukan Sekadar Tradisi Jumat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

3 Waktu Emas Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Biar Manfaatnya Maksimal

September 19, 2025
Tips

Miskin dan Bergelimang Maksiat? Ini Solusinya

September 4, 2026
Unik

Gus Baha Ingatkan Jangan Asal Debat Tanpa Ilmu

April 3, 2026
Tips

Urutan Tahlil Singkat Plus Arab Latin Artinya Biar Nggak Bingung Pas ‘Nyekar’

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Penjelasan UAH Soal Malaikat dan Setan Bikin Ngakak..
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?