Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

Empat regulasi di Kota Semarang sedang masuk meja “operasi” DPRD. Bukan cuma soal pasal dan administrasi, aturan tentang ketertiban umum, perizinan, kemiskinan, sampai tata tertib dewan bakal dibedah lewat Panitia Khusus (Pansus). Tantangannya simpel: jangan sampai setelah direvisi, masalah warganya tetap versi lama.

T. Budianto
Last updated: September 16, 2026 9:56 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Benediktus Narendra Keswara. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- DPRD Kota Semarang mulai menggeber pembahasan empat regulasi yang dianggap perlu disesuaikan dengan kondisi sekarang.

Tiga di antaranya berbentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum, Raperda Perizinan Berbasis Risiko, serta perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Satu agenda lainnya menyangkut dapur internal DPRD, yakni Rancangan Perubahan Peraturan DPRD Kota Semarang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib DPRD. Pembentukan Pansus tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Kamis (10/9).

Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Benediktus Narendra Keswara mengatakan, perubahan sejumlah aturan tersebut dibutuhkan karena sebagian ketentuan dinilai sudah tidak sepenuhnya nyambung dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan pemerintahan saat ini.

Baca juga: DPRD Kota Semarang Minta Lubang Jalan Segera Diperbaiki

“Urgensi terhadap usulan perubahan beberapa Raperda tersebut, karena selain untuk menyelesaikan perkembangan zaman juga karena sudah tidak relevan lagi jika diberlakukan saat ini,” ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu seusai rapat komisi, Senin (14/9).

Pembahasan nantinya melibatkan perwakilan sejumlah fraksi. Komposisi anggota Pansus disesuaikan dengan jumlah kursi masing-masing partai di DPRD.

“Masing-masing fraksi diwakili satu anggota hingga empat anggota di tiap pembahasan Raperda, disesuaikan dengan jumlah kursi masing-masing partai,” jelas Benediktus.

Meski disebut sebagai penyesuaian regulasi, pembahasan empat aturan tersebut tidak semestinya berhenti pada urusan mengganti pasal lama dengan pasal baru. DPRD punya kesempatan memastikan aturan yang lahir benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Kehidupan Warga

Raperda Ketertiban Umum, misalnya, bakal bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Mulai penggunaan ruang publik, aktivitas masyarakat hingga penanganan kelompok rentan.

Karena itu, aturan baru idealnya tak cuma memperbesar kewenangan pemerintah. Hak dan kewajiban warga juga harus dibuat jelas agar ketertiban tidak berubah menjadi sekadar urusan penertiban.

Begitu juga dengan Raperda Penanggulangan Kemiskinan. Jangan sampai pembahasan sibuk dengan data dan program, sementara warga miskin masih kesulitan mengakses perlindungan sosial maupun pelayanan dasar.

Sementara untuk Perizinan Berbasis Risiko, kemudahan investasi memang menjadi salah satu kebutuhan. Namun, percepatan izin tetap perlu berjalan bersama kepastian hukum, transparansi, pengawasan, keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Baca juga: DPRD Serahkan Aspirasi Warga ke Pemkot Semarang

Jangan sampai izin bisa ngebut, sementara pengawasannya masih pakai mode santai. Benediktus menekankan, pembahasan di Pansus perlu dilakukan secara terbuka, berbasis data dan kajian, sekaligus membuka ruang partisipasi publik.

“Pembahasan di tingkat Pansus mestinya perlu dilakukan secara terbuka, berbasis data dan kajian serta melibatkan partisipasi publik secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Empat regulasi kini berada di meja Pansus. Artinya, DPRD punya pekerjaan rumah yang cukup jelas: memastikan perubahan aturan bukan sekadar menghasilkan dokumen baru.

Sebab perda yang sukses bukan yang paling tebal pasalnya atau paling cepat diketok palu, melainkan yang setelah berlaku tidak membuat warga bertanya, ‘Ini aturan dibuat buat siapa, sih?’ (tebe)

You Might Also Like

Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase

Semarang Jawara Nasional Transformasi Digital Pemerintahan Versi GM-DTGI 2025

Lima Kelurahan di Semarang Dibayangi Krisis Air Bersih, Agustina Beber Langkah Penanganan

Tukang Bangunan di Solo Wajib Terdaftar BPJS

Bus Listrik Masuk Kota! Gratisan Dulu, Hijau Kemudian

TAGGED:dprd kota semarangkomisi a dprd kota semarangpemkot semarangraperda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RAZIA SEL--Petugas menggeledah barang milik warga binaan dalam razia di area Lapas Semarang, Selasa (15/9/2025). (ist) Senjata Rakitan hingga Alat Pemanas, Temuan saat Razia Sel Napi Lapas Semarang
Next Article Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

RAZIA SEL--Petugas menggeledah barang milik warga binaan dalam razia di area Lapas Semarang, Selasa (15/9/2025). (ist)

Senjata Rakitan hingga Alat Pemanas, Temuan saat Razia Sel Napi Lapas Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Silayur Itu Bukan Jalan, Tapi “Ujian Mental” Pengendara

Mei 7, 2026
Info

Pemkot Turunkan Beban Petani

November 24, 2025
Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

Februari 22, 2026
Fokus

Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

April 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?