Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

Kalau di Kota Semarang, banjir tuh kayak anak kos yang doyan pindah kontrakan. Baru aja titik lama agak mendingan, eh nongol genangan di komplek yang dulu aman-aman aja. Fix, ini bukan cuma soal rob lagi.

T. Budianto
Last updated: Februari 22, 2026 1:14 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
POMPA PENGENDALI: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama jajaran Pemkot meninjau sistem pompa pengendali banjir di salah satu sungai di Kota Semarang. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur drainase dan pompa dalam mengantisipasi banjir dan rob, seiring upaya peningkatan pengendalian banjir di wilayah perkotaan. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di Kota Semarang, banjir seperti warga kos yang hobi pindah-pindah. Titik lama mulai jarang disorot, tapi tiba-tiba muncul genangan di lokasi yang dulu aman.

Setahun terakhir, banjir di Semarang tak lagi melulu soal rob di kawasan pesisir. Di perumahan-perumahan baru, air pelan-pelan mulai unjuk gigi. Jalur air menyempit, saluran terputus, dan hujan sebentar saja sudah cukup bikin jalanan berubah fungsi jadi kolam dadakan.

Kondisi ini bikin peta banjir ikut berubah. Wilayah yang dulu jarang disebut, sekarang masuk daftar rawan. Sementara kawasan langganan banjir justru mulai agak lengang, meski belum sepenuhnya aman.

Baca juga: Solusi Gila Undip Atasi Rob di Semarang: Ubah Air Rob Jadi Layak Minum

Menanggapi situasi itu, Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui tantangan penanganan banjir kini bergeser. Bukan hanya mengurusi titik lama, tapi juga mencegah lahirnya titik-titik baru.

“Bagaimana caranya supaya air itu bisa dikendalikan, ini tantangan kita,” kata Agustina, Jumat (20/2/2026). Ia menyebut, Pemkot kini fokus mengatur aliran air, bukan sekadar memompa genangan yang sudah terlanjur terjadi.

Roadmap Infrastruktur

Sebagai langkah awal, Agustina meminta Bappeda menyusun roadmap infrastruktur. Isinya mencakup jalan, saluran, hingga sungai, baik milik pemerintah pusat, provinsi, maupun kota.

Pemkot juga mulai menelusuri jalur-jalur air yang melintasi aset tanah milik pemerintah kota. Tujuannya, mengurangi debit air yang selama ini menumpuk di satu jalur dengan cara “dipatah-patahkan” ke samping.

Selama ada tanah milik Pemkot di sepanjang jalur tersebut, rencananya akan dibangun kolam-kolam kecil. Kolam ini saling terkoneksi, menahan air sementara sebelum dialirkan ke muara.

“Jadi kita mengendalikan banjir dengan cara mengurangi debit air satu jalur,” ujar Agustina. Menurutnya, konsep ini lebih masuk akal ketimbang membiarkan air berbondong-bondong ke satu titik.

Soal anggaran, Agustina menyebut fiskal Pemkot masih cukup. Ia optimistis, dengan pendapatan daerah yang terus digenjot, rencana pengendalian banjir terutama di wilayah timur bisa berjalan.

Baca juga: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang

Namun, Agustina menegaskan, strategi teknis saja tidak cukup. Salah satu sumber munculnya banjir baru adalah pembangunan perumahan yang tak memperhatikan tata jalur air.

Mulai 2026, sistem Distaru akan terkoneksi dengan Bapenda, DPMPTSP, PU, dan Perkim. Dengan sistem terintegrasi ini, izin mendirikan bangunan akan diperketat.

“Kalau tidak sesuai dengan tata kota, ya tidak akan kita berikan izin,” tegas Agustina. Menurutnya, sebagian besar banjir baru di permukiman muncul karena jalur air sejak awal dirancang tidak sesuai. (bae)

You Might Also Like

Akibat Demo 25 Agustus – 1 September 2025: Bikin Ekonomi Indonesia Goyang

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

Megawati Soekarnoputri: “Congrats, Mojtaba Khamenei”

OC Kaligis Laporkan Menkes ke Polda Metro Jaya, Ternyata Terkait Hal Ini

Gak Ada Perusahaan Aman Kalau AI Bubble Meletus? Ini Kata Bos Google

TAGGED:banjirheadlinepemkot semarangrobsetahun agustina-iswar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Satu Tahun Agustina-Iswar: PAD Kota Naik, Tapi Kebocoran Jadi PR Serius
Next Article Satu Tahun Agustina-Iswar: Saatnya Melompat Lebih Tinggi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya

Iduladha Datang Lagi Tapi Banyak Orang Masih Bingung Hukum Kurban

Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?

Motor Mahar Belum Jalan Pengantinnya Malah Pergi Duluan Tengah Malam

Tas Isi Ratusan Juta Ketinggalan Toilet Malah Balik Utuh, Masih Ada Orang Baik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Peringatan Keras Puan Puan: Jangan Ada Lagi Kasus Ibu-Bayi Mati Kayak di Papua

November 25, 2025
MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae)
Fokus

Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an

Mei 17, 2026
Ilustrasi pasukan Israel Defense Forces (IDF) atau tentara Israel.
Info

WNI Jadi Tentara Bayaran Israel Bikin Heboh Netizen, Kemenlu: Kami Belum Mengetahui

Februari 18, 2026
Petugas Damkar Majenang, Cilacap, menyerahkan Hp yang kepada pemiliknya, Rizal. Saat Hp miliknya hilang, Rizal memilih lapor ke Damkar.
Daerah

Damkar Memang Andalan! Hp Hilang Pelajar Cilacap Lapor Damkar, 20 Menit Langsung Ketemu

Juli 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?